Senin, 19 Okt 2026 17:07 WIB

Ratusan RW di Surabaya Dinyatakan Bebas TBC, Dinkes Perkuat Pemantauan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Mar 2025 13:02 WIB
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menanggulangi Tuberkulosis (TBC) mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, hingga akhir 2024, sebanyak 111 RW di Kota Pahlawan telah mencapai status Kampung Bebas TBC.

Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan keberhasilan ini didukung oleh sinergi berbagai pihak, termasuk masyarakat, tenaga kesehatan, akademisi, dan sektor swasta. Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 117 Tahun 2024 tentang Penanggulangan Tuberkulosis di Surabaya juga memperkuat langkah-langkah penanganan.

“Perwali ini menjadi pedoman dalam penanganan kasus TBC, mulai dari diagnosis hingga pengobatan berkelanjutan. Kami juga memperkuat pemantauan agar tidak ada pasien yang putus berobat,” ujar Nanik, Jumat (21/3/2025).

Pemkot Surabaya telah menjalankan berbagai program skrining dan pencegahan untuk mempercepat eliminasi TBC, di antaranya skrining berbasis wilayah yang melibatkan Puskesmas serta penggunaan Portable X-Ray untuk deteksi dini.

“Kami juga melakukan investigasi kontak bagi mereka yang tinggal serumah dengan pasien TBC serta memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk mengurangi risiko penularan,” tambahnya.

Hingga Desember 2024, Kampung Bebas TBC tersebar di berbagai wilayah, yaitu Surabaya Barat (17 RW), Surabaya Pusat (13 RW), Surabaya Utara (14 RW), Surabaya Timur (38 RW), dan Surabaya Selatan (29 RW).

Untuk memperluas cakupan Kampung Bebas TBC, Dinkes menargetkan pencapaian 100 persen skrining bagi terduga TBC, penemuan kasus minimal 90 persen, serta tingkat keberhasilan pengobatan 90 persen pada 2025.

“Kami terus menggencarkan sosialisasi dan mengajak warga Surabaya aktif dalam upaya eliminasi TBC. Dengan lingkungan yang sehat, kita bisa menciptakan kota yang lebih bebas dari penyakit menular,” pungkas Nanik.

Baca Juga: Kikis Stigma Sarang Narkoba, Pemkot Surabaya Siap Sulap Jalan Kunti jadi Kampung Bersinar

Editor : Ading
Berita Terbaru

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.

Kapolresta Sidoarjo Berganti, Ini Pesan Khusus Bupati Subandi

Kombes Pol Christian Tobing, mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama dua tahun sepuluh bulan masa jabatannya saat jadi Kapolresta Sidoarjo.

Sekolah di Surabaya Diminta Outing Kelas di Ruang Publik Tanpa ke Luar Kota

Surabaya memiliki banyak ruang publik dan destinasi edukasi yang bisa dimanfaatkan sekolah.

Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Ia juga menyoroti pentingnya kemitraan antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kapolda Jatim Atur Lalu Lintas di Surabaya

Jalan Ahmad Yani, Taman Bungkul, Jalan Wonokromo, Jalan Ciliwung, Jalan Jagir, serta Bundaran CITO Surabaya.

Kuota Haji Jatim Tetap, Kemenhaj: Jemaah Harus Sehat untuk Dapat Surat Istithaah

Jemaah yang dinyatakan tidak sehat oleh tim kesehatan tidak akan diterbangkan, dan tidak ada jalan lain untuk memaksakan keberangkatan.