Selasa, 21 Jul 2026 13:15 WIB

Apa Kabar UMKM Eks Lokalisasi Dolly? Begini Kondisinya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 20 Feb 2025 13:59 WIB
UMKM Eks Lokalisasi Dolly
UMKM Eks Lokalisasi Dolly

selalu.id - Kondisi UMKM di eks Lokalisasi Dolly akhir-akhir ini dikatakan tidak begitu baik, seperti halnya UMKM Samiler Jarak Dolly (Samijali), yang saat ini mengalami penurunan pesanan hingga terhenti sementara.

Pemilik UMKM Samijali, Roro Dwi Prihatin, mengungkapkan bahwa saat ini tidak ada orderan meskipun produknya sudah dipasarkan di berbagai tempat, termasuk Mal Siola dan kawasan Merr.

Baca Juga: Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

“Sekarang belum ada yang kontak untuk order. Saya masih bayar listrik tiap bulan, tapi belum ada kerjaan,” ujarnya.

"Dulu, di era kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, UMKM di Dolly mendapat banyak dukungan, baik dalam bentuk promosi maupun pendampingan. Dulu, saat ada tamu, mereka selalu dikasih produk UMKM seperti batik, sandal, dan Samijali. Sekarang sudah tidak seperti itu lagi,” imbuhnya.

Dwi berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah agar UMKM seperti Samijali bisa kembali bangkit seperti dulu.

“Dulu pertama booming bisa dapat Rp27 juta per bulan. Sekarang sepi,” katanya.

Di sisi lain, menurut penanggung jawab KUB Mampu Jaya, Yuni Tri Wijayawati, produksi sandal hotel yang mereka jalankan masih berjalan normal dengan orderan yang tetap stabil setiap bulannya.

Baca Juga: Grebeg Suro Sidoarjo 2026, PKL Bersyukur Tidak Dipungut Biaya Lapak

“Kalau orderannya tetap jalan, ya enggak (terdampak). Dalam sebulan, PO-nya masih teratur. Jadi, mesin yang kita operasikan masih tetap hidup,” ungkap Yuni saat ditemui pada Kamis (19/2/2025).

Ia menjelaskan bahwa jumlah produksi sandal hotel tergantung pada pesanan yang diterima. Rata-rata dalam seminggu mereka bisa memproduksi antara 7.000 hingga 10.000 pasang sandal.

Jumlah tersebut, kata dia, berasal dari beberapa hotel yang menjadi pelanggan tetap mereka, baik di Surabaya maupun luar kota seperti Makassar, Bali, dan Yogyakarta.

Baca Juga: Sensus Ekonomi jadi Penentu Program UMKM Surabaya

“Tahun lalu lebih banyak, saya pernah satu minggu bisa produksi 16 ribu pasang dengan lembur sampai malam. Tapi sekarang masih stabil meskipun tidak sebanyak itu,” jelasnya.

Terkait kendala produksi, Yuni mengakui bahwa yang menjadi tantangan utama adalah ketersediaan bahan baku.

“Kesulitannya kadang bahan baku telat datang, jadi produksi ikut tertunda,” katanya. Sebagian besar bahan baku sandal hotel ini dipasok dari Wedoro, Sidoarjo, yang dikenal sebagai sentra industri alas kaki.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.