Senin, 07 Sep 2026 00:42 WIB

Identitas Mayat Wanita Tanpa Busana di Sungai Jagir Dikenali, Keluarga Tolak Autopsi

  • Penulis : Yasin
  • | Senin, 10 Mar 2025 17:27 WIB
Penemuan mayat di Kali Jagir
Penemuan mayat di Kali Jagir

selalu.id  –  Kehebohan melanda warga Surabaya menyusul penemuan mayat perempuan tanpa busana di Sungai Jagir, Senin (10/3/2025) pagi.  Penemuan tragis ini bermula dari seorang pemancing yang sedang memancing di bantaran sungai.  Kail pancingnya tersangkut pada rambut korban yang sudah mengapung di permukaan air.  Mengetahui hal tersebut, pemancing tersebut segera melapor kepada petugas kebersihan setempat, Feri Safianto.

Feri, yang menerima laporan dari pemancing tersebut,  menemukan jenazah dalam kondisi mengenaskan.  Korban sudah membengkak dan melepuh,  menunjukkan korban telah berada di dalam air untuk jangka waktu yang cukup lama.  Bau busuk menyengat tercium di sekitar lokasi penemuan.

Laporan tersebut langsung diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya dan Polsek Wonokromo.  Tim gabungan BPBD dan Inafis Polrestabes Surabaya kemudian melakukan evakuasi jenazah dengan sangat hati-hati mengingat kondisi jenazah yang sudah rusak parah.

Identifikasi korban dilakukan beberapa jam kemudian.  Polsek Wonokromo berhasil mengidentifikasi korban berdasarkan laporan orang hilang yang masuk ke Polsek Wiyung tiga hari sebelumnya, Jumat, 7 Maret 2025.  Korban adalah Ludia Ratnaningsih (43) anak bungsu dari 7 bersaudara, warga Kedurus 1B/39, yang dilaporkan hilang oleh suaminya.

Keluarga korban, yang diwakili oleh sepupu korban bernama Mustofa (60),  mengidentifikasi jenazah di Rumah Sakit Dokter Soetomo.  Mustofa memastikan jenazah tersebut adalah Ludia.  Namun,  keluarga menolak autopsi untuk mengetahui penyebab kematian.  Saat ini, Mustofa sedang mengurus administrasi untuk membawa jenazah Ludia.

Meskipun keluarga menolak autopsi,  penyelidikan polisi dari Polsek Wonokromo dan Polsek Wiyung terus berlanjut.  Petugas mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi.  Dugaan sementara penyebab kematian adalah tenggelam,  namun polisi masih menyelidiki kemungkinan lain, termasuk kemungkinan adanya tindak pidana seperti pembunuhan.  Petugas juga akan menganalisis data forensik yang tersedia meskipun autopsi ditolak.

Kasus kematian Ludia telah menjadi perhatian publik dan menimbulkan keprihatinan.  Kejadian ini menyoroti pentingnya keamanan dan keselamatan perempuan di Surabaya.  Petugas kepolisian setempat juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan. 

Sekadar diketahui, penyelidikan kasus ini masih berlanjut untuk mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.  Polisi berkomitmen untuk mengungkap seluruh fakta terkait kematian Ludia,  terlepas dari penolakan autopsi oleh keluarga.

 

Baca Juga: 7 Fakta Pembunuhan Janda Jombang di Surabaya, Nomor 4 dan 5 Bikin Penasaran

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.