Rabu, 04 Feb 2026 04:27 WIB

Dari Jerih Payah Memijat, Supinah Jemaah Haji Tertua Berhasil Berangkat Haji

Supinah jemaah haji tertua
Supinah jemaah haji tertua

selalu.id – Di tengah hiruk-pikuk keberangkatan jemaah haji di Embarkasi Surabaya, kisah inspiratif datang dari Supinah Rusmini (91), jemaah haji tertua kloter 10 asal Gresik. Perempuan renta ini akhirnya mewujudkan mimpinya menunaikan ibadah haji setelah puluhan tahun bekerja keras sebagai tukang pijat bayi dan anak-anak.

 

Baca Juga: Dua Jemaah Haji Asal Jawa Timur Meninggal di Madinah

Minggu malam (4/5), Supinah berangkat ke Tanah Suci bersama kloter 10, didampingi anak keenamnya, M. Ghufron. Ghufron mengungkapkan rasa syukurnya atas keberangkatan ibunya, yang awalnya diperkirakan baru bisa berangkat sekitar tahun 2030. "Alhamdulillah, Ibu bisa berangkat lebih awal berkat prioritas lansia," ujarnya.

 

Kondisi kesehatan Supinah memang memerlukan perhatian khusus. Ghufron menjelaskan, pendengaran ibunya sudah menurun dan ia juga memiliki riwayat hipertensi. "Komunikasi dengan Ibu harus didekatkan ke telinganya," tambah Ghufron. Namun, secara umum, kondisi Supinah dinyatakan stabil dan layak untuk menunaikan ibadah haji.

 

Kisah inspiratif Supinah bermula dari keinginannya menunaikan ibadah haji sejak muda. Namun, dengan sembilan orang anak yang membutuhkan biaya hidup, impian tersebut harus tertunda. Ia memulai profesinya sebagai dukun bayi, kemudian menjadi tukang pijat yang melayani hingga lima pasien anak-anak per hari.

 

Baca Juga: Usia 119 Tahun, Mbah Harun jadi Jamaah Calon Haji Tertua se Indonesia

Meskipun hanya memijat sekitar 10 menit per pasien, penghasilannya dikumpulkan sedikit demi sedikit selama lebih dari 20 tahun. "Pijat anak-anak tidak lama, paling sekitar 10 menit sudah selesai," jelas Ghufron mengenai rutinitas ibunya.

 

Uang hasil jerih payah tersebut kemudian ditabung hingga terkumpul 25 juta rupiah, cukup untuk mendaftar haji dengan bantuan anak-anaknya. Supinah mendaftar haji pada tahun 2019 bersama salah satu anaknya. Namun, takdir berkata lain, anaknya meninggal dunia karena Covid-19. Ghufron kemudian menggantikan kakaknya untuk mendampingi ibunya ke Tanah Suci.

 

"Sejak muda, saya sudah ingin sekali mendaftar haji. Namun, apa daya, anak-anak saya masih banyak yang membutuhkan biaya. Alhamdulillah sekarang anak-anak sudah mandiri semua, saya bisa daftar dan berangkat haji," ungkap Supinah dengan suara lirih.

 

Ia juga berpesan agar siapapun yang memiliki keinginan untuk beribadah haji, jangan ragu untuk berdoa dan meminta kepada Allah SWT. Keberangkatan kloter 10, termasuk Supinah, menuju Bandara Madinah menggunakan penerbangan SV 5271 pukul 23.00 WIB pada Minggu malam.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.