Selasa, 03 Feb 2026 07:55 WIB

Surabaya Darurat Lahan Makam, DPRD: Memang Perlu Perluasan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 13 Mar 2025 18:26 WIB
Pemakaman di Surabaya
Pemakaman di Surabaya

selalu.id  – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mempertanyakan pemanfaatan kontribusi pengembang perumahan yang seharusnya digunakan untuk perluasan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Surabaya.

Menurutnya, seiring dengan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang terus meningkat, kebutuhan lahan pemakaman juga harus dipikirkan secara serius oleh pemerintah kota.

“Surabaya sebagai ibu kota Jawa Timur akan menjadi Superhub setelah perpindahan IKN. Jumlah penduduk pasti terus bertambah, baik karena urbanisasi maupun pertumbuhan rumah tangga. Pemerintah kota harus memikirkan tidak hanya soal pemenuhan kebutuhan hidup, tetapi juga bagaimana mengakomodasi pemakaman warganya,” ujar Fathoni, saat dihubyngi selalu.id, Kamis (14/3/2025).

Saat ini, Pemkot Surabaya mengelola beberapa TPU besar seperti Waru Gunung dan Keputih, selain makam-makam kecil di kampung-kampung.

Namun, permasalahan muncul ketika warga pendatang yang tinggal di perumahan-perumahan tidak memiliki akses ke makam keluarga di kampung asalnya.

Fathoni mengungkapkan bahwa setiap pengembang perumahan di Surabaya telah dikenakan kewajiban membayar kontribusi makam sebesar 2 persen dari luas lahan yang mereka bangun.

Karena itu, dia menegaskan bahwa dana tersebut harus digunakan secara optimal untuk memperluas TPU yang ada.

“Perumahan-perumahan baru sudah dikenai kontribusi makam. Seharusnya, uang itu digunakan untuk memperluas lahan TPU yang dikelola pemerintah kota. Setiap tahun, harus ada alokasi anggaran dari kontribusi tersebut untuk memperbesar kapasitas makam seperti Waru Gunung dan Keputih,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua DPD Golkar Surabaya itu menyinggung rencana lama perluasan lahan TPU Waru Gunung dan Keputih yang hingga kini belum terealisasi, meskipun lokasi sudah ditetapkan sejak lama.

Tak hanya itu, dia juga menyoroti adanya potensi spekulasi dalam pengadaan lahan makam di masa lalu.

“Sebenarnya sudah ada perencanaan perluasan lahan makam sejak dulu, tapi belum terealisasi. Kita juga harus waspada terhadap potensi spekulasi atau permainan dalam pengadaan lahan ini. Oleh karena itu, saya mendorong agar proses ini didampingi oleh aparat penegak hukum sejak awal, supaya transparan dan tidak ada penyimpangan,” tegasnya.

Lebih lanjut Fathoni menambahkan bahwa banyak warga di sekitar TPU Keputih yang sebenarnya bersedia menjual lahannya kepada pemerintah kota karena enggan membangun rumah di dekat makam.

Namun, hingga kini belum ada langkah nyata dari Pemkot untuk melakukan pembelian lahan tersebut.

Perluasan TPU, kata dia, adalah solusi paling realistis dibandingkan opsi lain seperti pembangunan makam bertingkat, yang dinilai kurang cocok diterapkan di Surabaya.

“Solusinya ya perluasan lahan. Tidak mungkin kita buat makam susun. Jadi, pemerintah kota harus memastikan kontribusi pengembang benar-benar digunakan sesuai tujuan awal, yaitu menyediakan lahan pemakaman yang cukup bagi warga Surabaya,” pungkasnya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.