Selasa, 22 Sep 2026 11:45 WIB

Hati-hati, Modus Penipuan Arisan-Investasi Bodong di Surabaya Rapi Terstruktur, Begini Rincinya!

Korban investasi bodong
Korban investasi bodong

selalu.id  -  Kasus penipuan investasi dan arisan bodong dengan total kerugian mencapai Rp 800 juta lebih terjadi di Surabaya.  Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim), saat ini tengah menerima laporan tiga orang korban selaku perwakilan dari sembilan puluh korban, yang sebagian besar merupakan rekan kerja pelaku di sebuah mal ternama di kota Surabaya.  

 

Baca Juga: Gagal Dapat Motor, Dua Pemuda Surabaya Kini Tidur di Penjara

Seperti diketahui, terduga pelaku berinisial NH (34) tersebut, diduga menjalankan aksi penipuannya untuk membantu suaminya memenuhi target penjualan di sebuah perusahaan finansial. NH sendiri merupakan SPG yang kesehariannya berkutat di salah satu mal yang ada di Surabaya. 

 

Salah satu korban, Mega Oki (30) berdomisili di Benowo Surabaya, mengungkapkan kronologi kejadian tersebut bahwa ia dan rekan-rekannya ditawari investasi yang menjanjikan keuntungan hingga 17 persen dari total investasi.  

 

Keuntungan tersebut dijanjikan akan meningkat jika suami pelaku berhasil mencapai target penjualan di perusahaannya. Komunikasi antara pelaku dan korban dilakukan melalui grup WhatsApp, yang memudahkan NH untuk menghimpun dana dari korban yang tersebar tidak hanya di Surabaya, tetapi juga di luar kota.

 

"Awalnya kami percaya karena pelaku adalah teman kerja dan terpercaya.  Dia sangat meyakinkan, bahkan memberikan rincian proyek suaminya dan potensi keuntungan yang akan kami dapatkan," ujar Mega saat ditemui selalu.id di SPKT Polda Jatim, Surabaya, Selasa (18/2/2025).

 

Modus operandi NH cukup rapi.  Ia menjalankan dua skema sekaligus: investasi dan arisan.  Sistem arisan yang diterapkan pun kompleks, dengan berbagai kloter dan jadwal pembayaran yang bervariasi, mulai dari bulanan, mingguan, hingga dua mingguan.  Hal ini membuat korban sulit melacak aliran dana dan semakin mempermudah pelaku untuk melakukan penipuan.

 

Kecurigaan mulai muncul pada tahun 2024 ketika beberapa anggota grup arisan mempertanyakan pembayaran yang tak kunjung diterima.  Upaya menghubungi NH melalui telepon dan media sosial tak membuahkan hasil.  Rumah yang diklaim sebagai alamat pelaku ternyata hanyalah rumah sewaan, sementara rumah sesuai KTP-nya telah dijual.  

Baca Juga: Usut Dugaan Jual Beli Lapak SWK Taman Prestasi, Dinkopumdag Keluarkan 4 Pedagang Non KTP Surabaya

 

Percobaan mediasi dengan keluarga pelaku juga gagal, keluarga pelaku menolak bertanggung jawab. Atas kejadian ini, Mega Oki dan para korban lainnya berharap polisi dapat segera menangkap NH dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. 

 

Mereka juga berharap agar kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan investasi dan arisan, serta selalu memastikan legalitas dan kredibilitas pihak yang menawarkan investasi. 

 

 

Baca Juga: Tim Penyelam Kembali Temukan Dua Korban KM Virgo Transport 8 di Bangkai Kapal

 

 

 

 

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sembilan Calon Jemaah Umrah PT Annisa Ahmada di Mojokerto Lapor Polisi, Diduga Ditipu

Mereka menuduh adanya dugaan penipuan disertai penggelapan.

Harga Cabai Rawit di Sejumlah Wilayah Indonesia Naik, Ada yang Rp200 Ribu per Kilo

Angka ini sudah meloncat jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) batas atas yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp57.000 per kilogram.

Kisah Tifa, Siswi SMKN 5 Surabaya Tak Mampu Beli Seragam Tapi Tercatat Kaya

Bagi keluarga Tifa, membeli perlengkapan sekolah baru adalah kemewahan yang belum sanggup dijangkau.

Heboh! Ada Lubang Hitam Muncul di Google Maps, Berikut Faktanya

Banyak warganet hingga penganut teori konspirasi menduga area itu disensor sengaja bahkan ada yang menyakini wilayah itu adalah pangkalan militer super rahasia.

Jelang Musim Hujan, Normalisasi Sungai di Sidoarjo Dikebut

Wabup Mimik mengingatkan pelaku usaha industri agar tidak membuang limbah langsung ke saluran air agar tidak mencemari sungai.

RAPBD Jatim 2027 Defisit Rp1,01 Triliun, Banggar Andalkan SiLPA dan Minta Pemprov Genjot Pendapatan

Banggar meminta Pemprov menggenjot pendapatan melalui digitalisasi dan optimalisasi aset, serta mengantisipasi penurunan BBNKB akibat kendaraan listrik.