Kamis, 03 Sep 2026 17:14 WIB

Triwulan I 2025, Pelindo Petikemas Catat Kenaikan Arus Kontainer 6,57 Persen

Pelindo Terminal Peti Kemas
Pelindo Terminal Peti Kemas

selalu.id – PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 6,57 persen pada triwulan I tahun 2025. Total arus peti kemas mencapai 3,15 juta TEUs, meningkat dari 2,96 juta TEUs pada periode yang sama tahun lalu.

 

Baca Juga: Sekolah Merdeka Tanpa Narkoba, Langkah Pelindo dan BNNP Jatim Mewujudkan Generasi Muda Bersinar

Corporate Secretary Pelindo Petikemas, Widyaswendra, menyebutkan volume tersebut terdiri dari 1,02 juta TEUs peti kemas internasional dan 2,13 juta TEUs peti kemas domestik.

 

“Arus peti kemas internasional tumbuh 14,83 persen, sementara domestik naik 3,02 persen dibandingkan triwulan I tahun 2024,” jelas Widyaswendra, Kamis (24/4).

 

Peningkatan arus internasional dipicu oleh bertambahnya kunjungan kapal di TPS Surabaya, dari rencana 239 kunjungan menjadi 249. Selain itu, TPK Semarang mencatat tambahan tujuh kunjungan kapal, dengan pertumbuhan ekspor signifikan ke Amerika Serikat (28%), Korea (21%), dan Jepang (15%).

 

“Secara keseluruhan, ekspor tumbuh 15,93 persen dan impor naik 12,3 persen,” ujarnya.

 

Arus domestik turut meningkat seiring tingginya permintaan barang kebutuhan pokok selama bulan puasa dan Idulfitri. Pertumbuhan throughput terminal juga sejalan dengan perkembangan industri dan jasa logistik di hulu.

 

Ketua ALFI Jawa Tengah-DIY, Teguh Arif Handoko, menyatakan bahwa pertumbuhan industri menjadi pendorong utama naiknya aktivitas logistik, yang tercatat tumbuh 20 persen selama triwulan I.

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Pesisir Surabaya

 

“Tapi ada tantangan juga, seperti keterbatasan armada truk dan antrean panjang di depo kontainer, terutama saat Jumat hingga Senin,” kata Teguh. Ia berharap layanan depo dapat beroperasi 24 jam penuh untuk mengurangi antrean.

 

Gateway Container Line, perusahaan logistik nasional yang melayani konsolidasi kargo (LCL), turut mencatat kinerja positif. Branch Manager wilayah Jateng-DIY, Arifin, melaporkan lonjakan ekspor LCL hingga 83 persen dan impor 42,15 persen.

 

“Industri Jateng yang tumbuh pesat berdampak langsung pada kebutuhan jasa logistik kami,” ujarnya. Revenue Gateway Container Line pun tumbuh 31 persen secara tahunan.

 

Baca Juga: Langkah Cepat Pelindo Grup Salurkan Bantuan pada Korban Gempa NTT

Sementara itu, sektor logistik di Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Ketua ALFI Jatim, Sebastian Wibisono, menyebut peningkatan terjadi merata di segmen ekspor-impor maupun domestik.

 

“Pertumbuhan dua digit, sekitar 15–20 persen. Tanjung Perak sebagai hub pengiriman wilayah timur Indonesia mencatat lonjakan signifikan,” ujarnya.

 

Peningkatan arus peti kemas disebutnya mencerminkan efisiensi logistik domestik dan membaiknya aktivitas ekspor-impor nasional.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.