Senin, 02 Feb 2026 02:15 WIB

Puncak Musim Penghujan, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 14 Jan 2022 09:51 WIB
Pesisir pantai di Surabaya. Foto: Istimewa
Pesisir pantai di Surabaya. Foto: Istimewa

selalu.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa pada bulan Januari - Februari 2022 wilayah Jawa Timur memasuki puncak musim hujan. Potensi hujan dapat terjadi pada pagi siang dan malam hari dengan intentitas bervariasi dari ringan sedang dan lebat dengan durasi yang lama.

"Adanya pusat tekanan rendah yang berada di selatan jawa timur, menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan massa udara di wilayah jawa timur," ujar Kepala stasiun BMKG Kelas 1 Juanda, Taufiq Hermawan dalam keteranganya, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Taufiq menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya faktor suhu muka laut yang masih cukup hangat, juga sangat berpengaruh dan menyuplai massa uap air yang semakin banyak di atmosfer.

"Kondisi tersebut sangat berpengaruh dalam pembentukan awan-awan comulonimbus yang semakin intens dan dapat mengakibatkan hujan dengan intentitas dan lebat yang disertai angin kencang sesaat," tambahnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Taufik mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

"Perlu juga diwaspadai menguatnya angin muson barat di bulan januari, yang dapat memicu potensi gelombanh tinggi di wilayah perairan jawa timur. Khususnya di laut jawa bagian timur dan sumadera hindia selatan jawa timur," terangnya.

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Lebih lanjut Taufiq menambahkan, potensi banjir rob akan terjadi pada tanggal 30-31 januari 2022 di sekitar wilayah Surabaya timur dan Pelabuhan Tanjung Perak.

"Hal ini diakibatkan oleh pasang maksimum air laut karena fase bulan purnama," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa

Konflik tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pedesaan, tetapi juga merambah wilayah perkotaan dan berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.

Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

Pada 2026, DSDABM melakukan intervensi terhadap 12 dari total 30 sistem drainase yang ada di Surabaya.