Senin, 09 Nov 2026 01:15 WIB

Hati-hati, Modus Penipuan Arisan-Investasi Bodong di Surabaya Rapi Terstruktur, Begini Rincinya!

Korban investasi bodong
Korban investasi bodong

selalu.id  -  Kasus penipuan investasi dan arisan bodong dengan total kerugian mencapai Rp 800 juta lebih terjadi di Surabaya.  Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim), saat ini tengah menerima laporan tiga orang korban selaku perwakilan dari sembilan puluh korban, yang sebagian besar merupakan rekan kerja pelaku di sebuah mal ternama di kota Surabaya.  

 

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Seperti diketahui, terduga pelaku berinisial NH (34) tersebut, diduga menjalankan aksi penipuannya untuk membantu suaminya memenuhi target penjualan di sebuah perusahaan finansial. NH sendiri merupakan SPG yang kesehariannya berkutat di salah satu mal yang ada di Surabaya. 

 

Salah satu korban, Mega Oki (30) berdomisili di Benowo Surabaya, mengungkapkan kronologi kejadian tersebut bahwa ia dan rekan-rekannya ditawari investasi yang menjanjikan keuntungan hingga 17 persen dari total investasi.  

 

Keuntungan tersebut dijanjikan akan meningkat jika suami pelaku berhasil mencapai target penjualan di perusahaannya. Komunikasi antara pelaku dan korban dilakukan melalui grup WhatsApp, yang memudahkan NH untuk menghimpun dana dari korban yang tersebar tidak hanya di Surabaya, tetapi juga di luar kota.

 

"Awalnya kami percaya karena pelaku adalah teman kerja dan terpercaya.  Dia sangat meyakinkan, bahkan memberikan rincian proyek suaminya dan potensi keuntungan yang akan kami dapatkan," ujar Mega saat ditemui selalu.id di SPKT Polda Jatim, Surabaya, Selasa (18/2/2025).

 

Modus operandi NH cukup rapi.  Ia menjalankan dua skema sekaligus: investasi dan arisan.  Sistem arisan yang diterapkan pun kompleks, dengan berbagai kloter dan jadwal pembayaran yang bervariasi, mulai dari bulanan, mingguan, hingga dua mingguan.  Hal ini membuat korban sulit melacak aliran dana dan semakin mempermudah pelaku untuk melakukan penipuan.

 

Kecurigaan mulai muncul pada tahun 2024 ketika beberapa anggota grup arisan mempertanyakan pembayaran yang tak kunjung diterima.  Upaya menghubungi NH melalui telepon dan media sosial tak membuahkan hasil.  Rumah yang diklaim sebagai alamat pelaku ternyata hanyalah rumah sewaan, sementara rumah sesuai KTP-nya telah dijual.  

Baca Juga: Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

 

Percobaan mediasi dengan keluarga pelaku juga gagal, keluarga pelaku menolak bertanggung jawab. Atas kejadian ini, Mega Oki dan para korban lainnya berharap polisi dapat segera menangkap NH dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. 

 

Mereka juga berharap agar kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan investasi dan arisan, serta selalu memastikan legalitas dan kredibilitas pihak yang menawarkan investasi. 

 

 

Baca Juga: DLH Surabaya Temukan Solar Truk Sampah Dijual, Pelaku Diduga Orang Dalam

 

 

 

 

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

BKK 2027 600 Juta/Desa, Subandi: Percepatan Pembangunan hingga Harmonisasi Perangkat

Pesan tersebut disampaikan Subandi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Profesionalisme dan Akuntabilitas Aparatur Desa.

Kabar Eks Kapolri dan Menteri Soal Dugaan Sadap Presiden, Kabareskrim: Tidak Benar

Polri telah menetapkan empat perwira tinggi Polri sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.