Senin, 02 Feb 2026 21:45 WIB

Efisiensi Pemkot Surabaya Berhasil, Begini Sistem Kerjanya Sejak Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 25 Feb 2025 15:03 WIB
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya, Irvan Wahyudrajad
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya, Irvan Wahyudrajad

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa kebijakan efisiensi yang dilakukan bukan sekadar pemotongan anggaran, melainkan efisiensi sistem kerja yang berdampak pada penghematan anggaran.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan bahwa sejak 2022, Pemkot telah menerapkan efisiensi sistem kerja pascapandemi COVID-19.

“Jadi harus dibedakan, kita bukan memangkas anggaran, tetapi mengoptimalkan sistem kerja. Efisiensi yang kita lakukan sejak 2022 lebih pada bagaimana pekerjaan bisa dilakukan lebih efektif, termasuk digitalisasi layanan yang mengurangi pengeluaran operasional,” ujar Irvan, Kepada Selalu.id, Selasa (25/2/2025).

Irvan mencontohkan, salah satu bentuk efisiensi adalah pengurangan kebutuhan alat tulis kantor (ATK) akibat digitalisasi layanan.

“Tiap tahun pengeluaran ATK terus berkurang. Awalnya turun 70 persen, sekarang berkurang lagi 30 persen. Selain itu, belanja perjalanan dinas juga bisa ditekan karena sistem kerja lebih fleksibel dan berbasis teknologi,” tambahnya.

Menurutnya, sistem kerja yang lebih efisien juga diterapkan dalam kegiatan pemerintahan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bahkan sudah memulai sistem kerja yang lebih dekat dengan masyarakat, seperti melakukan pelayanan langsung di Balai RW tanpa harus melewati proses birokrasi yang panjang.

Selain itu,  Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga  telah mengizinkan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk bekerja di mana saja atau work from anywhere (WFA).

Menurutnya, jajaran Perangkat Daerah (PD) di lingkungan pemkot bisa menyelesaikan tugasnya cukup menggunakan aplikasi.

Bahkan, sebelum ada istilah WFA, Wali Kota Eri sudah menerapkan hal itu kepada camat dan lurah agar ngantor di Balai RW.

Hal ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan, sehingga masyarakat tidak perlu mengurus ke kantor kecamatan atau kelurahan.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.