Senin, 07 Sep 2026 01:07 WIB

May Day, Ribuan Buruh Diprediksi Bakal Geruduk Grahadi

Ilustrasi demo
Ilustrasi demo

selalu.id - Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja di Jawa Timur (Jatim) diprediksi akan menggelar demonstrasi besar-besaran di depan kantor Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2025. Sekitar 10.000 buruh diperkirakan memadati kawasan Gedung Negara Grahadi, dengan titik kumpul utama di frontage road Jalan A. Yani dan Kejaksaan Tinggi Jatim.

 

Baca Juga: BEM SI Jatim Gelar Aksi Simbolik di Grahadi Surabaya, Soroti Ketimpangan Anggaran Bencana

Wakil Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KFPI) Jatim, Nuruddin Hidayat, menegaskan kesiapan massa aksi. “Kami akan menyampaikan sejumlah tuntutan strategis, termasuk pengawasan terhadap penghapusan pajak kendaraan bermotor dan penghentian praktik penahanan ijazah,” ujarnya.

 

Aksi ini merupakan puncak dari serangkaian upaya buruh untuk menyuarakan aspirasi yang belum terpenuhi. Salah satu tuntutan utama adalah penghapusan pajak dan denda kendaraan bermotor hingga akhir 2025. Nuruddin menilai kebijakan ini penting, mengingat dampak pandemi Covid-19 yang memukul perekonomian buruh.

 

“Banyak buruh kesulitan membayar pajak selama pandemi. Kami menuntut penghapusan pajak dan denda sebagai bentuk keringanan,” jelasnya.

 

Baca Juga: KontraS Sebut Ada Dua Mahasiswa yang Diamankan saat Demo Ricuh di Grahadi Surabaya

Selain itu, buruh juga mendesak penyelesaian masalah upah minimum regional (UMR) yang dinilai belum layak. Penahanan ijazah oleh perusahaan turut menjadi sorotan. “Itu merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan harus segera dihentikan,” tegas Nuruddin.

 

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Sidoarjo juga akan bergabung, dengan mengerahkan sekitar 1.000 anggotanya. Sekretaris FSPMI PC Sidoarjo, Achmad Chikam, menyatakan sebelum berangkat ke Surabaya, pihaknya akan menyampaikan aspirasi terlebih dahulu ke Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

 

Baca Juga: Aktivis Perempuan yang Orasi saat Demo Ricuh di Grahadi Surabaya Turut Diamankan

FSPMI Sidoarjo secara khusus menuntut peningkatan akses pendidikan bagi anak buruh. “Kami meminta Pemkab Sidoarjo mengeluarkan Perda pendidikan gratis untuk anak buruh tingkat SMP dengan kuota 5 persen, dan mendesak Pemprov Jatim menaikkan kuota afirmasi anak buruh di SMA/SMK negeri dari 5 persen menjadi 15 persen,” kata Chikam.

 

Mereka juga mendesak pengalokasian APBD untuk penerima bantuan iuran (PBI) serta penerbitan Perda terkait pesangon.

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.