Rabu, 22 Jul 2026 05:51 WIB

Genangan Air di Surabaya Berujung Kenangan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 07 Jan 2022 15:31 WIB
Balai Kota Surabaya. Foto: Arif Fajar Ardianto
Balai Kota Surabaya. Foto: Arif Fajar Ardianto

selalu.id - Banjir atau dengan bahasa yang disederhanakan genangan air di Surabaya mendapat sorotan dari masyarakat. Netizen mengaku geram dengan penaganan genangan yang dirasa makin sering terjadi akhir-akhir ini.

Pendapat netizen pada sebuah postingan di grup media sosial Facebook bahkan membandingkan kinerja Wali Kota Tri Rismaharini dengan Eri Cahyadi dalam menangani genangan atau banjir di Surabaya. Netizen yang juga warga Surabaya tersebut seakan mengenang kepemimpinan Risma.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Seperti yang dituturkan oleh pemilik akun Nugroho Matair yang membandingkan kinerja Wali Kota Tri Rismaharini dalam menangani banjir.

"Biyen Bu Risma sering terjun monitoring langsung bukan dibalik meja. Ini yang saya tahu, beliau detail tahu lapangan. Maaf ini yang saya tahu," tulisnya dalam komentar pstingan di grup Facebook Surabaya Digital City.

Hal senada juga dituliskan akun Hari Susanto yang meminta Wali Kota Eri Cahyadi untuk turun ke lapangan saat hujan terlebih banjir, agar mengetahui penyebabnya.

"Waline (wali kota) turun dulu kasih contoh sayang," pintanya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Beberapa netizen juga membandingkan secara sarkas antara kepemimpinan Eri Cahyadi dengan Risma saat menjabat Wali Kota Surabaya dalam menangani banjir. Seperti pernyataan akun Pras Z.

"Beda jauh ambek Emak (beda jauh sama emak)," tulisnya. Emak disini merujuk pada Tri Rismaharini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi memiliki solusi sendiri dalam menangani banjir dengan mencari hulu sungai dalam mengatasi banjir.

Baca juga: Ini Solusi Penanganan Banjir Versi Wali Kota Eri Cahyadi, Semoga Berhasil

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Nah, sekarang kita lihat dan cari hulunya, berarti harus ada tampungan air. Seperti di Lontar, ada bozem. Kemudian, di depan Unesa (Universitas Negeri Surabaya) sudah tidak banjir, soalnya kita alirkan ke Kali Makmur," kata Eri beberapa waktu lalu.

Eri mengaku sudah mengetahui masalahnya dan berjanji akan diselesaikan pada tahun 2022 ini.

"Jadi Insya Allah tahun 2022, seperti itu. Kita tahu masalahnya, hulunya apa, oh di sana. Jadi kita buatkan got (saluran) yang masuk langsung ke Kali Rolak Gunungsari," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.