Selasa, 03 Feb 2026 16:05 WIB

Iwan Sunito Tersingkir dari Crown Group, Investor Diimbau Waspada

Iwan Sunito, pengusaha properti asal Indonesia yang sebelumnya menjabat CEO Crown Group Holdings Pty Ltd
Iwan Sunito, pengusaha properti asal Indonesia yang sebelumnya menjabat CEO Crown Group Holdings Pty Ltd

selalu.id - Iwan Sunito, pengusaha properti asal Indonesia yang sebelumnya menjabat CEO Crown Group Holdings Pty Ltd, telah kehilangan kendali atas perusahaan tersebut. Keputusan ini merupakan dampak dari putusan Mahkamah Agung New South Wales pada 26 Maret 2025, yang menetapkan likuidasi terhadap CII Group Pty Ltd—perusahaan milik Sunito yang memegang 50 persen saham Crown Group.

 

Baca Juga: Pembangunan RS Surabaya Selatan Ditunda, DPRD Soroti Rencana Gandeng Investor India

CII Group kini berada di bawah pengawasan likuidator independen, menandai berakhirnya pengaruh Sunito di Crown Group. Upaya Sunito untuk menghindari likuidasi melalui rencana penyelamatan perusahaan (Deed of Company Arrangement/DoCA) ditolak pengadilan karena dinilai tidak memiliki prospek keberhasilan, mengingat ketidakmampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangannya.

 

Meski telah kehilangan kendali atas Crown Group, Sunito dilaporkan aktif mencari investor untuk perusahaan barunya, One Global Capital, termasuk di Indonesia. Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan analis keuangan dan pengamat industri properti.

 

Seorang analis keuangan yang enggan disebutkan namanya mengimbau calon investor untuk melakukan uji tuntas (due diligence) secara menyeluruh sebelum menanamkan modal pada proyek-proyek yang terkait dengan Sunito. “Keputusan pengadilan ini harus menjadi pelajaran berharga,” ujarnya.

 

Baca Juga: Investor Pasar Modal Indonesia Tembus Lebih dari 13 Juta SID

“Potensi risiko tinggi dalam proyek-proyek baru yang diinisiasi Sunito perlu dipertimbangkan secara cermat. Riwayat keuangan CII Group adalah indikator penting yang tidak bisa diabaikan,” tambahnya.

 

Para ahli menyarankan sejumlah langkah perlindungan bagi calon investor, seperti memverifikasi legalitas dan struktur kepemilikan proyek, memahami bahwa Sunito tidak lagi berafiliasi dengan Crown Group, mewaspadai penawaran investasi yang tidak transparan, serta berkonsultasi dengan penasihat hukum atau keuangan sebelum mengambil keputusan.

 

Seorang pengamat industri properti di Australia turut menegaskan pentingnya kehati-hatian. “Reputasi masa lalu tidak menjamin kesuksesan di masa depan, apalagi jika terdapat catatan hukum atau keuangan yang bermasalah,” katanya.

 

Hingga kini, Crown Group Holdings Pty Ltd belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perubahan kepemilikan dan manajemen pasca-keputusan pengadilan.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.