Selasa, 03 Feb 2026 11:54 WIB

Ijazah Tak Kembali, Karyawan Gerai Es Krim di Surabaya Terpaksa Putus Sekolah

Nazalah Aulia (20) karyawan yang ijazahnya ditahan
Nazalah Aulia (20) karyawan yang ijazahnya ditahan

selalu.id - Kasus penahanan ijazah oleh tempat kerja kembali mencuat. Kali ini dialami Nazalah Aulia (20), warga Jalan Dupak, Surabaya, yang bekerja di sebuah gerai es krim di kawasan Kapas Krampung.

Nazalah mengaku ijazah aslinya ditahan sejak mulai bekerja pada November 2024, dan belum dikembalikan meski telah mengundurkan diri.

“Awalnya saya cuma ingin cari pengalaman kerja. Ini pekerjaan pertama saya. Karena butuh, saya terima meskipun harus menyerahkan ijazah,” ujar Nazalah saat ditemui awak media, Selasa (15/4/2025).

Nazalah direkrut bersama dua temannya setelah menjalani wawancara. Saat itu, pemilik usaha meminta dokumen asli sebagai syarat kerja.

Ia sempat menandatangani kontrak kerja waktu tertentu (PKWT) selama tiga bulan, dengan gaji Rp1.250.000 dan uang makan Rp20.000 per hari. Namun, sistem kerja yang diterapkan dinilainya cukup memberatkan.

“Kalau telat satu menit saja, uang makan hangus. Kalau nilai kerja turun di bawah 85, uang makan dua minggu bisa tidak diberikan,” ungkapnya.

Setelah sebulan bekerja, ia dipindahkan ke gerai di Jalan Pacuan Kuda. Di sana, ia pernah kehilangan hak uang makan dua minggu karena penilaian kerja turun.

Saat izin dua hari untuk melayat neneknya yang meninggal, gajinya tetap dipotong meski ia mengganti hari kerja. Belum selesai masa kontrak, ia ditawari kontrak baru selama setahun. Karena takut sulit mencari kerja lain, ia menerima.

Ketika orang tuanya meminta agar ia melanjutkan pendidikan, Nazalah mencoba mengundurkan diri dan berharap ijazahnya dikembalikan. Namun, permintaan itu tidak ditanggapi serius.

“Saya sudah minta baik-baik, tapi adik owner selalu alasan lagi rapat di Jember. Sampai sekarang belum jelas,” katanya.

Kekecewaan memuncak saat Ramadan lalu. Ia harus bekerja dari pagi hingga malam karena ada rapat internal hingga pukul 23.00 tanpa kompensasi lembur.

“Orang tua saya marah karena saya tidak pulang-pulang dan tidak dapat uang tambahan. Sejak itu saya dilarang kerja lagi,” ujarnya.

Nazalah sempat menghubungi pemilik usaha untuk menyelesaikan proses resign dan pengambilan ijazah. Namun, balasan pesan lama, dan janji pertemuan tak kunjung ditepati.

Ia juga mengetahui temannya yang mengalami hal serupa harus menebus ijazah sebesar Rp2 juta, dengan dalih sumbangan panti asuhan.

“Kalau memang mau menyumbang, harusnya ikhlas. Ini kok malah jadi syarat. Gaji saya saja belum dibayar penuh,” ucapnya kecewa.

Nazalah akhirnya mengadu ke Wakil Wali Kota Surabaya dan diarahkan untuk melapor ke kelurahan serta kecamatan. Ia berharap bisa mendapat keadilan dan ijazahnya dikembalikan tanpa syarat.

Baca Juga: Penahanan Ijazah Karyawan Sentosa Seal, Polda Jatim Siapkan Penetapan Tersangka

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.