Kamis, 22 Okt 2026 12:05 WIB

Penertiban Pasar Saat Ramadan, DPRD Surabaya: Itu Bisa Matikan Ekonomi Rakyat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Mar 2025 10:32 WIB
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan pasar tradisional di bulan Ramadan menuai kritik tajam dari DPRD Kota Surabaya. Kebijakan ini dinilai tidak tepat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih lesu.

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menegaskan bahwa penertiban tidak seharusnya dilakukan secara represif, terutama saat Ramadan. Ia meminta Pemkot mengedepankan dialog dan pembinaan ketimbang tindakan yang berpotensi merugikan pedagang kecil.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider


"Kami berharap kebijakan ini lebih berpihak kepada pedagang. Ramadan adalah bulan penuh berkah, jangan sampai mereka kehilangan kesempatan mencari nafkah," ujar Yona, Rabu (19/3/2025).

Menurutnya, pasar tradisional bukan sekadar tempat jual beli, tetapi juga bagian penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap pedagang kecil.

Ia juga mempertanyakan alasan Pemkot baru mengambil langkah penertiban sekarang. "Pasar-pasar ini sudah ada bertahun-tahun. Mengapa baru sekarang ditertibkan, apalagi di bulan Ramadan? Kebijakan harus konsisten dan adil, jangan tebang pilih," tegasnya.

Senada dengan Yona, Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, Tubagus Lukman Amin, juga mengkritik rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap penertiban harus dibarengi solusi konkret agar tidak semakin membebani ekonomi rakyat.

"Jangan hanya menertibkan tanpa solusi. Jika pedagang direlokasi, pastikan ada tempat yang layak dan strategis agar mereka tidak kehilangan pelanggan," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa relokasi yang tidak matang bisa berdampak fatal bagi pedagang. "Kalau dipindahkan ke tempat yang jauh, mereka bisa kehilangan pembeli. Bukannya membantu, malah mematikan usaha mereka," pungkasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi mata Uang Asing dan Valas Raib

Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya.

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.

Hasil Liga Champions: Como Bantai Manchester United 4-1, Setan Merah Tak Berkutik

Nico Paz jadi bintang lapangan. Gelandang muda Argentina itu mencetak 2 gol dan 1 assist.

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.