Rabu, 28 Okt 2026 10:34 WIB

Krisis Air Bersih di Singosari Berakhir, SPAM Pemprov Jatim Resmi Beroperasi

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah

selalu.id – Ribuan warga Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, akhirnya terbebas dari krisis air bersih yang mereka hadapi setiap musim kemarau. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Singosari milik Pemprov Jawa Timur resmi beroperasi setelah diresmikan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (13/5).

 

Baca Juga: Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Dalam sambutannya, Khofifah menyebut pembangunan SPAM Singosari sebagai jawaban atas keluhan warga yang telah disampaikan sejak lama. Proyek senilai Rp 11,2 miliar ini dibiayai melalui hibah Pemprov Jatim kepada Pemkab Malang. Groundbreaking dilakukan pada Januari 2023, dan pembangunan fisik rampung pada 2024. Sejak Februari 2025, air bersih mulai mengalir ke rumah-rumah warga.

 

SPAM Singosari kini melayani 405 kepala keluarga atau sekitar 1.620 jiwa di Dusun Sumbul. Sebelumnya, warga harus membeli air bersih seharga Rp 50.000 per kubik, dengan kebutuhan rata-rata 20 kubik per bulan—mencapai Rp 1 juta. Kini, tarif air hanya Rp 1.000 per kubik atau sekitar Rp 20.000 per bulan.

 

Khofifah menekankan bahwa SPAM Singosari tak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga fasilitas umum seperti sekolah, masjid, mushola, dan pondok pesantren. “Kalau airnya cukup, mandinya sehat, air minumnya sehat, maka sekolahnya tambah semangat,” ujarnya.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

 

Bupati Malang, H.M. Sanusi, mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemprov Jatim yang dinilainya sangat berarti, terutama di musim kemarau. Ia berharap lebih banyak dukungan serupa untuk percepatan pembangunan di wilayahnya.

 

Baca Juga: Cegah Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-158 di Mojokerto

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jatim, I Nyoman Gunadi, menyebut dampak positif SPAM Singosari sudah dirasakan warga. Salah satunya, guru TK setempat menyampaikan bahwa siswa kini tidak perlu lagi membawa air dari rumah.

 

Ratemun (57), warga Desa Klampok, mengaku lega karena tak perlu lagi mengambil air dari sumber jauh atau menunggu kiriman air bersih yang sebelumnya hanya datang 4–5 kali sebulan. Eka (20), warga lainnya, mengatakan kini hidup jadi lebih mudah berkat akses air bersih yang layak dan terjangkau.

Editor : Ading
Berita Terbaru

POPDA dan Peparpeda 2024 Dongkrak Prestasi, Kota Mojokerto Bidik 10 Besar

Dibanding 2022, raihan medali dan peringkat pada 2024 mengalami kenaikan signifikan.

Kanwil Kemenag Jatim Bekali ASN Etika Digital dan Ekoteologi

ASN perlu terus meningkatkan kapasitas dan karakter agar mampu menjalankan tugas secara optimal.

Top 5 Berita: Pengelolaan Wisata Sejarah hingga Revitalisasi Pasar Keputran

Pembaca tertarik berita pemerintahan, kriminal.

Waspada Cuaca Ekstrem di Nganjuk Beberapa Hari ke Depan, Ini Imbauan BMKG

Waspadai bencana susulan, mulai dari pohon tumbang, banjir genangan di kawasan perkotaan, hingga ancaman tanah longsor.

Jomblo Merapat, Ini Tips Bahagia dari Psikolog

Banyaknya pasangan di suatu area ternyata tak berdampak langsung pada kebahagiaan warga lajang. Kepuasan hidup mereka relatif stabil.

PLTS Terapung Terbesar ke-2 RI di Malang Siap Aliri Listrik Akhir 2026

Percepatan ini menjadi komitmen PLN NP dalam memperkuat bauran energi baru terbarukan (EBT) dan mengawal transisi energi nasional.