Selasa, 21 Jul 2026 02:54 WIB

PDIP Surabaya Bikin Gerakan Semprot Disinfektan di Tempat Ibadah, Adi Sutarwijono: Kami Diajari Bu Mega untuk Bergerak dan Gotong-royong

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 20 Mar 2020 11:14 WIB

Surabaya (selalu.id) - PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menggerakkan gotong royong kader-kadernya untuk ikut mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Salah satunya dengan penyemprotan disinfektan ke tempat-tampat ibadah dan balai pertemuan.

“Kita lakukan langkah kongkrit di masyarakat, gotong royong antar kader PDI Perjuangan, dengan menyemprot disinfektan ke masjid-masjid, gereja dan pura, juga tempat ibadah lain. Juga Balai RW yang menjadi tempat pertemuan warga,” kata Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, Jumat (20/3/2020).

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

PDIP Kota Surabaya mencanangkan program 'Suroboyo Wani Sehat' Kemarin malam, kader PDIP di Kecamatan Sukomanunggal bergerak turun ke masyarakat. Mereka menyemprot disinfektan ke Masjid At-Tauhid dan Balai RW di Kelurahan Simomulyo.

“Kami diajarkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, untuk bergerak. Melakukan tindakan nyata. Menangis dan tertawa bersama rakyat. Kami semprot masjid dan Balai RW agar warga merasa nyaman dan khusuk beribadah atau berkegiatan,” kata Triyarsaso, Ketua PAC PDIP Kecamatan Sukomanunggal.

Ia menjelaskan, kegiatan itu hasil gotong-royong kader-kader banteng moncong putih di Surabaya.

“Hari ini kita juga akan semprot di beberapa gereja, agar besok saat kebaktian pada hari Sabtu dan Minggu, umat gereja merasa nyaman dan khusuk,” kata Triyarso.

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya Akhmad Hidayat juga menggerakkan kerja gotong-royong Kecamatan Krembangan. Ia bersama beberapa kader PDIP kecamatan dan kelurahan setempat menyemprot masjid, Balai RW dan sekolah PAUD.

“Warga merasa senang, karena dibantu PDI Perjuangan, di tengah situasi mencekam akibat wabah virus Corona,” kata Akhmad Hidayat.

Di Kecamatan Tambaksari, kader PDIP juga menyemprot masjid dan membagi-bagikan wedang pokok yang terbuat dari rampah-rempah dari bumi Nusantara.

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

“Pembagian wedang pokak dengan door to door, dari rumah ke rumah. Menemui satu per satu warga. Itu di kampung padat penduduk,” kata Suwanto, Ketua PAC PDIP Tambaksari.

Dalam situasi seperti ini, PDIP Surabaya tidak berpangku-tangan. Melainkan menggerakkan potensi-potensi yang dimiliki untuk membantu masyarakat.

“Yang ibu-ibu bergotong royong dengan membuat wedang pokak. Kami mempromosikan hidup sehat sambil menjaga stamina badan melalui konsumsi rempah-rempah dari bumi Nusantara,” kata Chusnul Chotimah, anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.