Selasa, 03 Feb 2026 21:55 WIB

Kisah Misdiah, 30 Tahun Jadi Pemulung Demi Keluarga

Midah pemulung sampah
Midah pemulung sampah

selalu.id - Ditengah hiruk pikuk perayaan Hari Ibu, terkadang kita lupa bahwa di balik setiap senyuman dan kasih sayang seorang ibu, tersimpan perjuangan dan pengorbanan yang tak ternilai. Salah satu sosok ibu yang menginspirasi adalah Misdiah, seorang janda berusia 51 tahun yang tinggal di sebuah gubuk kecil di kawasan Jalan Semolowaru Selatan Gang 1 Nomor 22C Surabaya, Jawa Timur.

Selama lebih dari 30 tahun, Misdiah menjadi tulang punggung keluarga dengan profesi sebagai pemulung. Setiap hari, ia mengayunkan langkahnya dari pukul 6 pagi hingga 3 sore untuk mengumpulkan rongsokan demi menghidupi anak dan cucunya.

"Saya sudah 30 tahun lebih jadi pemulung.  Ini untuk menghidupi anak dan cucu saya.  Walaupun penghasilannya sedikit, saya tetap semangat.  Saya tidak mau merepotkan anak saya," ujar Misdiah.

Meskipun penghasilannya hanya berkisar Rp15.000 - Rp20.000 per hari, semangat Misdiah tak pernah padam.  Ia bahkan tetap bekerja sebagai pemulung meski kedua matanya mengalami gangguan akibat terkena cipratan cairan pembersih lantai.  Misdiah terus menabung demi cita-citanya untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

"Saya ingin sekali naik haji.  Doakan saya ya," harap Misdiah.

Santi, anak Misdiah yang kini berusia 27 tahun, mengaku sangat bangga memiliki sosok ibu seperti Misdiah.  "Saya pernah menyuruh ibu untuk berhenti bekerja mencari rongsokan,  tapi ibu tetap bersikeras.  Ibu ingin membantu menambah penghasilan keluarga," ungkap Santi.

Santi berharap doa ibunya bisa segera terkabul agar Misdiah bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci.  "Semoga ibu bisa segera naik haji.  Saya selalu mendoakan ibu," kata Santi.

Kisah Misdiah adalah bukti nyata kekuatan dan ketegaran seorang perempuan.  Semangat perjuangan seorang ibu bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tak kenal lelah meraih mimpi dan tetap memberikan yang terbaik bagi keluarga.

Baca Juga: Peringati Hari Ibu, Wali Kota Eri Upayakan Langkah Cegah Bunuh Diri pada Perempuan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.