Selasa, 03 Feb 2026 20:22 WIB

Revitalisasi Wisata Religi Makam Sunan Mbah Bungkul Terkendala Ahli Waris

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Jan 2025 17:57 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto

selalu.id– Pemerintah Kota Surabaya berencana melakukan revitalisasi kawasan Taman Bungkul, termasuk area makam khususnya kuburan sunan mbah Bungkul yang berada di lokasi tersebut yang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, menyatakan bahwa rencana ini menjadi salah satu fokus utama dalam penataan wilayah Surabaya tahun 2025.

Ia menjelaskan hasil hearing bersama Komisi D DPRD Surabaya ini ada tiga titik fokus yang akan di revitalisasi yakni makam, Sentra Wisata Kuliner (SWK), dan wilayah sekitarnya.

“Rencana penataan ini sudah dibahas berkali-kali, terutama untuk revitalisasi makam di Taman Bungkul. Namun, di area makam ada permasalahan terkait ahli waris dan kondisinya saat ini tidak pantas untuk jadi tempat kunjungan,” ujar Dedik, Selasa (21/1/2025).

Dedik menambahkan bahwa solusi atas masalah ahli waris sebenarnya sudah ada dan hanya tinggal pelaksanaan. “Arahan sudah jelas, tinggal kita laksanakan,” tegasnya.

Selain makam, Sentra Wisata Kuliner (SWK) di kawasan Taman Bungkul juga menjadi sorotan dalam rencana revitalisasi ini.

Menurut Dedik, beberapa kios SWK perlu ditata ulang, mengingat tujuan awal pendirian SWK adalah untuk membantu usaha kecil yang belum maju.

“Dulu SWK dibentuk untuk membantu warga yang usahanya masih kurang maju. Tapi ada beberapa kios yang pendapatannya sudah tinggi, tapi masih dikategorikan sebagai usaha yang kurang maju. Ini perlu evaluasi,” kata Dedik.

Sementara itu, lingkungan sekitar Taman Bungkul juga akan ditingkatkan dari segi kebersihan dan kerapian. Rapat lanjutan untuk mematangkan rencana ini dijadwalkan pada pertengahan Maret 2025.

Revitalisasi area makam menghadapi kendala terkait ahli waris, yang menjadi salah satu tantangan utama. Meski demikian, Dedik mengungkapkan bahwa solusi atas kendala ini sudah mulai diformulasikan.

Dalam hearing, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) juga menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi pengelola cagar budaya untuk menyediakan rumah penjaga makam.

“Dari Disbudporapar disampaikan tidak ada kewajiban untuk itu,” ujar Dedik.

Revitalisasi kawasan Taman Bungkul dan makam di dalamnya diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata religi di Surabaya, sehingga harus ada perbaikan fasilitas dan penataan ulang.

“Kita ingin menjadikan Taman Bungkul tidak hanya sebagai tempat wisata biasa, tetapi juga sebagai destinasi wisata religi yang layak untuk dikunjungi,” tutup Dedik.

Baca Juga: Waspada! Copet Beraksi di CFD Taman Bungkul Surabaya, Pria ini Jadi Korban

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.