Rabu, 22 Jul 2026 04:22 WIB

Identitas Mayat Wanita Tanpa Busana di Sungai Jagir Dikenali, Keluarga Tolak Autopsi

  • Penulis : Yasin
  • | Senin, 10 Mar 2025 17:27 WIB
Penemuan mayat di Kali Jagir
Penemuan mayat di Kali Jagir

selalu.id  –  Kehebohan melanda warga Surabaya menyusul penemuan mayat perempuan tanpa busana di Sungai Jagir, Senin (10/3/2025) pagi.  Penemuan tragis ini bermula dari seorang pemancing yang sedang memancing di bantaran sungai.  Kail pancingnya tersangkut pada rambut korban yang sudah mengapung di permukaan air.  Mengetahui hal tersebut, pemancing tersebut segera melapor kepada petugas kebersihan setempat, Feri Safianto.

Feri, yang menerima laporan dari pemancing tersebut,  menemukan jenazah dalam kondisi mengenaskan.  Korban sudah membengkak dan melepuh,  menunjukkan korban telah berada di dalam air untuk jangka waktu yang cukup lama.  Bau busuk menyengat tercium di sekitar lokasi penemuan.

Laporan tersebut langsung diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya dan Polsek Wonokromo.  Tim gabungan BPBD dan Inafis Polrestabes Surabaya kemudian melakukan evakuasi jenazah dengan sangat hati-hati mengingat kondisi jenazah yang sudah rusak parah.

Identifikasi korban dilakukan beberapa jam kemudian.  Polsek Wonokromo berhasil mengidentifikasi korban berdasarkan laporan orang hilang yang masuk ke Polsek Wiyung tiga hari sebelumnya, Jumat, 7 Maret 2025.  Korban adalah Ludia Ratnaningsih (43) anak bungsu dari 7 bersaudara, warga Kedurus 1B/39, yang dilaporkan hilang oleh suaminya.

Keluarga korban, yang diwakili oleh sepupu korban bernama Mustofa (60),  mengidentifikasi jenazah di Rumah Sakit Dokter Soetomo.  Mustofa memastikan jenazah tersebut adalah Ludia.  Namun,  keluarga menolak autopsi untuk mengetahui penyebab kematian.  Saat ini, Mustofa sedang mengurus administrasi untuk membawa jenazah Ludia.

Meskipun keluarga menolak autopsi,  penyelidikan polisi dari Polsek Wonokromo dan Polsek Wiyung terus berlanjut.  Petugas mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi.  Dugaan sementara penyebab kematian adalah tenggelam,  namun polisi masih menyelidiki kemungkinan lain, termasuk kemungkinan adanya tindak pidana seperti pembunuhan.  Petugas juga akan menganalisis data forensik yang tersedia meskipun autopsi ditolak.

Kasus kematian Ludia telah menjadi perhatian publik dan menimbulkan keprihatinan.  Kejadian ini menyoroti pentingnya keamanan dan keselamatan perempuan di Surabaya.  Petugas kepolisian setempat juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan. 

Sekadar diketahui, penyelidikan kasus ini masih berlanjut untuk mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.  Polisi berkomitmen untuk mengungkap seluruh fakta terkait kematian Ludia,  terlepas dari penolakan autopsi oleh keluarga.

 

Baca Juga: 7 Fakta Pembunuhan Janda Jombang di Surabaya, Nomor 4 dan 5 Bikin Penasaran

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.