Selasa, 21 Jul 2026 22:44 WIB

Krisis Air Bersih di Singosari Berakhir, SPAM Pemprov Jatim Resmi Beroperasi

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah

selalu.id – Ribuan warga Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, akhirnya terbebas dari krisis air bersih yang mereka hadapi setiap musim kemarau. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Singosari milik Pemprov Jawa Timur resmi beroperasi setelah diresmikan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (13/5).

 

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Dalam sambutannya, Khofifah menyebut pembangunan SPAM Singosari sebagai jawaban atas keluhan warga yang telah disampaikan sejak lama. Proyek senilai Rp 11,2 miliar ini dibiayai melalui hibah Pemprov Jatim kepada Pemkab Malang. Groundbreaking dilakukan pada Januari 2023, dan pembangunan fisik rampung pada 2024. Sejak Februari 2025, air bersih mulai mengalir ke rumah-rumah warga.

 

SPAM Singosari kini melayani 405 kepala keluarga atau sekitar 1.620 jiwa di Dusun Sumbul. Sebelumnya, warga harus membeli air bersih seharga Rp 50.000 per kubik, dengan kebutuhan rata-rata 20 kubik per bulan—mencapai Rp 1 juta. Kini, tarif air hanya Rp 1.000 per kubik atau sekitar Rp 20.000 per bulan.

 

Khofifah menekankan bahwa SPAM Singosari tak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga fasilitas umum seperti sekolah, masjid, mushola, dan pondok pesantren. “Kalau airnya cukup, mandinya sehat, air minumnya sehat, maka sekolahnya tambah semangat,” ujarnya.

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

 

Bupati Malang, H.M. Sanusi, mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemprov Jatim yang dinilainya sangat berarti, terutama di musim kemarau. Ia berharap lebih banyak dukungan serupa untuk percepatan pembangunan di wilayahnya.

 

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jatim, I Nyoman Gunadi, menyebut dampak positif SPAM Singosari sudah dirasakan warga. Salah satunya, guru TK setempat menyampaikan bahwa siswa kini tidak perlu lagi membawa air dari rumah.

 

Ratemun (57), warga Desa Klampok, mengaku lega karena tak perlu lagi mengambil air dari sumber jauh atau menunggu kiriman air bersih yang sebelumnya hanya datang 4–5 kali sebulan. Eka (20), warga lainnya, mengatakan kini hidup jadi lebih mudah berkat akses air bersih yang layak dan terjangkau.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.