Senin, 07 Sep 2026 04:07 WIB

Pemkot Surabaya Buka Posko Aduan THR Offline dan Online, Warga Bisa Lapor hingga Lebaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 14 Mar 2025 14:39 WIB
THR
THR

selalu.id - Pemkot Surabaya memastikan hak pekerja atas Tunjangan Hari Raya (THR) tetap terjaga dengan membuka posko pengaduan hingga Hari Raya Idulfitri 2025.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap kepatuhan perusahaan dalam memberikan THR sesuai aturan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menegaskan bahwa Pemkot telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan perusahaan membayar THR tepat waktu.

“Pengawasan sudah kami lakukan melalui Disperinaker bekerja sama dengan Aliansi Serikat Bekerja (Gasper). InsyaAllah kami pastikan THR disalurkan sesuai aturan,” kata Eri, Jumat (14/3/2025).

Eri juga mengingatkan para pengusaha agar menaati Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016, yang mewajibkan pemberian THR paling lambat H-7 sebelum Lebaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Achmad Zaini, menjelaskan bahwa posko pengaduan THR tersedia dalam dua metode, yakni online dan offline.

“Untuk pengaduan offline, pekerja bisa datang langsung ke kantor Disperinaker di Jalan Penjaringan Asri Nomor 36, Surabaya. Sementara untuk pengaduan online, bisa melalui barcode yang telah disebarkan ke berbagai perusahaan dan serikat pekerja,” jelas Zaini.

Pengaduan dapat dilakukan oleh dua pihak, yakni perusahaan yang ingin melaporkan sudah membayarkan THR, serta pekerja yang belum menerima haknya. Namun, pekerja yang ingin melapor harus memiliki bukti status hubungan kerja dengan perusahaan.

“Jika hubungan kerja sudah berakhir atau kontrak sudah selesai, maka pengaduan tidak bisa diproses,” tambahnya.

Setelah menerima laporan, Disperinaker akan memfasilitasi mediasi antara pekerja dan perusahaan guna mencari solusi terbaik.

Zaini berharap jumlah pengaduan THR tahun ini semakin menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data, jumlah pengaduan mengalami fluktuasi, namun cenderung menurun sejak 2022.

“Tahun 2022 ada 21 pengaduan, lalu naik menjadi 26 pada 2023. Namun, pada 2024 turun drastis menjadi 11 laporan,” ungkapnya.

Dari 11 laporan tahun lalu, sembilan kasus berhasil diselesaikan dengan pembayaran THR kepada pekerja, sedangkan dua lainnya tidak bisa ditindaklanjuti karena pelapor sudah tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut.

“Kami berharap tahun ini semakin sedikit pengaduan, artinya semakin banyak perusahaan yang taat aturan dan pekerja mendapatkan haknya tepat waktu,” pungkas Zaini.

Baca Juga: Takut PHK karena Tuntut THR? Posko Aduan DPRD Surabaya: Identitas Pelapor Aman!

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.