Selasa, 03 Feb 2026 04:38 WIB

Ratusan RW di Surabaya Dinyatakan Bebas TBC, Dinkes Perkuat Pemantauan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Mar 2025 13:02 WIB
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menanggulangi Tuberkulosis (TBC) mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, hingga akhir 2024, sebanyak 111 RW di Kota Pahlawan telah mencapai status Kampung Bebas TBC.

Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan keberhasilan ini didukung oleh sinergi berbagai pihak, termasuk masyarakat, tenaga kesehatan, akademisi, dan sektor swasta. Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 117 Tahun 2024 tentang Penanggulangan Tuberkulosis di Surabaya juga memperkuat langkah-langkah penanganan.

“Perwali ini menjadi pedoman dalam penanganan kasus TBC, mulai dari diagnosis hingga pengobatan berkelanjutan. Kami juga memperkuat pemantauan agar tidak ada pasien yang putus berobat,” ujar Nanik, Jumat (21/3/2025).

Pemkot Surabaya telah menjalankan berbagai program skrining dan pencegahan untuk mempercepat eliminasi TBC, di antaranya skrining berbasis wilayah yang melibatkan Puskesmas serta penggunaan Portable X-Ray untuk deteksi dini.

“Kami juga melakukan investigasi kontak bagi mereka yang tinggal serumah dengan pasien TBC serta memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk mengurangi risiko penularan,” tambahnya.

Hingga Desember 2024, Kampung Bebas TBC tersebar di berbagai wilayah, yaitu Surabaya Barat (17 RW), Surabaya Pusat (13 RW), Surabaya Utara (14 RW), Surabaya Timur (38 RW), dan Surabaya Selatan (29 RW).

Untuk memperluas cakupan Kampung Bebas TBC, Dinkes menargetkan pencapaian 100 persen skrining bagi terduga TBC, penemuan kasus minimal 90 persen, serta tingkat keberhasilan pengobatan 90 persen pada 2025.

“Kami terus menggencarkan sosialisasi dan mengajak warga Surabaya aktif dalam upaya eliminasi TBC. Dengan lingkungan yang sehat, kita bisa menciptakan kota yang lebih bebas dari penyakit menular,” pungkas Nanik.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.