Senin, 20 Jul 2026 09:58 WIB

Soal Pajak Kendaraan, Warga Jatim Justru Puji Gubernur Jabar dan Jateng

Komentar warga Jatim soal pajak kendaran
Komentar warga Jatim soal pajak kendaran

selalu.id – Di tengah berbagai kebijakan pemerintah yang menuai polemik, masyarakat Jawa Timur menyoroti langkah progresif yang diambil oleh Gubernur Jawa Barat dan Jawa Tengah terkait pajak kendaraan bermotor.

 

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah memperpanjang program pemutihan pajak kendaraan hingga 30 Juni 2025. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar yang dikeluarkan oleh Gubernur Dedi Mulyadi pada Selasa (25/3/2025).

 

Menyusul langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengumumkan kebijakan penghapusan tunggakan pajak kendaraan bermotor yang berlaku mulai 8 April hingga 30 Juni 2025. Program ini tidak hanya menghapus denda pajak, tetapi juga tunggakan pokok yang selama ini belum terbayarkan.

 

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjelaskan bahwa kebijakan ini diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 31 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Piutang Daerah. Ia menyebutkan bahwa total tunggakan pajak kendaraan di Jateng mencapai Rp 2,8 triliun.

 

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, turut mengapresiasi kebijakan serupa yang diterapkan di Jawa Tengah. Dalam sebuah unggahan video, ia menyampaikan bahwa kebijakan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat.

 

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

“Nah, warga Jateng hari ini juga mendapatkan kado istimewa dari Pak Gubernurnya, sahabat saya Mas Ahmad Luthfi, yang telah membebaskan seluruh kewajiban para penunggak pajak kendaraan bermotor, baik tunggakannya maupun dendanya. Warga Jabar dan Jateng sama-sama bahagia,” ujar Dedi Mulyadi.

 

Unggahan tersebut langsung mendapat ribuan komentar dari warganet, termasuk warga Jawa Timur yang mempertanyakan kebijakan serupa di daerahnya.

 

Salah satu komentar datang dari akun @Yogi Aelah yang menulis, “Jawa Timur masih bingung, semoga menyusul. Mantap Kang Dedi.” Komentar ini diikuti oleh akun lain, seperti @Dan Di yang menyebut, “Khofifah jek butuh duwek akeh wkwk.”

Baca Juga: Khofifah Sebut KCL Singhasari Buka Dua Prodi Baru pada 2027, Berikut Cara Daftarnya

 

Beberapa warga Jatim juga mengkritik Gubernur mereka, seperti akun @Pujiono Pujiono yang berkomentar, “Jawa Timur gubernurnya cuma mikir perutnya sendiri tanpa mau memikirkan rakyat kecil yang hidupnya susah.”

 

Namun, di sisi lain, tidak sedikit warga yang memuji langkah konkret yang diambil oleh Gubernur Jabar dan Jateng, berharap kebijakan serupa segera diterapkan di Jawa Timur.

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.