Jumat, 05 Jun 2026 19:06 WIB

Eri Cahyadi Pastikan Periode Kedua Kepemimpinannya Bebas Polarisasi Politik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Mar 2025 13:20 WIB
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya periode kedua 2025-2030 Eri Cahyadi menegaskan komitmennya untuk memimpin Surabaya tanpa adanya sekat-sekat politik.

Hal ini ia sampaikan setelah menyelesaikan retret kepala daerah di Akademi Militer Magelang, yang digelar usai pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (20/2/2025) lalu.

Pada hari pertamanya kembali bertugas, Eri berbagi pengalaman saat mengikuti retret tersebut. Ia mengingat pesan yang disampaikan Presiden Prabowo kepada para kepala daerah.

“Beliau menyampaikan, ketika masuk dalam pemerintahan, maka tidak ada warna. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, jangan ada warna, jangan ada yang saling menjatuhkan,” ujar Eri di Balai Kota Surabaya, Sabtu (1/3/2025)

Eri menegaskan bahwa prinsip kepemimpinan tanpa warna politik ini sudah ia jalankan sejak periode pertamanya. Menurutnya, pembangunan kota tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Siapa yang cinta dengan kota ini, ikutlah bergerak dan membantu membangun Surabaya,” tuturnya.

Masyarakat bisa berkontribusi dalam berbagai bentuk, mulai dari ide, tenaga, hingga finansial. Eri percaya, semakin banyak pihak yang terlibat, semakin cepat pembangunan kota bisa berjalan.

Selain itu, ia juga menyoroti pesan Presiden Prabowo terkait pengelolaan anggaran yang efisien. Menurutnya, pemimpin daerah harus bijak dalam mengalokasikan anggaran, termasuk melakukan efisiensi dalam penggunaan listrik dan kegiatan yang tidak esensial.

Eri menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti menghilangkan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Jadi, bukan efisiensi terus tidak ada kegiatan, jangan salah kaprah. Efisiensi adalah memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, kebijakan efisiensi yang diterapkan di Surabaya telah menghemat anggaran hingga Rp 300 miliar. Penghematan ini mencakup berbagai aspek, seperti alat tulis kantor (ATK), listrik, dan air.

Bahkan, untuk infrastruktur, Pemkot Surabaya tidak selalu melakukan pengaspalan ulang di setiap jalan yang rusak, melainkan memilih metode penambalan yang lebih hemat biaya.

“Kalau infrastruktur seperti jalan berlubang, tidak semua saya aspal ulang, tetapi cukup ditambal. Secara keseluruhan, penghematan dari berbagai sektor bisa mencapai Rp 1 triliun,” tandasnya.

Baca Juga: Beredar Poster Bacakada Surabaya-Jatim, Pengamat: Ini Instrumen Cek Ombak!

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.