Senin, 07 Sep 2026 00:23 WIB

Aturan Sekolah Tatap Muka 100 Persen di Surabaya, DPRD: Guru Masih Salah Paham

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Jan 2022 10:34 WIB
Hearing komisi D DPRD Surabaya
Hearing komisi D DPRD Surabaya

selalu.id - Sesuai SKB 4 menteri terkait pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Komisi D menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama Pemerintah Kota Surabaya serta instansi yang terkait. Ini sebagai langkah untuk persiapan PTM mencegah dampak kesehatan siswa dan guru.

"Kita tadi hearing pelaksanaan PTM jadi ada dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dari perkumpulan sekolah swasta dan PGRI juga ada epidemolog dokter Windhu,"ujar Sekeretaris Komisi D, Akmarawita Kadir pada Rabu (5/1/2022).

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Akmara menyampaikan, PTM terbatas memang harus dilaksanakan. Mengingat psikologis anak-anak tidak terlalu baik, sebab, terlalu lama melakukan sekolah daring.

"Yang dimaksud 100 persen PTM itu ternyata memang banyak yang belum tahu. Baik itu orang tua maupun guru yang masih salah paham," kata dia.

Akmara pun menerangkan bahwa PTM 100 persen tersebut yang dimaksud bukanlah siswanya melainkan kapasitas ruangan yang tidak boleh 100 persen masuk.

"Misalnya kapasitas ruangan itu kecil. Jadi harus separuhnya terkecuali kalau misal rumbel itu 32, jadi harus minimal kapasitas ruangan yang mumpuni," jelasnya.

Lebih lanjut, Akmara menjelaskan, artinya PTM 100 persen kapasitas ruangan tersebut sudah terkendali. Maka, jumlahnya akan ditambah lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruf mengatakan, nantinya PTM 100 persen ini akan dilakukan evaluasi secara bertahap, sembari melihat perkembangan Covid-19 di Surabaya.

"Jadi 50 persen dulu ini kita jalani. Terus kita evaluasi baik kondisi perkembangan penyebaran virus maupun kondisi anak didik kita. Evaluasinya 3 bulan sekali," kata Yusuf,

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Setelah 50 persen itu, nantinya pihaknya akan menaikan menjadi 75 persen sampai PTM 100 persen. Menurutnya 100 persen itu bukanlah jumlah siswa melainkan kapasitas bangku yang nantinya jarak sekitar 1 meter.

"Jadi 100 persen itu dari kapasitas, bukan jumlah siswa. Nah, nanti kita sampaikan ke teman-teman kepala sekolah dan nanti kita siapkan tahapannya sembari kita evaluasi,"jelasnya.

Yusuf mengaku yang perlu diwaspadai adalah jam kosong, karena selama PTM 100 persen, pihaknya berencana menerapkan waktu belajar 6 jam.

"Para siswa tidak boleh keluar dan berkerumun, tidak boleh makan bersama-sama, hingga tidak boleh ada jam kosong," kata Yusuf.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Dinas Pendidikan nanti akan mensosialisasikan kepada para wali murid sesuai dengan tahapan dan hasil evaluasi. Termasuk izin orang tua juga menjadi syarat siswa dalam mengikuti PTM 100 persen.

"Kami juga membuka ruang konsultasi selama penerapan secara bertahap (PTM)," ujarnya.

Selain itu Yusuf juga akan melakukan asesmen ulang kepada sekolah yang akan mengikuti PTM 100 persen. Asesemen meliputi prokes, kapasitas ruangan hingga Vaksinasi.

Hingga saat ini sekolah yang mengikuti PTM dari masing-masing jenjang ada 647 untuk jenjang SD, 302 untuk jenjang SMP, 52 jenjang SMA, 145 untuk jenjang MI, dan 29 untuk jenjang MTs. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.