Jumat, 05 Jun 2026 05:28 WIB

Smart Waste Sorting, Inovasi Anak Muda Surabaya di Forum YCC APEKSI 2025

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Mei 2025 11:50 WIB
Ajang Youth City Changers (YCC) 2025
Ajang Youth City Changers (YCC) 2025

selalu.id – Dua anak muda asal Surabaya, Nafas Triwidiawati dan Mohamad Riski, menawarkan solusi digital untuk mengatasi persoalan darurat sampah dalam ajang Youth City Changers (YCC) 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) APEKSI ke-VII yang digelar di Surabaya.

 

Baca Juga: Sinergi Digital Nasional Dimulai dari Surabaya, Wali Kota Eri Fokus Efisiensi APBD

Sebanyak 116 delegasi muda dari 98 kota berpartisipasi dalam forum ini untuk menyuarakan solusi kota berkelanjutan. Delegasi dari Surabaya mencuri perhatian melalui pendekatan teknologi dalam pengelolaan sampah.

 

Nafas dan Riski, yang aktif di komunitas Surabaya Next Leader (SNL), memperkenalkan aplikasi Smart Waste Sorting. Aplikasi ini merupakan pengembangan dari platform pemerintah sebelumnya dan dirancang untuk menjadi wadah kolaborasi pentahelix antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas.

 

“Aplikasi ini kami rancang sebagai wadah kolaborasi pentahelix yang menghubungkan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas,” ujar Nafas dalam sesi presentasi, Selasa (6/5/2025).

 

Selain solusi digital, mereka juga mengusung kampanye edukatif bertajuk Satu Kali Pilah Sampah, Sejuta Manfaat untuk Bumi. Kampanye ini mendorong kesadaran pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal pengelolaan yang lebih efektif.

 

“Kalau pemilahan sudah dilakukan dari rumah, proses di lapangan akan jauh lebih mudah. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat,” kata Nafas, yang juga pendiri gerakan lingkungan Puan in Action.

Baca Juga: Bahas Data Tunggal di APEKSI, 98 Kepala Bappeda Sepakat Satukan Arah Pembangunan

 

Melalui gerakan tersebut, Nafas mengedukasi masyarakat tentang praktik pengomposan sampah organik di tingkat rumah tangga. Ia menyebut bahwa kebiasaan kecil ini, jika dilakukan kolektif, dapat berdampak signifikan terhadap pengurangan beban sampah kota.

 

Mohamad Riski menambahkan pentingnya peran generasi muda dalam mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah. “Kita bisa mulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah organik untuk kompos, dan mendaur ulang sampah anorganik. Ini bisa menciptakan nilai ekonomi sekaligus menyelamatkan lingkungan,” ujarnya.

 

Riski menekankan bahwa solusi digital dan kampanye edukatif yang mereka usung turut membuka peluang untuk pengembangan ekonomi sirkular dan blue economy.

Baca Juga: Retret 4 Hari Berjalan, Eri Cahyadi Belum Diketahui Posisinya, Ini Infonya

 

Keduanya berharap inisiatif ini dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat.

 

“Kami percaya anak muda punya peran strategis dalam menciptakan perubahan. Ini saatnya kita bergerak, bersama,” tutup Riski.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.