Senin, 02 Feb 2026 00:28 WIB

Wali Kota Eri Soroti Ketimpangan Jumlah Murid, Pemkot Akan Batasi Sekolah Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 10 Apr 2025 09:30 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi dan anak-anak sekolah
Wali Kota Eri Cahyadi dan anak-anak sekolah

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya akan mengambil langkah tegas terkait ketimpangan distribusi siswa di sekolah-sekolah. Mulai tahun ajaran 2025/2026, Pemkot memprioritaskan sekolah-sekolah lama dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

 

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, dukungan Pemkot akan difokuskan pada sekolah-sekolah yang telah lama berdiri, bukan pada sekolah-sekolah baru yang belakangan bermunculan.

 

“Saya tekankan, kami tidak akan memberikan bantuan ke sekolah baru. Kami utamakan sekolah-sekolah yang sudah lama berdiri,” ujar Eri dalam acara Halal Bihalal bersama Dinas Pendidikan (Dispendik), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di Balai Kota Surabaya, Rabu (9/4/2025).

 

Eri menjelaskan, maraknya sekolah baru menyebabkan jumlah siswa di sekolah lain menyusut. Hal ini terjadi karena pendirian sekolah belum diatur secara menyeluruh, terutama soal jarak antar lembaga pendidikan.

 

“Kenapa ada sekolah yang kekurangan murid? Karena jaraknya tidak terkontrol. Banyak sekolah berdiri di satu wilayah tanpa perhitungan yang matang. Belum lagi ada yang izinnya bukan dari Pemkot, tapi dari kementerian atau lembaga lain,” jelasnya.

 

Ia telah meminta Kepala Dispendik meninjau ulang proses pendirian sekolah baru dan menegaskan bahwa sekolah baru tidak akan otomatis menerima Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA).

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

“Kalau ada sekolah baru, jangan berharap langsung dapat BOPDA. Sekolah lama bisa kehilangan siswanya kalau terus-menerus dikalahkan oleh sekolah baru,” tegasnya.

 

Eri juga mengkritik praktik penambahan kelas oleh sekolah tertentu yang hanya merebut murid dari sekolah lain.

 

“Kalau hanya mengambil murid dari sekolah lain, kami tidak akan dukung,” ujarnya.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan dan keberlanjutan lembaga pendidikan yang telah berkontribusi dalam mencerdaskan anak-anak Surabaya. Pemkot memastikan kualitas dan kesinambungan sekolah-sekolah lama tetap menjadi prioritas utama.

 

Eri juga menyinggung kondisi sekolah swasta yang bervariasi. Ada yang mandiri tanpa mengandalkan bantuan pemerintah, namun ada pula yang kesulitan operasional dan mengajukan bantuan ke Pemkot.

 

“Kalau memang tidak mampu dan ingin dipegang Pemkot, akan kami atur kembali mekanismenya,” tuturnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.