Kamis, 04 Jun 2026 13:29 WIB

Usai Atap Ambrol, DPRD Surabaya Desak Pemkot Selamatkan Gedung Setan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 19 Des 2024 13:23 WIB
Gedung Setan
Gedung Setan

selalu.id – Insiden ambrolnya atap Gedung Setan di Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Selasa (17/12/2024) kemarin, menjadi sorotan serius DPRD Kota Surabaya.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, William Wirakusuma meminta Pemerintah Kota (Pemkot) bertindak tegas dalam menangani penghuni dan melestarikan gedung bersejarah ini.

“Gedung ini bukan hanya tempat tinggal warga, tetapi juga bagian dari sejarah Surabaya. Pemkot harus memastikan penghuni yang membutuhkan perhatian khusus, seperti lansia dan warga luar daerah, mendapat solusi terbaik. Mereka yang bukan warga Surabaya sebaiknya dipulangkan ke daerah asal,” ujar William, Kamis (19/12/2024).

Ia juga menekankan pentingnya melestarikan Gedung Setan yang dulunya merupakan bekas kantor Gubernur VOC. Gedung ini dinilai memiliki potensi sebagai situs sejarah dan daya tarik wisata edukatif.

“Sayang sekali jika gedung bersejarah seperti ini dibiarkan hancur. Pemkot perlu segera menelusuri status kepemilikan gedung ini dan merencanakan revitalisasi agar bisa dijadikan monumen bersejarah,” tambahnya.

Gedung Setan, yang selama ini dihuni secara turun-temurun oleh sejumlah keluarga, kini menjadi perhatian tidak hanya karena kondisi fisiknya yang memprihatinkan, tetapi juga karena potensi masalah sosial yang timbul dari keberadaan para penghuninya.

William menegaskan bahwa Pemkot harus mendata penghuni secara menyeluruh dan memberikan perhatian lebih kepada warga ber-KTP Surabaya.

“Pemkot harus memberikan program relokasi atau bantuan sosial untuk warga asli Surabaya, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu, revitalisasi Gedung Setan juga dianggap penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. “Gedung ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Jika dipulihkan, gedung ini bisa menjadi ikon kota dan daya tarik wisata baru,” kata William.

Sebelumnya, Camat Sawahan, Amiril Hidayat, menyebut Gedung Setan bukan merupakan aset Pemkot, melainkan milik pribadi. Namun, Pemkot telah mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi 60 jiwa dari 18 kepala keluarga ke Balai RW setempat.

“Kondisi gedung sangat rapuh, dan atap yang jebol membuatnya makin berbahaya. Semua penghuni sudah dievakuasi, dan tidak ada korban jiwa,” jelas Amiril.

Ia menegaskan bahwa perbaikan bangunan menjadi tanggung jawab pemilik, namun Pemkot akan membantu dalam hal penanganan awal. Sementara itu, solusi tempat tinggal sementara juga sedang dicarikan bagi para warga terdampak.

“Untuk warga yang tidak punya keluarga di Surabaya, kami akan mencari alternatif lain agar mereka tetap aman dan memiliki tempat tinggal layak,” pungkasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.