Senin, 02 Feb 2026 01:14 WIB

Salat Idul Fitri di Taman Surya Besok, Pemkot Sediakan Juru Bahasa Isyarat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 30 Mar 2025 14:48 WIB

Selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersiap menggelar pelaksanaan Salat Idulfitri 1446 Hijriah/2025 di Taman Surya, Halaman Balai Kota Surabaya. Untuk pertama kalinya, pemkot menyediakan fasilitas ramah disabilitas pada pelaksanaan Salat Idul Fitri di Taman Surya. Fasilitas tersebut berupa shaf ramah disabilitas dan layar monitor yang menampilkan juru bahasa isyarat khutbah.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, beserta keluarga dijadwalkan hadir mengikuti salat tersebut. Dalam pelaksanaannya, KH. Prof. Moh. Ali Aziz, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, akan bertindak sebagai khatib. Sementara itu, Ustadz Qomaruddin Ahmad, yang dikenal sebagai Qari' Nasional, akan menjadi imam salat.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, menjelaskan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Pemkot Surabaya menyediakan shaf ramah disabilitas dan layar monitor yang menampilkan juru bahasa isyarat khutbah bagi penyandang disabilitas.

"Tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, kami menyediakan shaf ramah disabilitas dan layar monitor yang menampilkan juru bahasa isyarat khutbah," ujar Fikser, Minggu (30/3/2025).

Nantinya, juru bahasa isyarat akan berada di samping khatib dan disorot kamera agar gerakannya dapat ditampilkan secara jelas di layar monitor yang dipasang di beberapa titik, baik di bagian jamaah laki-laki maupun perempuan.

"Tujuannya adalah agar penyandang disabilitas dapat memahami isi khutbah dengan baik," imbuhnya.

Oleh karena itu, Fikser mengajak seluruh warga Surabaya yang tidak mudik untuk bergabung dalam Salat Idulfitri bersama Wali Kota Eri Cahyadi di Taman Surya. Salat akan dimulai pukul 06.00 WIB.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

"Bagi warga Surabaya yang tidak mudik, mari kita merayakan Idulfitri bersama-sama dengan Bapak Wali Kota Eri Cahyadi di Taman Surya," ajaknya.

Di samping itu, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, KH. Prof. Moh. Ali Aziz, menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya menyediakan shaf ramah disabilitas dan layar monitor untuk menampilkan juru bahasa isyarat khutbah pada pelaksanaan Salat Idulfitri 1446 H/2025 di Taman Surya.

"Kami menyediakan shaf ramah disabilitas, baik di bagian jamaah laki-laki maupun perempuan," ujar Prof. Ali Aziz.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Juru bahasa isyarat akan ditempatkan di samping khatib dan disorot kamera agar tampilannya dapat disaksikan melalui layar monitor.

"Ini merupakan kali pertama di Indonesia, khutbah Idulfitri disertai penerjemahan bahasa isyarat. Langkah ini diambil untuk memastikan penyandang disabilitas dapat memahami isi khutbah," jelasnya.

Prof. Ali Aziz mengajak seluruh masyarakat untuk menghadiri dan mengikuti Salat Idulfitri di Taman Surya. "Mari bersama-sama merayakan Idulfitri di Taman Surya," pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.