Selasa, 03 Feb 2026 17:53 WIB

Triwulan I 2025, Pelindo Petikemas Catat Kenaikan Arus Kontainer 6,57 Persen

Pelindo Terminal Peti Kemas
Pelindo Terminal Peti Kemas

selalu.id – PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 6,57 persen pada triwulan I tahun 2025. Total arus peti kemas mencapai 3,15 juta TEUs, meningkat dari 2,96 juta TEUs pada periode yang sama tahun lalu.

 

Baca Juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Corporate Secretary Pelindo Petikemas, Widyaswendra, menyebutkan volume tersebut terdiri dari 1,02 juta TEUs peti kemas internasional dan 2,13 juta TEUs peti kemas domestik.

 

“Arus peti kemas internasional tumbuh 14,83 persen, sementara domestik naik 3,02 persen dibandingkan triwulan I tahun 2024,” jelas Widyaswendra, Kamis (24/4).

 

Peningkatan arus internasional dipicu oleh bertambahnya kunjungan kapal di TPS Surabaya, dari rencana 239 kunjungan menjadi 249. Selain itu, TPK Semarang mencatat tambahan tujuh kunjungan kapal, dengan pertumbuhan ekspor signifikan ke Amerika Serikat (28%), Korea (21%), dan Jepang (15%).

 

“Secara keseluruhan, ekspor tumbuh 15,93 persen dan impor naik 12,3 persen,” ujarnya.

 

Arus domestik turut meningkat seiring tingginya permintaan barang kebutuhan pokok selama bulan puasa dan Idulfitri. Pertumbuhan throughput terminal juga sejalan dengan perkembangan industri dan jasa logistik di hulu.

 

Ketua ALFI Jawa Tengah-DIY, Teguh Arif Handoko, menyatakan bahwa pertumbuhan industri menjadi pendorong utama naiknya aktivitas logistik, yang tercatat tumbuh 20 persen selama triwulan I.

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Pelatihan BLS untuk 30 Peserta di Surabaya

 

“Tapi ada tantangan juga, seperti keterbatasan armada truk dan antrean panjang di depo kontainer, terutama saat Jumat hingga Senin,” kata Teguh. Ia berharap layanan depo dapat beroperasi 24 jam penuh untuk mengurangi antrean.

 

Gateway Container Line, perusahaan logistik nasional yang melayani konsolidasi kargo (LCL), turut mencatat kinerja positif. Branch Manager wilayah Jateng-DIY, Arifin, melaporkan lonjakan ekspor LCL hingga 83 persen dan impor 42,15 persen.

 

“Industri Jateng yang tumbuh pesat berdampak langsung pada kebutuhan jasa logistik kami,” ujarnya. Revenue Gateway Container Line pun tumbuh 31 persen secara tahunan.

 

Baca Juga: Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen

Sementara itu, sektor logistik di Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Ketua ALFI Jatim, Sebastian Wibisono, menyebut peningkatan terjadi merata di segmen ekspor-impor maupun domestik.

 

“Pertumbuhan dua digit, sekitar 15–20 persen. Tanjung Perak sebagai hub pengiriman wilayah timur Indonesia mencatat lonjakan signifikan,” ujarnya.

 

Peningkatan arus peti kemas disebutnya mencerminkan efisiensi logistik domestik dan membaiknya aktivitas ekspor-impor nasional.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.