Rabu, 04 Feb 2026 01:25 WIB

Trauma, Staf Wanita yang Sembunyi di Bawah Meja Camat Asemrowo Buka Suara

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Jan 2025 15:38 WIB
Konferensi pers Camat Asemrowo
Konferensi pers Camat Asemrowo

selalu.id – Video penggerebekan ruang kerja Camat Asemrowo, Muhammad Khusnul Amin, yang menunjukkan adanya seorang wanita bersembunyi di bawah meja camat, viral di media sosial.

Wanita tersebut adalah Devie, seorang staf kecamatan. Viralnya video yang melibatkan dirinya itupun membuat Devie akhirnya angkat bicara untuk meluruskan informasi yang berkembang.

“Saya Devie, staf Kecamatan Asemrowo. Saat itu saya bersama Mas Alfian sedang berada di ruang Pak Camat untuk koordinasi menjelang zoom meeting dengan Pak Wali Kota siang harinya,” ujar Devi saat kepada awak media, saat konferensi pers, di Kantor Kecamatan Asemrowo, Rabu (8/1/2025).

Devie menjelaskan, situasi berubah menjadi kacau ketika sekelompok orang tiba-tiba menggedor pintu dan jendela ruang kerja Camat. Ia mengaku panik dan memilih bersembunyi karena merasa terancam.

“Mereka menggedor pintu dan jendela dengan keras, bahkan hampir mencungkil jendela. Sebagai perempuan, saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini. Saya shock, takut mereka membawa senjata tajam atau melakukan sesuatu yang berbahaya, itu membuat saya trauma,” katanya.

Devie juga menegaskan bahwa ia bersembunyi di bawah meja karena panik, bukan karena ada hal mencurigakan seperti yang dituduhkan dalam video viral tersebut.

“Di dalam ruangan, kami hanya sedang koordinasi. Tidak ada maksud untuk tidak menemui mereka. Saya lari ke bawah meja murni karena ketakutan, bukan karena melakukan sesuatu yang aneh-aneh. Baju saya utuh, dan saya tidak melakukan apa-apa,” tegasnya.

Menurut Devie, semua staf sekretariat kecamatan mengetahui bahwa pada pukul 10.00 WIB, Senin (6/1/2025). Dia dan Alfian yang juga staf kecamatan memang dipanggil Camat untuk rapat.

Saat ingin keluar dari ruangan, ia kembali panik karena melihat banyak orang yang mengaku sebagai awak media membawa ponsel untuk merekam.

“Saya mau keluar, tapi ternyata banyak media di luar yang membawa ponsel untuk merekam. Karena takut, saya langsung sembunyi lagi di bawah meja,” tambahnya.

Camat Asemrowo, Muhammad Khusnul Amin, membantah tuduhan dalam video tersebut. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat ia dan stafnya sedang rapat untuk membahas program kerja.

“Kejadian itu murni karena mereka masuk secara paksa saat saya dan staf sedang rapat. Tuduhan bahwa ada hal mencurigakan di ruang kerja saya sangat tidak berdasar. Kami akan menempuh jalur hukum karena ini adalah fitnah dan telah mencemarkan nama baik saya serta staf saya,” ujar Khusnul Amin.

Pihak Kecamatan Asemrowo juga menegaskan akan melaporkan video tersebut ke pihak berwajib karena dinilai melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta menciptakan framing yang tidak sesuai dengan fakta.

Baca Juga: Butut Sebar Video Wanita di Bawah Meja Camat Asemrowo, Satu Orang Terancam Dibui

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.