Kamis, 22 Okt 2026 03:43 WIB

Identitas Mayat Wanita Tanpa Busana di Sungai Jagir Dikenali, Keluarga Tolak Autopsi

  • Penulis : Yasin
  • | Senin, 10 Mar 2025 17:27 WIB
Penemuan mayat di Kali Jagir
Penemuan mayat di Kali Jagir

selalu.id  –  Kehebohan melanda warga Surabaya menyusul penemuan mayat perempuan tanpa busana di Sungai Jagir, Senin (10/3/2025) pagi.  Penemuan tragis ini bermula dari seorang pemancing yang sedang memancing di bantaran sungai.  Kail pancingnya tersangkut pada rambut korban yang sudah mengapung di permukaan air.  Mengetahui hal tersebut, pemancing tersebut segera melapor kepada petugas kebersihan setempat, Feri Safianto.

Feri, yang menerima laporan dari pemancing tersebut,  menemukan jenazah dalam kondisi mengenaskan.  Korban sudah membengkak dan melepuh,  menunjukkan korban telah berada di dalam air untuk jangka waktu yang cukup lama.  Bau busuk menyengat tercium di sekitar lokasi penemuan.

Laporan tersebut langsung diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya dan Polsek Wonokromo.  Tim gabungan BPBD dan Inafis Polrestabes Surabaya kemudian melakukan evakuasi jenazah dengan sangat hati-hati mengingat kondisi jenazah yang sudah rusak parah.

Identifikasi korban dilakukan beberapa jam kemudian.  Polsek Wonokromo berhasil mengidentifikasi korban berdasarkan laporan orang hilang yang masuk ke Polsek Wiyung tiga hari sebelumnya, Jumat, 7 Maret 2025.  Korban adalah Ludia Ratnaningsih (43) anak bungsu dari 7 bersaudara, warga Kedurus 1B/39, yang dilaporkan hilang oleh suaminya.

Keluarga korban, yang diwakili oleh sepupu korban bernama Mustofa (60),  mengidentifikasi jenazah di Rumah Sakit Dokter Soetomo.  Mustofa memastikan jenazah tersebut adalah Ludia.  Namun,  keluarga menolak autopsi untuk mengetahui penyebab kematian.  Saat ini, Mustofa sedang mengurus administrasi untuk membawa jenazah Ludia.

Meskipun keluarga menolak autopsi,  penyelidikan polisi dari Polsek Wonokromo dan Polsek Wiyung terus berlanjut.  Petugas mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi.  Dugaan sementara penyebab kematian adalah tenggelam,  namun polisi masih menyelidiki kemungkinan lain, termasuk kemungkinan adanya tindak pidana seperti pembunuhan.  Petugas juga akan menganalisis data forensik yang tersedia meskipun autopsi ditolak.

Kasus kematian Ludia telah menjadi perhatian publik dan menimbulkan keprihatinan.  Kejadian ini menyoroti pentingnya keamanan dan keselamatan perempuan di Surabaya.  Petugas kepolisian setempat juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan. 

Sekadar diketahui, penyelidikan kasus ini masih berlanjut untuk mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.  Polisi berkomitmen untuk mengungkap seluruh fakta terkait kematian Ludia,  terlepas dari penolakan autopsi oleh keluarga.

 

Baca Juga: 7 Fakta Pembunuhan Janda Jombang di Surabaya, Nomor 4 dan 5 Bikin Penasaran

Editor : Ading
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.