Senin, 02 Feb 2026 11:09 WIB

Apa Kabar UMKM Eks Lokalisasi Dolly? Begini Kondisinya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 20 Feb 2025 13:59 WIB
UMKM Eks Lokalisasi Dolly
UMKM Eks Lokalisasi Dolly

selalu.id - Kondisi UMKM di eks Lokalisasi Dolly akhir-akhir ini dikatakan tidak begitu baik, seperti halnya UMKM Samiler Jarak Dolly (Samijali), yang saat ini mengalami penurunan pesanan hingga terhenti sementara.

Pemilik UMKM Samijali, Roro Dwi Prihatin, mengungkapkan bahwa saat ini tidak ada orderan meskipun produknya sudah dipasarkan di berbagai tempat, termasuk Mal Siola dan kawasan Merr.

Baca Juga: Jelang Nataru, Permintaan Hampers UMKM Lokal di Surabaya Kriya Gallery Meningkat

“Sekarang belum ada yang kontak untuk order. Saya masih bayar listrik tiap bulan, tapi belum ada kerjaan,” ujarnya.

"Dulu, di era kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, UMKM di Dolly mendapat banyak dukungan, baik dalam bentuk promosi maupun pendampingan. Dulu, saat ada tamu, mereka selalu dikasih produk UMKM seperti batik, sandal, dan Samijali. Sekarang sudah tidak seperti itu lagi,” imbuhnya.

Dwi berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah agar UMKM seperti Samijali bisa kembali bangkit seperti dulu.

“Dulu pertama booming bisa dapat Rp27 juta per bulan. Sekarang sepi,” katanya.

Di sisi lain, menurut penanggung jawab KUB Mampu Jaya, Yuni Tri Wijayawati, produksi sandal hotel yang mereka jalankan masih berjalan normal dengan orderan yang tetap stabil setiap bulannya.

Baca Juga: Pelindo Regional 3 Gelar Portival Nusantara 2025 Wadahi Kolaborasi UMKM dan Generasi Muda

“Kalau orderannya tetap jalan, ya enggak (terdampak). Dalam sebulan, PO-nya masih teratur. Jadi, mesin yang kita operasikan masih tetap hidup,” ungkap Yuni saat ditemui pada Kamis (19/2/2025).

Ia menjelaskan bahwa jumlah produksi sandal hotel tergantung pada pesanan yang diterima. Rata-rata dalam seminggu mereka bisa memproduksi antara 7.000 hingga 10.000 pasang sandal.

Jumlah tersebut, kata dia, berasal dari beberapa hotel yang menjadi pelanggan tetap mereka, baik di Surabaya maupun luar kota seperti Makassar, Bali, dan Yogyakarta.

Baca Juga: Pelaku Prostitusi dari Luar Surabaya Dipulangkan, Wali Kota Eri: Dolly Aman

“Tahun lalu lebih banyak, saya pernah satu minggu bisa produksi 16 ribu pasang dengan lembur sampai malam. Tapi sekarang masih stabil meskipun tidak sebanyak itu,” jelasnya.

Terkait kendala produksi, Yuni mengakui bahwa yang menjadi tantangan utama adalah ketersediaan bahan baku.

“Kesulitannya kadang bahan baku telat datang, jadi produksi ikut tertunda,” katanya. Sebagian besar bahan baku sandal hotel ini dipasok dari Wedoro, Sidoarjo, yang dikenal sebagai sentra industri alas kaki.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.