Senin, 02 Feb 2026 04:37 WIB

Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Jagir Surabaya Berlanjut, Arus Deras Jadi Hambatan

Pencarian pria tua tenggelam di pintu air Jagir
Pencarian pria tua tenggelam di pintu air Jagir

selalu.id – Upaya pencarian seorang pria paruh baya yang dilaporkan tenggelam di Sungai Jagir, Surabaya, terus digencarkan.  Meskipun kondisi sungai yang memiliki arus deras dan debit air yang tinggi menjadi tantangan besar, tim gabungan SAR tetap berkomitmen untuk menemukan korban.  Hingga pukul 13.45 Wib, pencarian telah berlangsung lebih dari dua jam tanpa hasil yang memuaskan.

Empat perahu karet dikerahkan untuk menyisir area pencarian yang luas. Tim SAR melakukan penyisiran secara sistematis, dimulai dari titik korban pertama kali dilaporkan tercebur di dekat pintu air, kemudian menyusuri aliran sungai ke arah timur.  Proses pencarian dilakukan dengan teliti, mengingat kondisi air yang keruh dan arus yang cukup kuat.

Baca Juga: Sembilan Hari Tenggelam, Ekskavator Proyek Waduk SIER Belum Diangkat

Seperti diberitakan selalu.id sebelumnya, korban yang belum teridentifikasi ini mengenakan kemeja kotak-kotak.  Kesaksian warga sekitar, Yanto (45), memberikan gambaran lebih detail mengenai detik-detik sebelum korban tenggelam.  Yanto, yang kebetulan sedang berjalan di dekat pintu air, mendengar teriakan minta tolong dan melihat seorang pria yang sedang berjuang melawan arus sungai.

"Saya sedang jalan di pinggir pintu air, tiba-tiba ada yang teriak minta tolong, ada yang bilang ada orang tenggelam," kata Yanto kepada selalu.id di lokasi kejadian, Kamis (30/1/2025). 

Baca Juga: Dua Bocah Tercebur Waduk di Mojokerto, 1 Selamat 1 Meninggal Dunia

"Saya lihat ada orang di air, melambaikan tangannya minta tolong, sebelum akhirnya terseret arus yang cukup deras," imbuhnya.

Kesaksian Yanto ini semakin memperkuat dugaan bahwa korban berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya tenggelam.  Kondisi cuaca yang mendung juga menambah kesulitan tim SAR dalam melakukan pencarian.  Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Linmas, Kepolisian, Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Satpol PP Kota Surabaya bekerja sama secara profesional dan terkoordinasi dengan baik.

Baca Juga: Dua Pencari Ikan Hilang di Sungai Gunungsari, Satu Ditemukan Tewas

Meskipun tantangan yang dihadapi cukup berat, semangat tim SAR untuk menemukan korban tetap tinggi.  Mereka terus berkoordinasi dan mengevaluasi strategi pencarian untuk memaksimalkan upaya penyelamatan.  Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan informasi dari saksi-saksi untuk membantu mengidentifikasi korban.

Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui.  Pihak berwenang menghimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait korban untuk segera menghubungi pihak kepolisian.  Proses pencarian akan terus berlanjut hingga korban ditemukan.  Doa dan dukungan dari masyarakat diharapkan dapat memberikan semangat bagi tim SAR dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini.  Semoga korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.