Sabtu, 24 Okt 2026 05:51 WIB

Ada 3 HGB di Laut Surabaya-Sidoarjo, Dua Milik Perusahaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Jan 2025 11:34 WIB
Peta Laut Timur Surabaya-Sidoarjo
Peta Laut Timur Surabaya-Sidoarjo

selalu.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Jawa Timur membeberkan temuan terkait Hak Guna Bangunan (HGB) seluas 656 hektare di wilayah perairan timur Surabaya, Kabupaten Sidoarjo.

Kepala Kanwil ATR/BPN Jatim, Lampri, mengonfirmasi bahwa HGB tersebut dimiliki oleh dua perusahaan besar, yakni PT Surya Inti Permata dan PT Semeru Cemerlang.

“Ada tiga HGB di lokasi itu, dua dimiliki PT Surya Inti Permata dengan luas 285,16 hektare dan 219,31 hektare, serta satu lagi oleh PT Semeru Cemerlang seluas 152,36 hektare,” ujar Lampri saat konferensi pers di Surabaya, Selasa (21/1/2025).

Meski begitu, Lampri menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan status lahan tersebut.

“Kami sedang meneliti apakah lahan ini dulunya daratan yang mengalami abrasi atau ada faktor lain. Jika terbukti lahan tersebut telah berubah menjadi laut, maka sesuai hukum, itu termasuk tanah musnah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penerbitan HGB harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan. “Jika ditemukan pelanggaran dalam proses penerbitan HGB ini, maka akan kami tindak tegas, termasuk pembatalan haknya,” tambah Lampri.

Keberadaan HGB di wilayah perairan ini sebelumnya diungkap oleh Thanthowy Syamsuddin, akademisi Universitas Airlangga. Dalam unggahannya di media sosial, ia menyebutkan bahwa lahan tersebut berada di atas laut, dekat tambak dan mangrove, tanpa ada daratan.

“Status HGB ini melanggar putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XI/2013 yang melarang pemanfaatan ruang laut untuk kegiatan tertentu. Selain itu, ini juga bertentangan dengan Perda Jawa Timur Nomor 10 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” ujar Thanthowy.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur turut menyuarakan keprihatinan. Ketua Walhi Jatim, Wahyu Eka Setiawan, mencurigai bahwa HGB ini berkaitan dengan proyek reklamasi tersembunyi yang mungkin terhubung dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) Surabaya Waterfront Land (SWL).

“Kami menduga ada proyek reklamasi terselubung di balik munculnya HGB ini. Reklamasi akan berdampak besar pada ekosistem, termasuk kerusakan mangrove dan peningkatan risiko banjir,” kata Wahyu.

Lampri mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mengawasi kasus ini. “Kami ingin memastikan semua berjalan sesuai aturan. Jika ada pelanggaran, akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Investigasi terkait asal-usul HGB ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat. “Kami akan menyampaikan hasilnya secara resmi setelah semua data lengkap,” ujar Lampri.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Langkah ini menjadi fokus utama kepolisian untuk menciptakan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.