Kamis, 04 Jun 2026 17:37 WIB

Krisis Air Bersih di Singosari Berakhir, SPAM Pemprov Jatim Resmi Beroperasi

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah

selalu.id – Ribuan warga Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, akhirnya terbebas dari krisis air bersih yang mereka hadapi setiap musim kemarau. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Singosari milik Pemprov Jawa Timur resmi beroperasi setelah diresmikan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (13/5).

 

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Sidak Pengambilan PIN SPMB di SMA Surabaya, Ini yang Ditemukan

Dalam sambutannya, Khofifah menyebut pembangunan SPAM Singosari sebagai jawaban atas keluhan warga yang telah disampaikan sejak lama. Proyek senilai Rp 11,2 miliar ini dibiayai melalui hibah Pemprov Jatim kepada Pemkab Malang. Groundbreaking dilakukan pada Januari 2023, dan pembangunan fisik rampung pada 2024. Sejak Februari 2025, air bersih mulai mengalir ke rumah-rumah warga.

 

SPAM Singosari kini melayani 405 kepala keluarga atau sekitar 1.620 jiwa di Dusun Sumbul. Sebelumnya, warga harus membeli air bersih seharga Rp 50.000 per kubik, dengan kebutuhan rata-rata 20 kubik per bulan—mencapai Rp 1 juta. Kini, tarif air hanya Rp 1.000 per kubik atau sekitar Rp 20.000 per bulan.

 

Khofifah menekankan bahwa SPAM Singosari tak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga fasilitas umum seperti sekolah, masjid, mushola, dan pondok pesantren. “Kalau airnya cukup, mandinya sehat, air minumnya sehat, maka sekolahnya tambah semangat,” ujarnya.

Baca Juga: Kemiskinan di Jatim Kini Turun Signifikan, Berikut Rincian Lengkapnya

 

Bupati Malang, H.M. Sanusi, mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemprov Jatim yang dinilainya sangat berarti, terutama di musim kemarau. Ia berharap lebih banyak dukungan serupa untuk percepatan pembangunan di wilayahnya.

 

Baca Juga: Gubernur Khofifah Digugat KCB atas Polemik Pengangkatan Dirut PT PJU

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Jatim, I Nyoman Gunadi, menyebut dampak positif SPAM Singosari sudah dirasakan warga. Salah satunya, guru TK setempat menyampaikan bahwa siswa kini tidak perlu lagi membawa air dari rumah.

 

Ratemun (57), warga Desa Klampok, mengaku lega karena tak perlu lagi mengambil air dari sumber jauh atau menunggu kiriman air bersih yang sebelumnya hanya datang 4–5 kali sebulan. Eka (20), warga lainnya, mengatakan kini hidup jadi lebih mudah berkat akses air bersih yang layak dan terjangkau.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.