Minggu, 06 Sep 2026 07:20 WIB

Tasyakuran Wali Kota Eri Cahyadi Dituding Pemborosan, Begini Tanggapan PDIP Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Mar 2025 02:00 WIB
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Baktiono
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Baktiono

selalu.id – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Baktiono, menanggapi terkait acara Silaturahmi dan Tasyakuran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya yang digelar di Balai Kota.

Menurutnya, anggaran yang digunakan sudah sesuai dengan standar yang berlaku dan tidak bisa dianggap sebagai pemborosan.

“Tasyakuran itu berapa sih? Wong ada standarisasinya untuk makan. Kan untuk makan aja. Iya kan? Tasyakuran itu,” kata Baktiono, Senin (3/3/2025).

Ia menjelaskan bahwa anggaran tasyakuran diambil dari dana operasional wali kota dan wakil wali kota, yang memang dialokasikan untuk kegiatan seperti ini.

Selain itu, , dianggap lebih efisien dibandingkan jika masing-masing partai pendukung menggelar acara serupa secara terpisah.

“Kalau tasyakuran tersentral di Balai Kota dan diwakili seluruh partai pendukung, itu lebih efektif. Daripada setiap parpol minta tasyakuran sendiri-sendiri, itu malah menghamburkan uang lebih banyak,” jelasnya.

Baktiono juga menegaskan bahwa tasyakuran ini bukan hanya seremonial, tetapi juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial, seperti pembagian bingkisan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebelumnya, acara tasyakuran ini mendapat kritik dari politisi Partai Demokrat, Muhammad Saifuddin. Ia menilai bahwa acara tersebut tidak sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

“Sore hari ini wali kota akan mengadakan acara tasyakuran yang sepertinya besar-besaran, menurut kami ini berbanding terbalik dengan penerapan Inpres Nomor 1 Tahun 2025,” ucap Saifuddin.

Sementara Dosen Fisip UNIPRA Surabaya Muthowif menangangap acara tersebut kurang etis karena melibatkan beberapa stakeholder.

Sebab, terdapat kebijakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam APBD 2025.

"Berdasarkan Inpres No. 1 Tahun 2025, kegiatan tersebut masuk dalam kategori kegiatan seremonial, yang seharusnya tidak perlu dilaksanakan oleh walikota, mengingat APBD 2025 harus diefisiensi," ujar Muthowif.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut efisiensi bukan hanya soal memangkas anggaran, tetapi juga bagaimana anggaran yang dikeluarkan bisa berdampak luas terhadap ekonomi masyarakat.

“Ketika saya mengeluarkan Rp200 juta, tapi dampaknya bisa menggerakkan ekonomi masyarakat hingga miliaran rupiah, itu bukan pemborosan, melainkan efisiensi,” ujar Eri.

Ia mencontohkan berbagai event di Surabaya, seperti festival Rujak Uleg, yang kerap dianggap seremonial, tetapi pada kenyataannya mendatangkan banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

“Ada yang bilang, ‘Loh, kok malah bikin Rujak Uleg?’ Tapi lihat dampaknya. Berapa hotel yang penuh? Berapa restoran yang mendapat pemasukan lebih? UMKM bergerak, dan uang yang berputar jauh lebih besar dibandingkan biaya yang kita keluarkan,” paparnya.

Menurut Eri, efisiensi anggaran harus dilihat dari hasil yang dihasilkan, bukan hanya dari jumlah uang yang dikeluarkan. Jika suatu pengeluaran bisa menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar, maka itu adalah langkah yang tepat.

“Kalau kita hanya memikirkan angka tanpa mempertimbangkan dampaknya, justru kita bisa kehilangan peluang untuk meningkatkan perekonomian kota,” pungkasnya.

Baca Juga: Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.