Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

Fakta Dibalik Kasus Mutilasi Ngawi: Berikut Detail Profil Pelaku Mutilasi Sadis

Pelaku pembunuhan mutilasi
Pelaku pembunuhan mutilasi

selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengungkap detail mengejutkan di balik kasus pembunuhan dan mutilasi Uswatun Khasanah, korban yang jasadnya ditemukan dalam koper di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Ngawi.

Tersangka, Rohmad Tri Hartanto alias Anto (32), bukan hanya seorang pelaku kriminal biasa, melainkan sosok dengan latar belakang yang kompleks dan menyimpan berbagai rahasia. Anto, warga Dusun Banaran, Desa Gumbang, Kecamatan Pakel, Tulungagung, memiliki kehidupan ganda yang tersembunyi di balik citra publiknya. 

Baca Juga: Polisi Ungkap Suami yang Bunuh Istri Siri dan Anaknya di Madiun Miliki IQ di Atas Rata-rata

Ia adalah seorang suami dan ayah dari satu anak,  sekaligus Ketua Ranting sebuah perguruan silat di Tulungagung.  Jabatannya sebagai pemimpin organisasi bela diri ini menambah lapisan ironi pada kasus mengerikan yang ia perbuat. 

"Benar, yang bersangkutan adalah ketua ranting perguruan silat tersebut," tegas Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombespol Farman, kepada selalu.id.

Lebih mengejutkan lagi, Anto juga tercatat sebagai anggota Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) di Tulungagung.  "Menurut pengakuannya, itu pekerjaan utamanya. Selain itu, dia tidak memiliki pekerjaan tetap lainnya," tambah Kombespol Farman, alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1996. 

Namun, masa lalu Anto menyimpan rahasia lain. Ia pernah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan dan terlibat dalam bisnis jual beli mobil bodong.

Motif pembunuhan yang terungkap pun tak kalah mengejutkan.  Bukan hanya didorong oleh rasa cemburu dan sakit hati karena korban, Uswatun Khasanah, kedapatan membawa pria lain ke kamar kos mereka, namun juga karena ejekan korban terhadap anak-anak Anto. 

Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

"Tersangka mengaku sakit hati karena korban pernah memasukkan laki-laki lain ke kos-kosan mereka dan kerap mengejek anak-anaknya," jelas mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya ini. 

Ejekan tersebut, menurut pengakuan Anto, menjadi pemicu utama yang menyebabkan ia gelap mata dan nekat menghabisi nyawa kekasihnya. Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap secara detail kronologi kejadian dan memastikan kebenaran seluruh keterangan yang diberikan tersangka. 

Polisi juga akan menelusuri lebih dalam latar belakang Anto, termasuk aktivitasnya sebagai mantan TKI dan makelar mobil bodong, untuk melihat kemungkinan adanya keterkaitan dengan kasus ini. 

Kasus ini menjadi sorotan publik, bukan hanya karena kekejamannya, tetapi juga karena  kontrasnya antara citra publik Anto sebagai pemimpin organisasi dan anggota LSM dengan kejahatan brutal yang ia lakukan. 

Baca Juga: Satgas Pangan Polres Ngawi Gerebek Gudang Bulog, Sisir Stok Beras hingga Jagung

Polda Jatim berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan keadilan ditegakkan bagi korban.  Proses hukum akan terus berjalan, dan masyarakat diharapkan tetap tenang dan mempercayakan proses penyelidikan kepada pihak berwenang.

Polda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati dalam menjalin hubungan, serta melaporkan hal-hal mencurigakan kepada pihak berwajib. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pemahaman akan dampak dari cemburu dan sakit hati yang tak terkendali.

Kejahatan ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dan verifikasi terhadap individu yang memegang posisi penting di masyarakat, untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Temukan Masalah, Pembangunan Kos 6 Lantai di Benowo Disetop

Pemeriksaan dilakukan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) bersama Satpol PP Surabaya setelah adanya laporan warga.

Suami Pembunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Terancam Hukuman Mati

Pembunuhan bermula saat pelaku menerima telepon dari istri sahnya yang meminta dijemput di stasiun.

Motif Dibalik Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: Jenazah Dimutilasi, Dibakar dan Digiling

Anak korban yang berusia 4 tahun juga dihabisi dengan cara yang sama di dalam kendaraan pelaku.

Dibekuk Persebaya 3-1, Pelatih Madura United Soroti Keputusan Wasit

Meski menyayangkan keputusan wasit, Ze Gomes tetap mengakui keunggulan Bajul Ijo di 45 menit awal.

Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, 25 Tahun Penantian Inggris Tuntas

Kane mengalahkan nama-nama besar seperti Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.

Top 5 Berita: Aksi Sadis Suami Siri hingga Dua Truk Kecelakaan di Mojokerto

Pembaca tertarik berita peristiwa hingga olahraga.