Rabu, 22 Jul 2026 15:26 WIB

9 Ribu Warga Surabaya Derita TBC, Wali Kota Eri Upayakan Program R1N1

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Jan 2025 11:00 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengupayakan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan serius di Kota Pahlawan.

Berdasarkan data hingga 2024, terdapat sekitar 9 ribu warga Surabaya yang terdiagnosis TBC, dari total 11 ribu kasus yang juga mencakup pasien rujukan dari luar kota.

Untuk mendukung target eliminasi TBC pada 2030, Pemkot Surabaya menggelar penyuluhan dan edukasi melalui program komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang dikemas dalam acara Orkestra Cinta Merdeka TBC, Senin (20/1/2025), di Graha Sawunggaling.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan komitmen kota untuk memberantas TBC dengan berbagai pendekatan inovatif, termasuk layanan kesehatan berbasis komunitas melalui program RW 1 Nakes 1 (R1N1).

“Kami punya tekad untuk mengeliminasi TBC. Penyakit ini sulit terdeteksi karena penderita cenderung malu dan tidak melapor, sehingga risiko penularan kepada keluarga atau tetangga tinggi. Dengan R1N1, kami bisa memantau warga secara langsung di tingkat RW,” ujar Eri.

Selain itu, Eri juga menyoroti pentingnya menghilangkan stigma terhadap penderita TBC. Ia menekankan bahwa TBC dapat disembuhkan jika pasien rutin mengonsumsi obat selama enam bulan dan menggunakan masker untuk mencegah penularan.

“Stigma adalah musuh kita. Orang yang sakit tidak boleh dijauhi, justru perlu dirangkul dan didukung,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa TBC tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga aspek sosial dan ekonomi.

Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan hexa helix menjadi kunci dalam pengendalian penyakit ini.

“Kami terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, swasta, komunitas, media, hukum, dan regulasi. Skrining rutin di Surabaya dilakukan untuk mendeteksi kasus sedini mungkin, sehingga pasien bisa segera mendapat pengobatan,” ungkap Nanik.

Hingga saat ini, sekitar 90 persen dari total kasus TBC di Surabaya sedang menjalani pengobatan.

Namun, Nanik mengingatkan bahwa pengobatan TBC memerlukan konsistensi. Jika pasien berhenti mengonsumsi obat, risiko resisten obat meningkat, dan proses penyembuhan menjadi lebih lama.

Baca Juga: Blokir KTP Pasien TBC Dinilai Langgar HAM, DPRD Surabaya Minta Kaji Ulang Kebijakan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.