Rabu, 04 Feb 2026 08:07 WIB

Jelang Imlek, Pengrajin Kue Keranjang di Surabaya Kebanjiran Pesanan

Kue bulan khas imlek
Kue bulan khas imlek

selalu.id –  Menjelang perayaan Imlek 29 Januari 2025, para pengrajin kue keranjang di Surabaya, Jawa Timur, kembali kebanjiran pesanan.  Uniknya,  pesanan tahun ini meningkat signifikan, bahkan mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.  Hal ini menunjukkan tingginya permintaan kue keranjang sebagai makanan wajib dalam perayaan Imlek.

Di Jalan Kalidami, Surabaya, sejumlah pengrajin kue keranjang terlihat sibuk memenuhi pesanan yang datang dari berbagai wilayah di Kota Surabaya.  Kue keranjang, dengan tekstur kenyal dan cetakan berbentuk keranjang, memang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Tionghoa, melambangkan persaudaraan dan kebersamaan.

Baca Juga: Omset Pedagang Pernak Pernik Imlek Pasar Atom Capai Rp2 Miliar

Proses pembuatannya pun cukup rumit.  Tepung terigu dan gula pasir yang telah dikaramelisasi dicampur hingga halus menggunakan mixer.  Adonan kemudian disaring dan dimasukkan ke dalam cetakan keranjang sebelum dikukus selama kurang lebih 12 jam.

Indriani, seorang pembeli dari Tulungagung, Jawa Timur, mengaku sengaja datang ke Surabaya untuk membeli kue keranjang.  "Saya membeli kue keranjang untuk dimakan sendiri dan dibagikan kepada teman-teman. Saya sengaja datang dari Tulungagung karena kue keranjang ini enak rasanya," ujarnya. 

Hal ini menunjukkan kue keranjang bukan hanya diminati warga Surabaya, tetapi juga dari luar kota. Fery Andrea Sendi, pengrajin kue keranjang yang telah beroperasi sejak tahun 1994, mengungkapkan peningkatan pesanan yang signifikan. 

Baca Juga: Nikmati Suasana Imlek di Pasar Atom Surabaya, Wapres Gibran Sebut Pasar Lama Ini Harus Direnovasi

"Tahun ini pesanan sangat banyak, dalam beberapa minggu terakhir saja sudah lebih dari 7000 kotak terpesan.  Peningkatannya sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu, meskipun masih dalam kondisi pandemi," kata Fery. 

Dalam sehari, usaha milik Fery mampu memproduksi ratusan kue keranjang.  Kue keranjang tersebut dijual dengan harga Rp30.000 per kotak dan didistribusikan ke berbagai pasar dan swalayan di Surabaya.

Baca Juga: Perayaan Imlek di Surabaya: Kebersamaan Lintas Etnis dan Agama

Peningkatan pesat pesanan kue keranjang tahun ini menunjukkan optimisme masyarakat dalam menyambut Imlek, meskipun pandemi masih berlangsung.  Kue keranjang, dengan makna dan cita rasanya yang khas, tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek bagi banyak orang. 

Tingginya permintaan ini juga menjadi bukti ketangguhan para pengrajin kue keranjang dalam bertahan dan berkembang di tengah situasi yang menantang.  Mereka mampu  memanfaatkan momentum perayaan Imlek untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian keluarga.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.