Minggu, 01 Nov 2026 09:31 WIB

Unesa Menonaktifkan Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswinya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Jan 2022 16:08 WIB
Humas Unesa, Vinda Maya saat konfrensi pers
Humas Unesa, Vinda Maya saat konfrensi pers

selalu.id - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merespon cepat viralnya kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus tersebut dengan membuka pengaduan serta pendampingan terhadap korban.

Humas Unesa, Vinda Maya mengaku telah melakukan sejumlah tindakan untuk merespon kabar tersebut.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

"Kami Unesa sangat apresiasi dan berterima kasih terhadap penyintas yang sudah menyuarakan kasus ini. Kami akan memberi jaminan untuk mereka yang mengalaminya dengan memberikan perlindungan kerahasian identitas, pendampingan psikologis maupun hukum, " kata Vinda pada konfrensi pers yang digelar di Kampus Unesa pada Senin (10/1/2022).

Diketahui, muncul berita yang menjadi viral di media sosial terkait dugaan kasus pelecehan seksual di lingkungan Kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kasus ini diungkapkan oleh salah satu akun di media sosial @dear_unesacatcaller dimana dosen inisial H melakukan pelecehan saat mahasiswanya bimbingan skripsi.

Unesa, lanjut Vinda, membentuk tim investigasi dari unsur jurusan hukum dan Satuan Tugas Pencegahan penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) untuk mengusut cepat dan tepat kasus itu.

"Tim sudah melakukan pemanggilan dan meminta keterangan kepada terduga pelaku pelecehan itu. Unesa juga menjunjung tinggi prinsip pro terhadap korban,"jelasnya.

Selain itu, berdasarkan keputusan rapat antara pimpinan Universitas dan tim investigasi, demi kelancaran pemeriksaan, Unesa menonaktifkan dosen yang terduga sebagai pelaku.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

"Kami membuka layanan pengaduan bagi seluruh civitas akademika yang mengalami kekerasan seksual melalui nomor layanan pengaduan 082142815124,"terangnya.

"Tentu terhadap korban kami akan melindungi. Kami sangat berhati hati untuk mengungkap identitas," imbuhnya.

Ketua Satgas PPKS, Mutimmatul Faida menyampaikan, pihaknya telah melakukan mekanisme secara spesifik bagaimana memberi perlindungan terhadap korban.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

"Kami berterimakasih terhadap korban yang berani speak up. Karena ini merupakan diluar kode etik dari dosen. Kami akan mengawal itu dengan tuntas," ujarnya.

Faida menjelaskan bahwa kejadian pelecehan seksudal tersebut sejak tahun 2020 lalu. Namun banyak proses yang harus dilalui korban. Korban yang sedang mengurus skripsi harus menunggu untuk mengumpulkan bukti-bukti.

"Baru terkumpul itu memang saat ini. Kampus langsung ada teguran," ujarnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal