Rabu, 30 Sep 2026 14:17 WIB

Eri Cahyadi Pastikan Periode Kedua Kepemimpinannya Bebas Polarisasi Politik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Mar 2025 13:20 WIB
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya periode kedua 2025-2030 Eri Cahyadi menegaskan komitmennya untuk memimpin Surabaya tanpa adanya sekat-sekat politik.

Hal ini ia sampaikan setelah menyelesaikan retret kepala daerah di Akademi Militer Magelang, yang digelar usai pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (20/2/2025) lalu.

Pada hari pertamanya kembali bertugas, Eri berbagi pengalaman saat mengikuti retret tersebut. Ia mengingat pesan yang disampaikan Presiden Prabowo kepada para kepala daerah.

“Beliau menyampaikan, ketika masuk dalam pemerintahan, maka tidak ada warna. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, jangan ada warna, jangan ada yang saling menjatuhkan,” ujar Eri di Balai Kota Surabaya, Sabtu (1/3/2025)

Eri menegaskan bahwa prinsip kepemimpinan tanpa warna politik ini sudah ia jalankan sejak periode pertamanya. Menurutnya, pembangunan kota tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Siapa yang cinta dengan kota ini, ikutlah bergerak dan membantu membangun Surabaya,” tuturnya.

Masyarakat bisa berkontribusi dalam berbagai bentuk, mulai dari ide, tenaga, hingga finansial. Eri percaya, semakin banyak pihak yang terlibat, semakin cepat pembangunan kota bisa berjalan.

Selain itu, ia juga menyoroti pesan Presiden Prabowo terkait pengelolaan anggaran yang efisien. Menurutnya, pemimpin daerah harus bijak dalam mengalokasikan anggaran, termasuk melakukan efisiensi dalam penggunaan listrik dan kegiatan yang tidak esensial.

Eri menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti menghilangkan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Jadi, bukan efisiensi terus tidak ada kegiatan, jangan salah kaprah. Efisiensi adalah memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, kebijakan efisiensi yang diterapkan di Surabaya telah menghemat anggaran hingga Rp 300 miliar. Penghematan ini mencakup berbagai aspek, seperti alat tulis kantor (ATK), listrik, dan air.

Bahkan, untuk infrastruktur, Pemkot Surabaya tidak selalu melakukan pengaspalan ulang di setiap jalan yang rusak, melainkan memilih metode penambalan yang lebih hemat biaya.

“Kalau infrastruktur seperti jalan berlubang, tidak semua saya aspal ulang, tetapi cukup ditambal. Secara keseluruhan, penghematan dari berbagai sektor bisa mencapai Rp 1 triliun,” tandasnya.

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Editor : Ading
Berita Terbaru

GSJT Protes Barcode Solar Bersubsidi, Ratusan Truk Towing Padati Surabaya

Kelangkaan stok serta prosedur yang berbelit membuat pengisian bahan bakar menjadi tidak menentu.

Tongkat Komando Polres Pasuruan Beralih ke AKBP Irawan Setyono, Ini Pesan Kapolda Jatim

AKBP Irawan Setyono sebelumnya menjabat Kasubbagbinfung Bagrenmim Divpropam Polri.

Polda Jatim Ungkap 1.869 Kasus Narkoba, Ringkus 2.381 Tersangka di Triwulan III

Peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius di wilayah Jawa Timur.

Ini Cara Nonton Film Jepang, Drama Korea hingga Indonesia di Yandex RU Browser Tanpa VPN 

Yandex Browser adalah peramban yang dikembangkan perusahaan teknologi asal Rusia.

Top 5 Berita: Kakek Tewas hingga Terlibat Pungli

Kelima berita yang banyak di klik oleh pembaca sangat beragam.

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.