Senin, 02 Feb 2026 21:43 WIB

Dinkes Surabaya Sebut Puskesmas 24 Jam meski Tanpa Dokter, DPRD: Hati-hati!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Feb 2025 13:18 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir

selalu.id – DPRD Surabaya menyoroti pernyataan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nanik Sukristina menyebut bahwa seluruh puskesmas di Surabaya telah beroperasi selama 24 jam, meskipun tanpa kehadiran dokter yang standby, hanya perawat.

Pernyataannya itu dilontarkan saat rapat dengar pendapat DPRD Surabaya menyoroti berbagai permasalahan terkait layanan BPJS pada Senin (24/2/2025) lalu.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir menilai pernyataan ini perlu dikaji ulang, mengingat ketersediaan tenaga medis yang tidak merata dan fasilitas yang belum sepenuhnya mendukung.

Sejumlah anggota DPRD melakukan pengecekan langsung ke beberapa puskesmas pada Selasa (25/2/2025) malam hingga dini hari.

Hasilnya, ditemukan fakta bahwa tidak semua puskesmas benar-benar beroperasi 24 jam. Beberapa puskesmas memang memiliki dokter yang on-call, sementara yang lain justru dalam kondisi tertutup atau bahkan digembok.

“Kalau sudah menyatakan puskesmas buka 24 jam, maka pelayanannya harus maksimal, tidak setengah-setengah,” kata Akmaramita, Rabu (26/2/2025).

Menurutnya, kebijakan BPJS yang mengharuskan 144 jenis penyakit tidak ditangani di rumah sakit tanpa rujukan akan sia-sia jika puskesmas belum siap dengan SDM dan fasilitas yang memadai.

Dalam rapat tersebut, DPRD juga menyoroti berbagai permasalahan lain, seperti redistribusi data BPJS, pending klaim rumah sakit, hingga antrean panjang pasien BPJS di rumah sakit.

Selain itu, program satu RW satu tenaga kesehatan serta satu kelurahan satu ambulans juga akan dievaluasi untuk memastikan implementasinya berjalan dengan baik.

“Jika SDM dan fasilitas belum siap, jangan memaksakan program yang belum maksimal. Lebih baik membuat kebijakan yang inovatif dan realistis untuk meningkatkan layanan kesehatan warga Surabaya,” tegasnya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.