Sabtu, 04 Jul 2026 02:55 WIB

Telaga Biru Tulung Ni’Lenggo: Jernihnya Air, Sunyinya Kenangan di Berau

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 07 Apr 2025 08:34 WIB
Telaga Biru Tulung Ni’Lenggo
Telaga Biru Tulung Ni’Lenggo

selalu.id - Di pelosok Batu Putih, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, ada sebuah telaga yang seolah meminjam warna langit untuk menetap di bumi.

Telaga Biru Tulung Ni’Lenggo, namanya. Jernih, tenang, dan memikat. Tempat ini tak hanya memanjakan mata, tapi juga mengajak jiwa diam sejenak—merenungi alam dan waktu.



Untuk menuju ke sana dari Tanjung Redeb, diperlukan waktu sekitar empat jam perjalanan darat. Sementara Tim Selalu.id yang sebelumnya berlibur ke Lamin Guntur, Biduk-Biduk, hanya butuh satu jam untuk sampai ke lokasi.

Baca Juga: Jadi Rumah Puluhan Satwa Liar, Kebun Raya Mangrove Surabaya Cocok untuk Liburan



Setiba di sana, tim disambut bentangan air sebening kaca. Birunya begitu pekat, menyiratkan kesan magis. Telaga yang masih alami ini dipenuhi tumbuhan air, batuan segar, dan gerombolan ikan yang berenang menyambut wisatawan.



Pepohonan rindang memeluk kawasan telaga, menciptakan harmoni antara air, tanah, dan udara. Suasana sunyi memperkuat pesonanya.



Pengelola wisata Telaga Biru, Darsono, menjelaskan bahwa tempat ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Tiket masuk cukup terjangkau: Rp10 ribu untuk dewasa, dan gratis bagi anak di bawah lima tahun.

Baca Juga: Wisata Semarang Cocok Dikunjungi Bareng Anak pada Libur Sekolah



“Setiap musim libur, terutama selepas Lebaran, Telaga Biru ramai oleh wisatawan dari berbagai daerah: Balikpapan, Tarakan, Kalimantan Utara, hingga Tanjung Selor,” ujar Darsono, Senin (7/4/2025).

Namun di hari-hari biasa, telaga kembali ke sunyinya. Justru dalam kesunyian itulah, keindahannya terasa paling utuh.



“Biasanya mereka dari Pelabuhan Cermin ke Lamin Guntur, lalu mampir ke sini,” tambahnya.

Tempat ini juga sering dijadikan lokasi konten media sosial oleh para kreator. “Pernah ada wisatawan dari Bandung yang bikin video di bawah air. Jernih sekali, hasil gambarnya bagus,” kenangnya.

Baca Juga: 5 Wisata Semarang Ternyaman dan Murah Cocok untuk Liburan Bareng Anak


Namun di balik keindahannya, tersimpan kisah pilu. Pada 10 April 2024 lalu, dua remaja asal Tanjung Selor tenggelam. Satu terjatuh, satu lagi mencoba menolong—keduanya tak sempat kembali ke permukaan.

“Sejak itu, kami selalu menutup wisata ini setiap hari Jumat. Sebagai bentuk penghormatan untuk mereka yang pernah hilang di sini,” tutur Darsono.


Kedalaman telaga mencapai 10 hingga 12 meter, dengan titik rawan yang kini telah diberi batas oleh pengelola. Lokasinya hanya sekitar 20 meter dari muara laut. Meski menyimpan duka, airnya tetap memikat—seolah menyembunyikan luka dalam kilauan biru yang memabukkan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Demi Upah Rp50-100 Ribu, Kurir Paket di Surabaya Rela Melawan Hukum

Kurir paket itu kini hanya bisa menyesali perbuatannya di balik jeruji besi Polrestabes Surabaya. Ia pun hanya bisa pasrah.

Tangani Banjir Margomulyo-Tandes, Pemkot Surabaya Siapkan Pembangunan Mini Bozem

Proyek itu diharapkan dapat jadi solusi banjir yang selama ini mengganggu aktivitas lalu lintas di kawasan Margomulyo dapat berkurang secara bertahap.

Polrestabes Surabaya Buka Bazar Gratis Pengembalian Motor Laka Lantas, Catat Tanggal dan Syaratnya

Kendaraan yang jadi barang bukti laka lantas, bisa diambil di Kantor Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya di Jalan Dukuh Kupang Barat.

Sengsara Warga Gebang Lor Surabaya soal PDAM, Setiap Hari Air Harus Beli

Setiap hari, kadang warga juga mengadakan air sumur yang tidak cukup baik untuk memasak hingga mandi.

Ngawurnya Pembuangan Limbah Tetes PT Enero di Mojokerto, Baunya Menyengat

Pembuangan limbah tetes itu dikeluhkan oleh warga yang juga membuka warung sekitar lokasi lantaran bau limbah yang dibuang sangat menyengat.

Fenomena Bediding di Surabaya Diprediksi Berlangsung hingga Agustus 2026, Ini Imbauan BMKG

BMKG memperkirakan kondisi ini akan terus berlangsung seiring berjalannya musim kemarau, hingga mencapai puncaknya pada Agustus 2026.