Selasa, 21 Jul 2026 17:06 WIB

Meski Lintas Kewenangan, Pemkot Bersihkan Kali Sungai Surabaya-Sidoarjo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 29 Des 2024 12:04 WIB

Selalu.id - Banjir yang melanda kawasan Gunung Anyar pada 24-25 Desember 2024 memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bertindak, meskipun Kali Perbatasan bukan berada di bawah kewenangan mereka.

Banjir tersebut disebabkan oleh tumpukan eceng gondok dan sedimentasi di sungai yang menjadi batas antara Surabaya dan Sidoarjo itu.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Gunung Anyar, Muchson, mengungkapkan bahwa warga telah meminta normalisasi Kali Perbatasan sejak Maret 2024 melalui surat resmi kepada Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

“Dulu dijanjikan pengerukan akan dilakukan pada Juli 2024, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Padahal, sungai ini sangat dangkal dan penuh eceng gondok, sehingga aliran air terhambat,” ujar Muchson, Minggu (28/12/2024).

Muchson menambahkan, hujan deras ditambah rob dari laut menyebabkan air sungai meluap ke permukiman warga. “Kampung kami kebanjiran karena air tidak bisa mengalir ke laut,” katanya.

Ketua RT 03 RW 03 Gunung Anyar, Khoirul Akbar, mengapresiasi langkah Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang turun langsung mengatasi banjir.

“Meski bukan kewenangan Cak Eri, beliau tetap datang saat hujan pertama untuk membuka aliran air. Bahkan, saat hujan kedua, beliau turun lagi,” ujar Khoirul.

Namun, Khoirul mengakui bahwa intervensi Pemkot Surabaya dalam pembersihan Kali Perbatasan kerap menemui kendala birokrasi.

“Kali ini kewenangan BBWS Brantas. Kalau Pemkot mau melakukan pengerukan, harus izin dulu. Kami berharap proses izinnya tidak terlalu rumit,” tuturnya.

Ketua RT 01 RW 03 Gunung Anyar, Sumadi, menambahkan bahwa langkah cepat Pemkot Surabaya memberikan harapan bagi warga agar banjir tidak terus terjadi. 

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Namun, ia berharap normalisasi yang menyeluruh, termasuk pengerukan sedimen dan pemasangan plengsengan, segera dilakukan oleh pihak yang berwenang.

“Kalau tanah terus longsor ke sungai, Kali Perbatasan akan semakin dangkal. Dampaknya, air kembali meluber ke rumah warga,” tegas Sumadi.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, mengungkapkan bahwa Wali Kota Eri Cahyadi telah memerintahkan langkah darurat pembersihan eceng gondok menggunakan alat berat.

“Pak Wali Kota bilang tidak masalah soal kewenangan. Yang penting warga tidak kebanjiran, jadi kami langsung turun,” kata Syamsul.

Syamsul menjelaskan, eceng gondok yang menyumbat Kali Perbatasan menunjukkan bahwa air laut tidak masuk ke aliran sungai. “Eceng gondok ini mati jika terkena air laut, tapi jika jumlahnya banyak, berarti aliran air dari darat juga tertahan,” paparnya.

Baca Juga: Kabar Gembira, Bayi Lahir Asli Surabaya Langsung Dapat Akta-KIA hingga KK Baru Gratis

Meski langkah ini di luar kewenangan, Pemkot Surabaya tetap berkoordinasi dengan BBWS Brantas dan pengelola tol untuk penanganan limbah eceng gondok.

“Kami akan bertemu BBWS Brantas dan Pemprov Jawa Timur untuk merumuskan solusi bersama. Namun, sementara ini kami bergerak dulu agar warga tidak terus terdampak,” imbuh Syamsul.

Ia menegaskan bahwa pembersihan eceng gondok saja tidak cukup. Normalisasi besar-besaran, termasuk pengerukan sedimen, harus segera dilakukan untuk mengembalikan fungsi Kali Perbatasan.

“Jika normalisasi dilakukan, wilayah seperti Gunung Anyar, Rungkut Menanggal, dan beberapa kawasan di Sidoarjo seperti Tropodo dan Pondok Candra juga akan bebas banjir,” tutup Syamsul.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.