Jumat, 05 Jun 2026 06:05 WIB

Tim Satgas Pangan Temukan Kecurangan Minyak Goreng di Pasar Wonokromo

Sidak Satga Pangan Polda Jatim
Sidak Satga Pangan Polda Jatim

selalu.id – Memasuki hari ke-12 puasa ramadhan 2025, Operasi Pasar yang dilakukan Tim Satgas Pangan Polda Jawa Timur di Pasar Wonokromo, Surabaya, Rabu (12/3/2025), mengungkap praktik kecurangan yang meresahkan masyarakat menjelang Lebaran.  Meskipun secara umum ketersediaan bahan pokok, termasuk minyak goreng, dinyatakan aman dan mencukupi hingga Idul Fitri,  temuan ketidaksesuaian volume pada produk minyak goreng kemasan menjadi sorotan utama.

Sidak yang merupakan bagian dari pemantauan harga kebutuhan pokok selama Ramadan ini melibatkan berbagai instansi terkait. Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, menyampaikan bahwa stok sembako secara keseluruhan dalam kondisi aman.  "Alhamdulillah, sembako dan bahan pokok lainnya stoknya aman, termasuk minyak goreng," ujarnya. 

Namun, pernyataan tersebut langsung diimbangi dengan temuan mengejutkan dari Wakil Satgas Pangan Jawa Timur, AKBP Irwan Kurniawan AZ. AKBP Irwan, yang juga menjabat sebagai Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim, menjelaskan hasil pemeriksaan di lapangan.  "Kami menemukan ketidaksesuaian volume pada produk Minyak Kita kemasan botol satu liter.  Setelah diukur dengan bejana ukur, ternyata isinya hanya 850 ml," ungkap AKBP Irwan. 

Kejadian ini bukan hanya satu kasus terisolasi.  Selain kekurangan volume, harga jual minyak goreng tersebut juga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.  "HET-nya Rp 15.700, tetapi di pasaran ada yang menjual hingga Rp 17.000," tambahnya.

Tim Satgas Pangan tidak tinggal diam.  Mereka berkomitmen untuk menelusuri rantai distribusi, mulai dari produsen hingga distributor tingkat tiga (D3), untuk mengungkap penyebab kenaikan harga dan kekurangan volume tersebut.  Dari tiga perusahaan yang diperiksa,  UD Jaya Abadi teridentifikasi sebagai pemasok minyak goreng dengan volume yang tidak sesuai standar.  Sebaliknya, produk dari Wilmar dan Mega Jaya justru ditemukan berisi lebih dari satu liter.

"Ini sangat mencederai hati masyarakat.  Volumenya sudah dikurangi, harganya masih dinaikkan.  Ini akan kami tindaklanjuti," tegas AKBP Irwan.  Ia menambahkan bahwa tindakan tegas akan diberikan kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan kecurangan.  "Kami datang ke sini untuk melayani masyarakat, memberikan kepastian kepada masyarakat," ujarnya. 

AKBP Irwan juga memberikan peringatan keras kepada oknum yang memanfaatkan situasi Ramadan untuk meraup keuntungan dengan cara curang.  "Apabila kami temukan, kami dari Satgas Pangan Polda Jatim akan melakukan proses sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya.

Pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok akan terus dilakukan Tim Satgas Pangan Polda Jatim hingga setelah Idul Fitri.  Komitmen ini bertujuan untuk memastikan kelancaran ibadah dan mencegah praktik-praktik curang yang merugikan masyarakat.  Kasus ini menjadi bukti pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi barang kebutuhan pokok, terutama di masa-masa krusial seperti bulan Ramadan. 

Baca Juga: Satgas Pangan Polda Jatim Pastikan Stok MinyaKita Aman Hingga Lebaran

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.