Selasa, 21 Jul 2026 17:57 WIB

Anoa Koleksi Kebun Binatang Surabaya Mati, Ini Penyebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Jan 2022 11:12 WIB
Anoa bernama Bobby koleksi Kebun Binatang Surabaya
Anoa bernama Bobby koleksi Kebun Binatang Surabaya

selalu.id - Setelah Dumbo, salah satu hewan koleksi Kebun Binatang Surabaya kembali mati. Kali ini seekor Anoa yang ditemukan mati pada Minggu (16/1/2022) sekitar pukul 17.30 WIB.

Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Agus Supangat menjelaskan penyebab kematian Bobby yang mati usia 19 tahun itu sakit karena tidak nafsu makan dan tidak dapat berdiri.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Sehingga, pihaknya segera melaporkan ke BBKSDA Jatim dan satwa anoa mendapatkan perawatan medis.

"Jadi sebelum mati, di hari Sabtu (15/1/2022) kondisi anoa sedang sakit. Kami langsung kontak tim medis dengan pendampingan BBKSDA Jatim," kata Agus saat dihubungi, Selasa (18/1/2022).

Agus menyampaikan, BBKSDA jatim memberikan infus intra vena, vitamin, mineral, obat anti kembung, antibiotik dan pemberian pakan alami dengan cara disuapi, dan dilakukan pengawasan selama 24 jam.

"Bobby sudah mulai berdiri sendiri, defekasi lembek berwarna kehijauan namun hanya sedikit," jelasnya.

Akan tetapi, nasib anoa Bobby akhirnya tidak bisa tertolong pada Minggu (16/1/2022) sore pukul 17.30 WIB. Sebelum mati, anoa Bobby sudah bisa berdiri setelah mendapat perawatan.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Agus menyebut dari diagnosa kematian sementara disebabkan oleh faktor usia yang sudah tua, sehingga fungsi organ tubuh satwa mengalami penurunan.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian dan
literature yang ada, menyebutkan bahwa rata-rata usia hidup satwa jenis Anoa berkisar antara 22-24 tahun.

"Kami sudah laporkan kematian ke BBKSDA Jatim,"terangnya.

Lebih lanjut Agus menjelasakan, untuk memperkuat diagnosa penyebab kematian dilakukan pengiriman sample bagian organ tubuh.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Sample bagian organ tubuh itu, yakni trakea, paru-paru, jantung ,limfa, hati, ginjal, lambung, usus halus dan usus besar untuk dikirim ke laboratorium," jelasnya

Ia menambahkan, sedangkan organ lainnya dilakukan pemusnahan dengan dibakar di Krematorium Kebun Binatang Surabaya.

"Sebagian tubuh anoa sudah kami bakar di krematorium KBS dan sisanya kami kirimkan untuk sampel diagnosa," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.