Jumat, 04 Sep 2026 16:18 WIB

Tak Pernah Libur Kerja, Nenek Korban Tabrak Lari adalah Pekerja Keras

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 24 Des 2024 13:16 WIB
Korban tabrak lari Mercy hitam
Korban tabrak lari Mercy hitam

selalu.id– Di balik peristiwa tragis yang merenggut nyawa nenek Prasetya Ningsih (63), ia dikenang sebagai wanita pekerja keras dan tangguh.

Umurnya yang sudah paruh payah, Ningsih, yang akrab dipanggil Mami oleh keluarga dan lingkungannya adalah seorang tukang sapu di kawasan Pakuwon City, Surabaya, sekaligus pedagang minuman di hari libur.

Ningsih telah bekerja sebagai tukang sapu selama lebih dari enam tahun. Setiap hari, mulai pagi pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB ia membersihkan jalanan tanpa mengeluh.

Namun, semangatnya untuk mencukupi kebutuhan keluarga tidak berhenti di situ. Di hari libur, ia berjualan minuman di kawasan Kenjeran, termasuk saat Lebaran.

“Beliau benar-benar pekerja keras. Kalau tidak kerja sapu, ya dagang di Kenjeran. Bahkan di hari raya pun tetap jualan, lebaran juga jualan,” ujar Djangkung Wasesa, adik ipar korban, saat ditemui di rumah duka.

Ningsih dikenal sebagai sosok yang jarang mengeluh meskipun hidup dalam kesederhanaan. Setelah suaminya meninggal dunia, dia tetap bekerja keras mencari nafkah.

Dari empat anaknya, hanya satu yang masih tinggal bersamanya, sementara dua anak lainnya sudah berkeluarga, dan satu anak berada di dalam tahanan.

“Ibu selalu bilang, jangan pulang terlalu malam. Itu pesan yang sering saya dengar, dari pagi hingga ibu kerja tukang sapu, kalau libur dia tetap bekerja jual dagangan di Kenjeran,”ungkap Muhammad Ikrom, anak bungsu korban yang berusia 21 tahun.

Kehidupan Ningsih yang penuh perjuangan berakhir tragis pada Senin (23/12/2024). Saat sedang mengendarai sepeda usai bekerja, ia ditabrak oleh sebuah mobil Mercedes-Benz hitam atau Mercy hitam bernopol L 1725 FHyang melaju kencang di kawasan Pakuwon City.

Dalam rekaman kamera dashboard milik pengendara lain, terlihat Ningsih yang mengenakan jas hujan hijau terpental bersama sepedanya, pengemudi Mercy hitam justru melarikan diri ke Jalan Kenjeran.

Tragisnya, pelaku yang bernama Septian Uki Wijaya  yang mengemudikan Mercy tersebut menyebabkan kecelakaan beruntun, menabrak tiga mobil dan empat motor di sepanjang Jalan Kenjeran.

Ningsih sempat dilarikan ke RSUD dr. Soetomo dengan kondisi kritis akibat pendarahan otak, tetapi nyawanya tidak tertolong. Ia menghembuskan napas pukul 02.00 WIB dini hari, terakhir setelah menjalani perawatan intensif selama satu malam.

Meski pelaku dan keluarganya telah meminta maaf serta menawarkan bantuan, keluarga Ningsih menolak tawaran damai. Mereka berharap kasus ini dapat diusut tuntas, terutama karena ada dugaan pelaku mengemudi dalam keadaan mabuk.

“Ini soal nyawa manusia. Kami ingin proses hukum berjalan sesuai aturan, apalagi pelaku minum alkohol,” tegas Djangkung, Adik Ipar korban.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan 6 Mobil Terjadi di Raya Darmo Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.