Selasa, 03 Feb 2026 23:58 WIB

Smart Waste Sorting, Inovasi Anak Muda Surabaya di Forum YCC APEKSI 2025

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Mei 2025 11:50 WIB
Ajang Youth City Changers (YCC) 2025
Ajang Youth City Changers (YCC) 2025

selalu.id – Dua anak muda asal Surabaya, Nafas Triwidiawati dan Mohamad Riski, menawarkan solusi digital untuk mengatasi persoalan darurat sampah dalam ajang Youth City Changers (YCC) 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) APEKSI ke-VII yang digelar di Surabaya.

 

Baca Juga: Sinergi Digital Nasional Dimulai dari Surabaya, Wali Kota Eri Fokus Efisiensi APBD

Sebanyak 116 delegasi muda dari 98 kota berpartisipasi dalam forum ini untuk menyuarakan solusi kota berkelanjutan. Delegasi dari Surabaya mencuri perhatian melalui pendekatan teknologi dalam pengelolaan sampah.

 

Nafas dan Riski, yang aktif di komunitas Surabaya Next Leader (SNL), memperkenalkan aplikasi Smart Waste Sorting. Aplikasi ini merupakan pengembangan dari platform pemerintah sebelumnya dan dirancang untuk menjadi wadah kolaborasi pentahelix antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas.

 

“Aplikasi ini kami rancang sebagai wadah kolaborasi pentahelix yang menghubungkan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas,” ujar Nafas dalam sesi presentasi, Selasa (6/5/2025).

 

Selain solusi digital, mereka juga mengusung kampanye edukatif bertajuk Satu Kali Pilah Sampah, Sejuta Manfaat untuk Bumi. Kampanye ini mendorong kesadaran pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal pengelolaan yang lebih efektif.

 

“Kalau pemilahan sudah dilakukan dari rumah, proses di lapangan akan jauh lebih mudah. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat,” kata Nafas, yang juga pendiri gerakan lingkungan Puan in Action.

Baca Juga: Bahas Data Tunggal di APEKSI, 98 Kepala Bappeda Sepakat Satukan Arah Pembangunan

 

Melalui gerakan tersebut, Nafas mengedukasi masyarakat tentang praktik pengomposan sampah organik di tingkat rumah tangga. Ia menyebut bahwa kebiasaan kecil ini, jika dilakukan kolektif, dapat berdampak signifikan terhadap pengurangan beban sampah kota.

 

Mohamad Riski menambahkan pentingnya peran generasi muda dalam mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah. “Kita bisa mulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah organik untuk kompos, dan mendaur ulang sampah anorganik. Ini bisa menciptakan nilai ekonomi sekaligus menyelamatkan lingkungan,” ujarnya.

 

Riski menekankan bahwa solusi digital dan kampanye edukatif yang mereka usung turut membuka peluang untuk pengembangan ekonomi sirkular dan blue economy.

Baca Juga: Retret 4 Hari Berjalan, Eri Cahyadi Belum Diketahui Posisinya, Ini Infonya

 

Keduanya berharap inisiatif ini dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat.

 

“Kami percaya anak muda punya peran strategis dalam menciptakan perubahan. Ini saatnya kita bergerak, bersama,” tutup Riski.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.