Selasa, 03 Feb 2026 08:46 WIB

Polda Jatim Jaga Stabilitas Harga Bapokting Jelang Ramadan

Satgas Pangan Polda Jatim
Satgas Pangan Polda Jatim

selalu.id – Tim Satgas Pangan Polda Jawa Timur, berkolaborasi dengan instansi terkait, melakukan pemantauan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting) di Pasar Tradisional Wonokromo, Surabaya, Rabu (19/2/2025).  Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi lonjakan harga yang tidak wajar menjelang bulan suci Ramadan.

Pemantauan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Tim Satgas Pangan Polda Jatim, Kompol Harjanto Mukti Eko Utomo, S.I.K., M.H.  Kegiatan ini melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Perum Bulog Wilayah Jawa Timur, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Jawa Timur.

Kompol Mukti menjelaskan, hasil pemantauan menunjukkan harga Bapokting relatif stabil.  Meskipun terjadi sedikit kenaikan pada beberapa komoditas, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

"Secara umum, harga beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam, gula, bawang, dan cabai relatif stabil," ujar Kompol Mukti kepada selalu.id. 

Ia mencontohkan harga daging ayam yang naik dari Rp34.000/kg menjadi Rp36.000/kg, masih berada di bawah HET yang ditetapkan sebesar Rp40.000/kg.  Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa harga cabai rawit bahkan mengalami penurunan, dari Rp50.000/kg menjadi Rp40.000/kg.

Kompol Mukti menegaskan, Tim Satgas Pangan Polda Jatim akan terus melakukan pemantauan secara berkala, tidak hanya menjelang Ramadan, tetapi juga selama Ramadan dan hingga pasca-Lebaran.  Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga Bapokting di Jawa Timur tetap terjaga.

"Pemantauan akan terus dilakukan secara intensif hingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1446 H," tegas Kompol Mukti. 

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto, melalui Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Budi Hermanto, agar Satgas Pangan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kompol Mukti berharap, semua pihak terkait turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga Bapokting di Jawa Timur.  Kerja sama dan sinergi antar instansi menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Dengan upaya ini, diharapkan masyarakat Jawa Timur dapat merayakan Ramadan dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga yang signifikan. "Semoga kegiatan Satgas Pangan Polda Jatim bersama jajaran dapat memberi manfaat bagi masyarakat, menjamin ketersediaan dan membantu menjaga stabilitas harga Bapokting," tutupnya. 

Baca Juga: Sidak Pasar, Satgas Pangan Jatim Temukan Harga Minyak Goreng Curah di Atas HET

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.