Senin, 07 Sep 2026 03:33 WIB

Surabaya Darurat Lahan Makam, DPRD: Memang Perlu Perluasan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 13 Mar 2025 18:26 WIB
Pemakaman di Surabaya
Pemakaman di Surabaya

selalu.id  – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mempertanyakan pemanfaatan kontribusi pengembang perumahan yang seharusnya digunakan untuk perluasan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Surabaya.

Menurutnya, seiring dengan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang terus meningkat, kebutuhan lahan pemakaman juga harus dipikirkan secara serius oleh pemerintah kota.

“Surabaya sebagai ibu kota Jawa Timur akan menjadi Superhub setelah perpindahan IKN. Jumlah penduduk pasti terus bertambah, baik karena urbanisasi maupun pertumbuhan rumah tangga. Pemerintah kota harus memikirkan tidak hanya soal pemenuhan kebutuhan hidup, tetapi juga bagaimana mengakomodasi pemakaman warganya,” ujar Fathoni, saat dihubyngi selalu.id, Kamis (14/3/2025).

Saat ini, Pemkot Surabaya mengelola beberapa TPU besar seperti Waru Gunung dan Keputih, selain makam-makam kecil di kampung-kampung.

Namun, permasalahan muncul ketika warga pendatang yang tinggal di perumahan-perumahan tidak memiliki akses ke makam keluarga di kampung asalnya.

Fathoni mengungkapkan bahwa setiap pengembang perumahan di Surabaya telah dikenakan kewajiban membayar kontribusi makam sebesar 2 persen dari luas lahan yang mereka bangun.

Karena itu, dia menegaskan bahwa dana tersebut harus digunakan secara optimal untuk memperluas TPU yang ada.

“Perumahan-perumahan baru sudah dikenai kontribusi makam. Seharusnya, uang itu digunakan untuk memperluas lahan TPU yang dikelola pemerintah kota. Setiap tahun, harus ada alokasi anggaran dari kontribusi tersebut untuk memperbesar kapasitas makam seperti Waru Gunung dan Keputih,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua DPD Golkar Surabaya itu menyinggung rencana lama perluasan lahan TPU Waru Gunung dan Keputih yang hingga kini belum terealisasi, meskipun lokasi sudah ditetapkan sejak lama.

Tak hanya itu, dia juga menyoroti adanya potensi spekulasi dalam pengadaan lahan makam di masa lalu.

“Sebenarnya sudah ada perencanaan perluasan lahan makam sejak dulu, tapi belum terealisasi. Kita juga harus waspada terhadap potensi spekulasi atau permainan dalam pengadaan lahan ini. Oleh karena itu, saya mendorong agar proses ini didampingi oleh aparat penegak hukum sejak awal, supaya transparan dan tidak ada penyimpangan,” tegasnya.

Lebih lanjut Fathoni menambahkan bahwa banyak warga di sekitar TPU Keputih yang sebenarnya bersedia menjual lahannya kepada pemerintah kota karena enggan membangun rumah di dekat makam.

Namun, hingga kini belum ada langkah nyata dari Pemkot untuk melakukan pembelian lahan tersebut.

Perluasan TPU, kata dia, adalah solusi paling realistis dibandingkan opsi lain seperti pembangunan makam bertingkat, yang dinilai kurang cocok diterapkan di Surabaya.

“Solusinya ya perluasan lahan. Tidak mungkin kita buat makam susun. Jadi, pemerintah kota harus memastikan kontribusi pengembang benar-benar digunakan sesuai tujuan awal, yaitu menyediakan lahan pemakaman yang cukup bagi warga Surabaya,” pungkasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.