Jumat, 23 Okt 2026 15:10 WIB

May Day, Ribuan Buruh Diprediksi Bakal Geruduk Grahadi

Ilustrasi demo
Ilustrasi demo

selalu.id - Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja di Jawa Timur (Jatim) diprediksi akan menggelar demonstrasi besar-besaran di depan kantor Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2025. Sekitar 10.000 buruh diperkirakan memadati kawasan Gedung Negara Grahadi, dengan titik kumpul utama di frontage road Jalan A. Yani dan Kejaksaan Tinggi Jatim.

 

Baca Juga: Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Wakil Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KFPI) Jatim, Nuruddin Hidayat, menegaskan kesiapan massa aksi. “Kami akan menyampaikan sejumlah tuntutan strategis, termasuk pengawasan terhadap penghapusan pajak kendaraan bermotor dan penghentian praktik penahanan ijazah,” ujarnya.

 

Aksi ini merupakan puncak dari serangkaian upaya buruh untuk menyuarakan aspirasi yang belum terpenuhi. Salah satu tuntutan utama adalah penghapusan pajak dan denda kendaraan bermotor hingga akhir 2025. Nuruddin menilai kebijakan ini penting, mengingat dampak pandemi Covid-19 yang memukul perekonomian buruh.

 

“Banyak buruh kesulitan membayar pajak selama pandemi. Kami menuntut penghapusan pajak dan denda sebagai bentuk keringanan,” jelasnya.

 

Baca Juga: Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Selain itu, buruh juga mendesak penyelesaian masalah upah minimum regional (UMR) yang dinilai belum layak. Penahanan ijazah oleh perusahaan turut menjadi sorotan. “Itu merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan harus segera dihentikan,” tegas Nuruddin.

 

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Sidoarjo juga akan bergabung, dengan mengerahkan sekitar 1.000 anggotanya. Sekretaris FSPMI PC Sidoarjo, Achmad Chikam, menyatakan sebelum berangkat ke Surabaya, pihaknya akan menyampaikan aspirasi terlebih dahulu ke Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

 

Baca Juga: KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

FSPMI Sidoarjo secara khusus menuntut peningkatan akses pendidikan bagi anak buruh. “Kami meminta Pemkab Sidoarjo mengeluarkan Perda pendidikan gratis untuk anak buruh tingkat SMP dengan kuota 5 persen, dan mendesak Pemprov Jatim menaikkan kuota afirmasi anak buruh di SMA/SMK negeri dari 5 persen menjadi 15 persen,” kata Chikam.

 

Mereka juga mendesak pengalokasian APBD untuk penerima bantuan iuran (PBI) serta penerbitan Perda terkait pesangon.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Tilang manual akan difokuskan pada pelanggaran kasat mata, antara lain pengendara yang melawan arus, menggunakan knalpot brong.

Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Kehilangan sarana itu sempat mengancam kelancaran pengangkutan sampah dari rumah warga ke Tempat Penampungan Sementara.

Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Hingga saat ini sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi.

Pemkab Mojokerto Gelontorkan Rp812 Juta Beasiswa untuk Mahasiswa Kurang Mampu dan Berprestasi

Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa.

Tiga Pemuda Bobol 2 Sekolah di Mojokerto, Pelaku Diringkus saat Tidur

Aksi pencurian dengan pemberatan itu terjadi di SDN Mlaten Kecamatan Puri dan TK Jabon Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar.

Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Artikel peristiwa dan pemerintahan masih banyak dibaca.