Senin, 07 Sep 2026 05:34 WIB

Ratusan Massa Front Anti Militer Surabaya Gelar Aksi Tolak UU TNI di Grahadi

Massa aksi di Grahadi
Massa aksi di Grahadi

selalu.id – Ratusan massa dari Front Anti Militer menggelar unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/3/2025). Mereka menolak pengesahan Undang-Undang TNI yang dinilai melemahkan supremasi sipil.

Massa mengenakan kaos hitam dan membawa delapan tuntutan, termasuk penolakan fungsi TNI dalam ranah sipil, revisi UU Peradilan Militer, serta pencopotan TNI dari jabatan sipil. Aksi ini juga diwarnai pembakaran ban dan teatrikal penolakan militerisasi.

"Kami menolak poin-poin tambahan dalam UU TNI yang berpotensi mengancam demokrasi," ujar Juru Bicara aksi, Jaya.

Aparat keamanan bersiaga mengawasi jalannya aksi. Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Grahadi masih kondusif di bawah pengawasan ketat.

Baca Juga: DPRD Surabaya Geram, Nilai Ricuh Aksi Jagal Dipicu RPH Minim Dialog

Baca Juga: Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.