Kamis, 17 Sep 2026 08:01 WIB

Smart Waste Sorting, Inovasi Anak Muda Surabaya di Forum YCC APEKSI 2025

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Mei 2025 11:50 WIB
Ajang Youth City Changers (YCC) 2025
Ajang Youth City Changers (YCC) 2025

selalu.id – Dua anak muda asal Surabaya, Nafas Triwidiawati dan Mohamad Riski, menawarkan solusi digital untuk mengatasi persoalan darurat sampah dalam ajang Youth City Changers (YCC) 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) APEKSI ke-VII yang digelar di Surabaya.

 

Baca Juga: Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Sebanyak 116 delegasi muda dari 98 kota berpartisipasi dalam forum ini untuk menyuarakan solusi kota berkelanjutan. Delegasi dari Surabaya mencuri perhatian melalui pendekatan teknologi dalam pengelolaan sampah.

 

Nafas dan Riski, yang aktif di komunitas Surabaya Next Leader (SNL), memperkenalkan aplikasi Smart Waste Sorting. Aplikasi ini merupakan pengembangan dari platform pemerintah sebelumnya dan dirancang untuk menjadi wadah kolaborasi pentahelix antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas.

 

“Aplikasi ini kami rancang sebagai wadah kolaborasi pentahelix yang menghubungkan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas,” ujar Nafas dalam sesi presentasi, Selasa (6/5/2025).

 

Selain solusi digital, mereka juga mengusung kampanye edukatif bertajuk Satu Kali Pilah Sampah, Sejuta Manfaat untuk Bumi. Kampanye ini mendorong kesadaran pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal pengelolaan yang lebih efektif.

 

“Kalau pemilahan sudah dilakukan dari rumah, proses di lapangan akan jauh lebih mudah. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat,” kata Nafas, yang juga pendiri gerakan lingkungan Puan in Action.

Baca Juga: Sinergi Digital Nasional Dimulai dari Surabaya, Wali Kota Eri Fokus Efisiensi APBD

 

Melalui gerakan tersebut, Nafas mengedukasi masyarakat tentang praktik pengomposan sampah organik di tingkat rumah tangga. Ia menyebut bahwa kebiasaan kecil ini, jika dilakukan kolektif, dapat berdampak signifikan terhadap pengurangan beban sampah kota.

 

Mohamad Riski menambahkan pentingnya peran generasi muda dalam mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah. “Kita bisa mulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah organik untuk kompos, dan mendaur ulang sampah anorganik. Ini bisa menciptakan nilai ekonomi sekaligus menyelamatkan lingkungan,” ujarnya.

 

Riski menekankan bahwa solusi digital dan kampanye edukatif yang mereka usung turut membuka peluang untuk pengembangan ekonomi sirkular dan blue economy.

Baca Juga: Bahas Data Tunggal di APEKSI, 98 Kepala Bappeda Sepakat Satukan Arah Pembangunan

 

Keduanya berharap inisiatif ini dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat.

 

“Kami percaya anak muda punya peran strategis dalam menciptakan perubahan. Ini saatnya kita bergerak, bersama,” tutup Riski.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Fasilitas milik Pemkot Surabaya yang seharusnya bebas retribusi, itu disinyalir menjadi ajang jual beli hingga sewa-menyewa lapak secara ilegal.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.