Rabu, 22 Jul 2026 19:33 WIB

Dituding Sembunyikan Wanita, Camat Asemrowo dan BNPM Surabaya Damai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 31 Jan 2025 10:34 WIB
Camat Asemrowo dan BNPM berdamai
Camat Asemrowo dan BNPM berdamai

selalu.id– Polemik video viral yang menuding Camat Asemrowo, Muhammad Khusnul Amin, menyembunyikan seorang wanita di ruang kerjanya akhirnya berujung damai.

Kesepakatan ini tercapai setelah dilakukan mediasi antara Camat Asemrowo dan Ketua Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Surabaya, Muhammad Rosuli, di kantor Kecamatan Asemrowo pada Kamis (30/1/2025) malam.

Kesepakatan damai tersebut turut disaksikan Kepala Satpol PP Surabaya, M. Fikser, kuasa hukum Khusnul Amin, Abdul Rouf Al Makki, serta perwakilan anggota BNPM Surabaya.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan berencana mencabut laporan terkait video viral yang sempat menghebohkan publik.

Ketua BNPM Surabaya, Muhammad Rosuli, mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya karena telah memfasilitasi mediasi tersebut. Ia menilai pertemuan ini menjadi momen penting dalam mencari solusi terbaik bagi semua pihak.

“Pertemuan ini sangat berarti bagi kami, terlebih karena langsung dimediasi oleh Pak Fikser. Kami ingin mencari solusi terbaik agar permasalahan ini bisa selesai dengan baik,” ujar Rosuli.

Dalam kesempatan itu, Rosuli juga meminta maaf kepada masyarakat Surabaya, khususnya kepada Camat Asemrowo dan keluarganya, atas kegaduhan yang sempat terjadi. Ia menyesalkan insiden di kantor Kecamatan Asemrowo yang berujung viral di media sosial.

“Saya secara pribadi meminta maaf kepada Pak Amin, keluarganya, dan warga Surabaya atas kegaduhan yang terjadi. Saya tegaskan bahwa narasi yang berkembang di media sosial tidak benar,” kata Rosuli.

Sementara itu, Camat Asemrowo, Khusnul Amin, kembali menegaskan bahwa tudingan yang beredar dalam video tersebut tidak berdasar. Ia menduga video itu dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan BNPM.

“Saya tegaskan bahwa tuduhan itu tidak benar. Video yang beredar adalah hasil framing dari oknum yang ingin menciptakan kegaduhan,” jelas Khusnul.

Dalam mediasi tersebut, Khusnul menerima permintaan maaf Rosuli dan menyatakan bahwa dirinya juga ingin menjaga hubungan baik dengan BNPM ke depannya.

“Saya menerima permintaan maaf Mas Rosuli, kita saling memaafkan. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan Ramadan, saya harap ini menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan,” ujarnya.

Kasatpol PP Surabaya, M. Fikser, menegaskan bahwa tujuan utama mediasi ini adalah untuk mengakhiri konflik yang sempat membuat heboh masyarakat. Ia berharap ke depan tidak ada lagi kesalahpahaman yang berujung pada kegaduhan.

“Seperti yang selalu ditekankan Pak Wali Kota, jika ada masalah harus diselesaikan dengan cara baik-baik. Pemerintah kota ingin Surabaya tetap harmonis, penuh kebersamaan, dan dijauhkan dari perpecahan,” tutup Fikser.

Baca Juga: Dituding Sembunyikan Wanita di Meja, Camat Asemrowo Lapor ke Polda Jatim

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.