Kamis, 04 Jun 2026 23:27 WIB

Identitas Mayat Wanita Tanpa Busana di Sungai Jagir Dikenali, Keluarga Tolak Autopsi

  • Penulis : Yasin
  • | Senin, 10 Mar 2025 17:27 WIB
Penemuan mayat di Kali Jagir
Penemuan mayat di Kali Jagir

selalu.id  –  Kehebohan melanda warga Surabaya menyusul penemuan mayat perempuan tanpa busana di Sungai Jagir, Senin (10/3/2025) pagi.  Penemuan tragis ini bermula dari seorang pemancing yang sedang memancing di bantaran sungai.  Kail pancingnya tersangkut pada rambut korban yang sudah mengapung di permukaan air.  Mengetahui hal tersebut, pemancing tersebut segera melapor kepada petugas kebersihan setempat, Feri Safianto.

Feri, yang menerima laporan dari pemancing tersebut,  menemukan jenazah dalam kondisi mengenaskan.  Korban sudah membengkak dan melepuh,  menunjukkan korban telah berada di dalam air untuk jangka waktu yang cukup lama.  Bau busuk menyengat tercium di sekitar lokasi penemuan.

Laporan tersebut langsung diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya dan Polsek Wonokromo.  Tim gabungan BPBD dan Inafis Polrestabes Surabaya kemudian melakukan evakuasi jenazah dengan sangat hati-hati mengingat kondisi jenazah yang sudah rusak parah.

Identifikasi korban dilakukan beberapa jam kemudian.  Polsek Wonokromo berhasil mengidentifikasi korban berdasarkan laporan orang hilang yang masuk ke Polsek Wiyung tiga hari sebelumnya, Jumat, 7 Maret 2025.  Korban adalah Ludia Ratnaningsih (43) anak bungsu dari 7 bersaudara, warga Kedurus 1B/39, yang dilaporkan hilang oleh suaminya.

Keluarga korban, yang diwakili oleh sepupu korban bernama Mustofa (60),  mengidentifikasi jenazah di Rumah Sakit Dokter Soetomo.  Mustofa memastikan jenazah tersebut adalah Ludia.  Namun,  keluarga menolak autopsi untuk mengetahui penyebab kematian.  Saat ini, Mustofa sedang mengurus administrasi untuk membawa jenazah Ludia.

Meskipun keluarga menolak autopsi,  penyelidikan polisi dari Polsek Wonokromo dan Polsek Wiyung terus berlanjut.  Petugas mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi.  Dugaan sementara penyebab kematian adalah tenggelam,  namun polisi masih menyelidiki kemungkinan lain, termasuk kemungkinan adanya tindak pidana seperti pembunuhan.  Petugas juga akan menganalisis data forensik yang tersedia meskipun autopsi ditolak.

Kasus kematian Ludia telah menjadi perhatian publik dan menimbulkan keprihatinan.  Kejadian ini menyoroti pentingnya keamanan dan keselamatan perempuan di Surabaya.  Petugas kepolisian setempat juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan. 

Sekadar diketahui, penyelidikan kasus ini masih berlanjut untuk mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.  Polisi berkomitmen untuk mengungkap seluruh fakta terkait kematian Ludia,  terlepas dari penolakan autopsi oleh keluarga.

 

Baca Juga: Mayat Pria asal Jombang Ditemukan di Teras Hotel Mojokerto, Masih Pakai Jaket dan Helm

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.