Selasa, 03 Feb 2026 12:57 WIB

Ratusan Massa Front Anti Militer Surabaya Gelar Aksi Tolak UU TNI di Grahadi

Massa aksi di Grahadi
Massa aksi di Grahadi

selalu.id – Ratusan massa dari Front Anti Militer menggelar unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/3/2025). Mereka menolak pengesahan Undang-Undang TNI yang dinilai melemahkan supremasi sipil.

Massa mengenakan kaos hitam dan membawa delapan tuntutan, termasuk penolakan fungsi TNI dalam ranah sipil, revisi UU Peradilan Militer, serta pencopotan TNI dari jabatan sipil. Aksi ini juga diwarnai pembakaran ban dan teatrikal penolakan militerisasi.

"Kami menolak poin-poin tambahan dalam UU TNI yang berpotensi mengancam demokrasi," ujar Juru Bicara aksi, Jaya.

Aparat keamanan bersiaga mengawasi jalannya aksi. Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Grahadi masih kondusif di bawah pengawasan ketat.

Baca Juga: Pembuat Molotov untuk Demo Grahadi Terancam UU Darurat, Pelaku Belajar dari Internet

Baca Juga: DPRD Surabaya Geram, Nilai Ricuh Aksi Jagal Dipicu RPH Minim Dialog

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.