Kamis, 23 Jul 2026 12:06 WIB

Eri Cahyadi Pastikan Periode Kedua Kepemimpinannya Bebas Polarisasi Politik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Mar 2025 13:20 WIB
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya periode kedua 2025-2030 Eri Cahyadi menegaskan komitmennya untuk memimpin Surabaya tanpa adanya sekat-sekat politik.

Hal ini ia sampaikan setelah menyelesaikan retret kepala daerah di Akademi Militer Magelang, yang digelar usai pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (20/2/2025) lalu.

Pada hari pertamanya kembali bertugas, Eri berbagi pengalaman saat mengikuti retret tersebut. Ia mengingat pesan yang disampaikan Presiden Prabowo kepada para kepala daerah.

“Beliau menyampaikan, ketika masuk dalam pemerintahan, maka tidak ada warna. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, jangan ada warna, jangan ada yang saling menjatuhkan,” ujar Eri di Balai Kota Surabaya, Sabtu (1/3/2025)

Eri menegaskan bahwa prinsip kepemimpinan tanpa warna politik ini sudah ia jalankan sejak periode pertamanya. Menurutnya, pembangunan kota tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Siapa yang cinta dengan kota ini, ikutlah bergerak dan membantu membangun Surabaya,” tuturnya.

Masyarakat bisa berkontribusi dalam berbagai bentuk, mulai dari ide, tenaga, hingga finansial. Eri percaya, semakin banyak pihak yang terlibat, semakin cepat pembangunan kota bisa berjalan.

Selain itu, ia juga menyoroti pesan Presiden Prabowo terkait pengelolaan anggaran yang efisien. Menurutnya, pemimpin daerah harus bijak dalam mengalokasikan anggaran, termasuk melakukan efisiensi dalam penggunaan listrik dan kegiatan yang tidak esensial.

Eri menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti menghilangkan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Jadi, bukan efisiensi terus tidak ada kegiatan, jangan salah kaprah. Efisiensi adalah memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, kebijakan efisiensi yang diterapkan di Surabaya telah menghemat anggaran hingga Rp 300 miliar. Penghematan ini mencakup berbagai aspek, seperti alat tulis kantor (ATK), listrik, dan air.

Bahkan, untuk infrastruktur, Pemkot Surabaya tidak selalu melakukan pengaspalan ulang di setiap jalan yang rusak, melainkan memilih metode penambalan yang lebih hemat biaya.

“Kalau infrastruktur seperti jalan berlubang, tidak semua saya aspal ulang, tetapi cukup ditambal. Secara keseluruhan, penghematan dari berbagai sektor bisa mencapai Rp 1 triliun,” tandasnya.

Baca Juga: Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.