Senin, 07 Sep 2026 11:16 WIB

Mutilasi Sadis Ngawi: Pelaku Psikopat Narsistik, Aksi Terencana Selama 5 Jam

Kombes Pol Farman
Kombes Pol Farman

selalu.id –  Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Farman, memberikan keterangan terbaru terkait kasus mutilasi sadis yang menggemparkan Ngawi beberapa hari lalu.  Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku merupakan seorang psikopat narsistik yang melakukan aksinya secara terencana dan tenang selama kurang lebih lima jam.

"Dari hasil analisis kedokteran forensik, potongan tubuh korban sangat kecil-kecil, mengindikasikan penggunaan pisau kecil. Pisau tersebut mirip dengan barang bukti yang kami amankan," jelas Kombes Pol Farman kepada selalu.id saat ditemui di Mapolda Jatim, Senin (3/2/2025).

Tes psikologi yang dilakukan terhadap pelaku, tidak lain untuk mengungkap profil psikologisnya yang mengkhawatirkan. "Hasil tes psikologi menunjukkan pelaku termasuk dalam golongan psikopat narsistik. Mereka memiliki karakteristik antisosial, tidak memiliki rasa iba terhadap korban, dan emosi yang meledak-ledak," paparnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Farman menjelaskan bahwa sifat psikopat narsistik pelaku terlihat jelas dari proses mutilasi yang dilakukan dengan tenang dan tanpa ragu, meskipun membutuhkan waktu hingga lima jam.

"Karena potongan tubuh korban sangat tipis, pelaku kemungkinan melakukan pemotongan berulang kali. Ini menunjukkan perencanaan yang matang dan eksekusi yang terkontrol, tanpa tanda-tanda keraguan atau penyesalan," tambah dia

Seperti diketahui, polisi juga telah menganalisis rekaman CCTV yang beredar di media sosial. "Peran saksi berinisial M hanya sebatas mengantar pelaku ke lokasi. M tidak mengetahui isi karung tersebut berisi mayat korban.  Dari rekaman CCTV terlihat jelas bahwa pelaku mengangkat karung berisi mayat korban sendirian, tanpa bantuan M," terangnya.

Kendati dekikian, Kombes Pol Farman juga menegaskan, bahwa penyidik terus mendalami kasus ini untuk mengungkap seluruh fakta dan motif di balik kejahatan keji tersebut.  Polda Jatim berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.  Polda Jatim juga akan berkoordinasi dengan ahli psikologi forensik untuk menggali lebih dalam profil psikologis pelaku dan memahami motif di balik tindakan brutalnya.  Kasus ini menjadi perhatian publik dan Polda Jatim memastikan transparansi dalam proses penyidikan dan penegakan hukum.

Baca Juga: Jatanras Polda Jatim Bekuk Mantan Satpam Pembunuh Nenek di Pasuruan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.