Kamis, 22 Okt 2026 21:38 WIB

Apel Operasi Ketupat 2025 Diwarnai Aksi Demo di Gedung Grahadi

Aksi Kamisan di depan Grahadi
Aksi Kamisan di depan Grahadi

selalu.id  –  Bertepatan dengan 'Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2025 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, 'Aksi Kamisan' Surabaya melakukan aksi demo dimana mereka mengecam keras pengesahan revisi Undang-Undang TNI oleh DPR RI pada Kamis, 20 Maret 2025.  

 

Baca Juga: Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Mereka menilai revisi UU No. 34 Tahun 2004 ini sebagai upaya mengembalikan dominasi militer dalam pemerintahan,  mengingatkan pada era Orde Baru. Zaldi Maulana, Korlap Aksi Kamisan, menyatakan keprihatinan atas pasal-pasal dalam UU baru yang memungkinkan TNI menduduki jabatan sipil di 15 lembaga strategis.  

 

"Kami menganggap sebagai bentuk “dwi fungsi” TNI yang anti-demokrasi dan membuka peluang bagi militerisme di Indonesia," ungkapnya di depan Grahadi, Surabaya pada Kamis (20/3/2025).

 

Aksi Kamisan menilai pengesahan UU ini mengabaikan agenda reformasi sektor keamanan yang lebih mendesak, seperti perubahan Peradilan Militer untuk memastikan prinsip persamaan di hadapan hukum.  

 

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Mereka menuding DPR telah bersikap abai dan anti-demokrasi dengan mengesahkan UU tersebut tanpa akuntabilitas yang memadai. 

 

Ketidakhadiran urgensi transformasi TNI ke arah profesionalitas juga disoroti.  "Revisi UU TNI, justru akan melemahkan profesionalisme militer dan menjadikan perwira TNI sebagai pemburu rente dan jabatan sipil," paparnya.

 

Baca Juga: Top 5 Berita: Pengurus Pondok Cabul hingga Demo Depan Polda Jatim

Zaldi Maulana menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menolak dan membatalkan UU TNI yang baru disahkan.  Mereka mendesak pemerintah untuk membentuk TNI yang profesional, bukan TNI yang mengejar rente dan jabatan sipil.  

 

Aksi Kamisan menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan supremasi sipil dan menolak segala bentuk militerisme di Indonesia.  Mereka akan melakukan konsolidasi untuk menggalang dukungan dan aksi lebih lanjut.

Editor : Ading
Berita Terbaru

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanjunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.