Jumat, 05 Jun 2026 03:47 WIB

Anoa Koleksi Kebun Binatang Surabaya Mati, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Jan 2022 11:12 WIB
Anoa bernama Bobby koleksi Kebun Binatang Surabaya
Anoa bernama Bobby koleksi Kebun Binatang Surabaya

selalu.id - Setelah Dumbo, salah satu hewan koleksi Kebun Binatang Surabaya kembali mati. Kali ini seekor Anoa yang ditemukan mati pada Minggu (16/1/2022) sekitar pukul 17.30 WIB.

Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Agus Supangat menjelaskan penyebab kematian Bobby yang mati usia 19 tahun itu sakit karena tidak nafsu makan dan tidak dapat berdiri.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Sehingga, pihaknya segera melaporkan ke BBKSDA Jatim dan satwa anoa mendapatkan perawatan medis.

"Jadi sebelum mati, di hari Sabtu (15/1/2022) kondisi anoa sedang sakit. Kami langsung kontak tim medis dengan pendampingan BBKSDA Jatim," kata Agus saat dihubungi, Selasa (18/1/2022).

Agus menyampaikan, BBKSDA jatim memberikan infus intra vena, vitamin, mineral, obat anti kembung, antibiotik dan pemberian pakan alami dengan cara disuapi, dan dilakukan pengawasan selama 24 jam.

"Bobby sudah mulai berdiri sendiri, defekasi lembek berwarna kehijauan namun hanya sedikit," jelasnya.

Akan tetapi, nasib anoa Bobby akhirnya tidak bisa tertolong pada Minggu (16/1/2022) sore pukul 17.30 WIB. Sebelum mati, anoa Bobby sudah bisa berdiri setelah mendapat perawatan.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Agus menyebut dari diagnosa kematian sementara disebabkan oleh faktor usia yang sudah tua, sehingga fungsi organ tubuh satwa mengalami penurunan.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian dan
literature yang ada, menyebutkan bahwa rata-rata usia hidup satwa jenis Anoa berkisar antara 22-24 tahun.

"Kami sudah laporkan kematian ke BBKSDA Jatim,"terangnya.

Lebih lanjut Agus menjelasakan, untuk memperkuat diagnosa penyebab kematian dilakukan pengiriman sample bagian organ tubuh.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Sample bagian organ tubuh itu, yakni trakea, paru-paru, jantung ,limfa, hati, ginjal, lambung, usus halus dan usus besar untuk dikirim ke laboratorium," jelasnya

Ia menambahkan, sedangkan organ lainnya dilakukan pemusnahan dengan dibakar di Krematorium Kebun Binatang Surabaya.

"Sebagian tubuh anoa sudah kami bakar di krematorium KBS dan sisanya kami kirimkan untuk sampel diagnosa," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.