Kamis, 23 Jul 2026 10:37 WIB

Efisiensi Pemkot Surabaya Berhasil, Begini Sistem Kerjanya Sejak Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 25 Feb 2025 15:03 WIB
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya, Irvan Wahyudrajad
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya, Irvan Wahyudrajad

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa kebijakan efisiensi yang dilakukan bukan sekadar pemotongan anggaran, melainkan efisiensi sistem kerja yang berdampak pada penghematan anggaran.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan bahwa sejak 2022, Pemkot telah menerapkan efisiensi sistem kerja pascapandemi COVID-19.

“Jadi harus dibedakan, kita bukan memangkas anggaran, tetapi mengoptimalkan sistem kerja. Efisiensi yang kita lakukan sejak 2022 lebih pada bagaimana pekerjaan bisa dilakukan lebih efektif, termasuk digitalisasi layanan yang mengurangi pengeluaran operasional,” ujar Irvan, Kepada Selalu.id, Selasa (25/2/2025).

Irvan mencontohkan, salah satu bentuk efisiensi adalah pengurangan kebutuhan alat tulis kantor (ATK) akibat digitalisasi layanan.

“Tiap tahun pengeluaran ATK terus berkurang. Awalnya turun 70 persen, sekarang berkurang lagi 30 persen. Selain itu, belanja perjalanan dinas juga bisa ditekan karena sistem kerja lebih fleksibel dan berbasis teknologi,” tambahnya.

Menurutnya, sistem kerja yang lebih efisien juga diterapkan dalam kegiatan pemerintahan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bahkan sudah memulai sistem kerja yang lebih dekat dengan masyarakat, seperti melakukan pelayanan langsung di Balai RW tanpa harus melewati proses birokrasi yang panjang.

Selain itu,  Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga  telah mengizinkan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk bekerja di mana saja atau work from anywhere (WFA).

Menurutnya, jajaran Perangkat Daerah (PD) di lingkungan pemkot bisa menyelesaikan tugasnya cukup menggunakan aplikasi.

Bahkan, sebelum ada istilah WFA, Wali Kota Eri sudah menerapkan hal itu kepada camat dan lurah agar ngantor di Balai RW.

Hal ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan, sehingga masyarakat tidak perlu mengurus ke kantor kecamatan atau kelurahan.

Baca Juga: Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.