Kamis, 04 Jun 2026 23:58 WIB

Krisis Air Bersih di Singosari Berakhir, SPAM Pemprov Jatim Resmi Beroperasi

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah

selalu.id – Ribuan warga Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, akhirnya terbebas dari krisis air bersih yang mereka hadapi setiap musim kemarau. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Singosari milik Pemprov Jawa Timur resmi beroperasi setelah diresmikan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (13/5).

 

Baca Juga: Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Dalam sambutannya, Khofifah menyebut pembangunan SPAM Singosari sebagai jawaban atas keluhan warga yang telah disampaikan sejak lama. Proyek senilai Rp 11,2 miliar ini dibiayai melalui hibah Pemprov Jatim kepada Pemkab Malang. Groundbreaking dilakukan pada Januari 2023, dan pembangunan fisik rampung pada 2024. Sejak Februari 2025, air bersih mulai mengalir ke rumah-rumah warga.

 

SPAM Singosari kini melayani 405 kepala keluarga atau sekitar 1.620 jiwa di Dusun Sumbul. Sebelumnya, warga harus membeli air bersih seharga Rp 50.000 per kubik, dengan kebutuhan rata-rata 20 kubik per bulan—mencapai Rp 1 juta. Kini, tarif air hanya Rp 1.000 per kubik atau sekitar Rp 20.000 per bulan.

 

Khofifah menekankan bahwa SPAM Singosari tak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga fasilitas umum seperti sekolah, masjid, mushola, dan pondok pesantren. “Kalau airnya cukup, mandinya sehat, air minumnya sehat, maka sekolahnya tambah semangat,” ujarnya.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Sidak Pengambilan PIN SPMB di SMA Surabaya, Ini yang Ditemukan

 

Bupati Malang, H.M. Sanusi, mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemprov Jatim yang dinilainya sangat berarti, terutama di musim kemarau. Ia berharap lebih banyak dukungan serupa untuk percepatan pembangunan di wilayahnya.

 

Baca Juga: Kemiskinan di Jatim Kini Turun Signifikan, Berikut Rincian Lengkapnya

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jatim, I Nyoman Gunadi, menyebut dampak positif SPAM Singosari sudah dirasakan warga. Salah satunya, guru TK setempat menyampaikan bahwa siswa kini tidak perlu lagi membawa air dari rumah.

 

Ratemun (57), warga Desa Klampok, mengaku lega karena tak perlu lagi mengambil air dari sumber jauh atau menunggu kiriman air bersih yang sebelumnya hanya datang 4–5 kali sebulan. Eka (20), warga lainnya, mengatakan kini hidup jadi lebih mudah berkat akses air bersih yang layak dan terjangkau.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.