Selasa, 22 Sep 2026 15:13 WIB

Khofifah Desak Rekrutmen PMI Diperketat, Cegah Eksploitasi dan Perdagangan Organ

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah

selalu.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendesak pengetatan proses rekrutmen Pekerja Migran Indonesia (PMI) guna mencegah maraknya eksploitasi dan praktik perdagangan organ.

 

Baca Juga: HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah

Desakan itu disampaikan Khofifah menyusul temuan praktik rekrutmen ilegal yang melibatkan jaringan informal di tingkat desa. “Rekrutmen secara informal, antar tetangga atau keluarga, menjadi celah utama masuknya eksploitasi,” ujar Khofifah, Kamis (15/5/2025).

 

Ia menyebut telah berkoordinasi dengan Kapolda Jatim serta para bupati dan wali kota untuk membongkar jaringan tersebut. Namun, minimnya transparansi dan pengawasan masih menjadi kendala utama dalam pencegahan.

 

Khofifah mengungkapkan bahwa jumlah PMI yang dipulangkan dalam kondisi memprihatinkan terus meningkat. Selain eksploitasi kerja, terdapat pula kasus PMI yang dijadikan pekerja seks atau bahkan korban perdagangan organ.

 

“Ada yang awalnya dijanjikan kerja administratif, tapi justru dipaksa menjadi pekerja seks atau korban perdagangan organ,” tegasnya.

Baca Juga: HUT ke-81 PMI, Pemkab Sidoarjo Beri Apresiasi Ratusan Pendonor Darah

 

Kabupaten Ponorogo menjadi perhatian khusus karena merupakan daerah penyumbang PMI terbesar di Jawa Timur. Khofifah menekankan, yang perlu diperbaiki bukan hanya jumlah pengiriman, melainkan sistem rekrutmen dan perlindungannya.

 

Ia mendorong penguatan pelatihan vokasional agar PMI memiliki keterampilan yang terstandarisasi dan mampu bersaing di pasar kerja internasional. Selain itu, ia menyerukan peningkatan kerja sama dengan negara-negara penempatan untuk memastikan perlindungan hak PMI.

 

Baca Juga: Momen 425 Pendonor Darah Surabaya Terima Penghargaan Spesial di HUT ke-81 PMI

Langkah lainnya yakni koordinasi dengan Kementerian PUPR agar PMI bisa mengakses program rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Kami mencari format agar PMI juga bisa memperoleh rumah melalui skema MBR,” jelasnya.

 

Khofifah berharap seluruh elemen masyarakat ikut aktif mengawasi dan melaporkan indikasi praktik rekrutmen ilegal. “Perlindungan PMI adalah upaya bersama untuk mencegah pelanggaran HAM dan memastikan mereka bekerja secara aman dan bermartabat,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dua Pesilat Diringkus Gegara Keroyok Pemotor di Mojokerto

Aksi pengeroyokan itu dilakukan oleh massa perguruan silat ketika mereka sedang melakukan aksi konvoi.

Investasi 5 Miliar Lewat PT OSO Sekuritas, Dua Terdakwa Divonis Satu hingga 2,5 Tahun

Sidang putusan digelar di Ruang Kartika dengan Ketua Majelis Hakim S Pujiono.

Pelindo Ajak Pekerja dan Masyarakat Merawat Cerita Nusantara Lewat Fotografi

Tradisi, wajah masyarakat, kesenian, hingga kearifan lokal dari berbagai daerah direkam dan ditampilkan dalam pameran fotografi.

DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

Buku Letter C yang seharusnya menjadi salah satu dokumen penelusuran riwayat tanah disebut tidak ditemukan.

Warga Mengeluh Sesak Napas, Tim Home Care Gerak Cepat Rujuk ke Rumah Sakit di Jember

Dinas Kesehatan bersama tim Home Care tidak akan melepas begitu saja.

Proyek Jembatan Candinegoro, Wabup Mimik Temukan Keterlambatan dan Spesifikasi Teknis

Mimik temukan progres pembangunan baru mencapai sekitar 17 persen.