Kamis, 22 Okt 2026 23:55 WIB

Ratusan Massa Front Anti Militer Surabaya Gelar Aksi Tolak UU TNI di Grahadi

Massa aksi di Grahadi
Massa aksi di Grahadi

selalu.id – Ratusan massa dari Front Anti Militer menggelar unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/3/2025). Mereka menolak pengesahan Undang-Undang TNI yang dinilai melemahkan supremasi sipil.

Massa mengenakan kaos hitam dan membawa delapan tuntutan, termasuk penolakan fungsi TNI dalam ranah sipil, revisi UU Peradilan Militer, serta pencopotan TNI dari jabatan sipil. Aksi ini juga diwarnai pembakaran ban dan teatrikal penolakan militerisasi.

"Kami menolak poin-poin tambahan dalam UU TNI yang berpotensi mengancam demokrasi," ujar Juru Bicara aksi, Jaya.

Aparat keamanan bersiaga mengawasi jalannya aksi. Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Grahadi masih kondusif di bawah pengawasan ketat.

Baca Juga: DPRD Surabaya Geram, Nilai Ricuh Aksi Jagal Dipicu RPH Minim Dialog

Baca Juga: Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.