Senin, 02 Nov 2026 06:58 WIB

Efisiensi Pemkot Surabaya Berhasil, Begini Sistem Kerjanya Sejak Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 25 Feb 2025 15:03 WIB
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya, Irvan Wahyudrajad
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya, Irvan Wahyudrajad

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa kebijakan efisiensi yang dilakukan bukan sekadar pemotongan anggaran, melainkan efisiensi sistem kerja yang berdampak pada penghematan anggaran.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan bahwa sejak 2022, Pemkot telah menerapkan efisiensi sistem kerja pascapandemi COVID-19.

“Jadi harus dibedakan, kita bukan memangkas anggaran, tetapi mengoptimalkan sistem kerja. Efisiensi yang kita lakukan sejak 2022 lebih pada bagaimana pekerjaan bisa dilakukan lebih efektif, termasuk digitalisasi layanan yang mengurangi pengeluaran operasional,” ujar Irvan, Kepada Selalu.id, Selasa (25/2/2025).

Irvan mencontohkan, salah satu bentuk efisiensi adalah pengurangan kebutuhan alat tulis kantor (ATK) akibat digitalisasi layanan.

“Tiap tahun pengeluaran ATK terus berkurang. Awalnya turun 70 persen, sekarang berkurang lagi 30 persen. Selain itu, belanja perjalanan dinas juga bisa ditekan karena sistem kerja lebih fleksibel dan berbasis teknologi,” tambahnya.

Menurutnya, sistem kerja yang lebih efisien juga diterapkan dalam kegiatan pemerintahan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bahkan sudah memulai sistem kerja yang lebih dekat dengan masyarakat, seperti melakukan pelayanan langsung di Balai RW tanpa harus melewati proses birokrasi yang panjang.

Selain itu,  Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga  telah mengizinkan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk bekerja di mana saja atau work from anywhere (WFA).

Menurutnya, jajaran Perangkat Daerah (PD) di lingkungan pemkot bisa menyelesaikan tugasnya cukup menggunakan aplikasi.

Bahkan, sebelum ada istilah WFA, Wali Kota Eri sudah menerapkan hal itu kepada camat dan lurah agar ngantor di Balai RW.

Hal ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan, sehingga masyarakat tidak perlu mengurus ke kantor kecamatan atau kelurahan.

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

Editor : Ading
Berita Terbaru

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.

Bakal Dihadiri 13 Ribu Peserta, Ini Rangkaian dan Jadwal Milad ke-7 LSN di Alun-Alun Jember

Konsolidasi akbar ini menargetkan kehadiran sekitar 13 ribu peserta sekaligus memecahkan momentum pelantikan massal bagi ribuan pengurus LSN dan Srikandi LSN.

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.

Haul Akbar Sidoarjo 2026, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Moral dan Persatuan

Bupati Sidoarjo Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.