Jumat, 05 Jun 2026 13:43 WIB

9 Ribu Warga Surabaya Derita TBC, Wali Kota Eri Upayakan Program R1N1

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Jan 2025 11:00 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengupayakan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan serius di Kota Pahlawan.

Berdasarkan data hingga 2024, terdapat sekitar 9 ribu warga Surabaya yang terdiagnosis TBC, dari total 11 ribu kasus yang juga mencakup pasien rujukan dari luar kota.

Untuk mendukung target eliminasi TBC pada 2030, Pemkot Surabaya menggelar penyuluhan dan edukasi melalui program komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang dikemas dalam acara Orkestra Cinta Merdeka TBC, Senin (20/1/2025), di Graha Sawunggaling.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan komitmen kota untuk memberantas TBC dengan berbagai pendekatan inovatif, termasuk layanan kesehatan berbasis komunitas melalui program RW 1 Nakes 1 (R1N1).

“Kami punya tekad untuk mengeliminasi TBC. Penyakit ini sulit terdeteksi karena penderita cenderung malu dan tidak melapor, sehingga risiko penularan kepada keluarga atau tetangga tinggi. Dengan R1N1, kami bisa memantau warga secara langsung di tingkat RW,” ujar Eri.

Selain itu, Eri juga menyoroti pentingnya menghilangkan stigma terhadap penderita TBC. Ia menekankan bahwa TBC dapat disembuhkan jika pasien rutin mengonsumsi obat selama enam bulan dan menggunakan masker untuk mencegah penularan.

“Stigma adalah musuh kita. Orang yang sakit tidak boleh dijauhi, justru perlu dirangkul dan didukung,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa TBC tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga aspek sosial dan ekonomi.

Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan hexa helix menjadi kunci dalam pengendalian penyakit ini.

“Kami terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, swasta, komunitas, media, hukum, dan regulasi. Skrining rutin di Surabaya dilakukan untuk mendeteksi kasus sedini mungkin, sehingga pasien bisa segera mendapat pengobatan,” ungkap Nanik.

Hingga saat ini, sekitar 90 persen dari total kasus TBC di Surabaya sedang menjalani pengobatan.

Namun, Nanik mengingatkan bahwa pengobatan TBC memerlukan konsistensi. Jika pasien berhenti mengonsumsi obat, risiko resisten obat meningkat, dan proses penyembuhan menjadi lebih lama.

Baca Juga: Mangkir Berobat, Penderita TBC di Surabaya Bisa Kehilangan BPJS dan NIK

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.