Senin, 07 Sep 2026 00:20 WIB

Tak Lagi Banjir, Warga Dukuh Kupang Puas Hasil Pembangunan Box Culvert Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Des 2024 20:25 WIB
Keadaan Dukuh Kupang Barat
Keadaan Dukuh Kupang Barat

selalu.id - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Surabaya pada Rabu (10/12/2024) hari ini, menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan genangan air di sejumlah titik.

Namun, warga Dukuh Kupang Barat kini mulai bisa bernapas lega. Berkat proyek pembangunan box culvert dan gorong-gorong baru, wilayah yang dulu menjadi langganan banjir ini terbukti lebih siap menghadapi curah hujan tinggi.



Ketua RW 8 Putat Jaya, Sawahan, Mikrah, mengatakan bahwa pembangunan gorong-gorong baru membawa perubahan besar bagi lingkungan mereka.

“Saya sudah tanya ke warga, semuanya merasakan ada perubahan. Kalau dulu, hujan deras pasti banjir lama. Sekarang, kalau ada genangan, cepat surut setelah hujan reda,” ujar Mikrah, kepada selalu.id, Rabu (10/12/2024).

Baca Juga: Revitalisasi Infiltrasi (R-I): Menangkap Air, Menangkap Masa Depan Surabaya



Meski demikian, Mikrah mengakui masih ada sedikit kendala luapan air yang terjadi di RT 6, wilayah Dukuh Kupang Barat.

“Di sana ada luapan air dari saluran Dukuh Kupang 15. Airnya mengalir ke RT 6 dan sempat meluap, tapi akhirnya cepat surut. Jadi, ini hanya imbas kecil dari saluran lama, bukan karena gorong-gorong baru,” jelasnya.

Proyek box culvert yang baru dibangun selesai pda Agustus 2024 lalu, terbukti efektif menahan debit air besar selama hujan deras. Mikrah menegaskan, gorong-gorong ini telah berfungsi maksimal tanpa terdampak banjir.

“Saluran baru ini benar-benar membantu warga. Memang masih ada luapan air dari aspal tinggi tak tahu dari mana di sekitar lapangan voli belakang pasar, tapi itu lebih karena kondisi saluran lama,” katanya.

Hujan deras sebelumnya pernah menyebabkan banjir besar pada 4 April 2024 di Dukuh Kupang. Saat itu, genangan air mencapai setinggi dada hingga kepala orang dewasa di RT 4, RW 7. Namun, dengan adanya perbaikan infrastruktur, kondisi tersebut tidak lagi terjadi.

Dukuh Kupang Barat telah menjadi langganan banjir sejak 1991 akibat topografi rendah dan kapasitas saluran air yang terbatas. Namun, perbaikan gorong-gorong menjadi langkah nyata untuk mengurangi dampak banjir di kawasan ini.

“Proyek ini sangat membantu, meskipun masih ada sedikit luapan. Kami berharap pemerintah terus melanjutkan perbaikan, khususnya di saluran-saluran lama seperti di Dukuh Kupang 15,” tutup Mikrah.

Baca Juga: Dapur Makan Bergizi Gratis Dibuka di Sukomanunggal, Sasar Siswa hingga Ibu Hamil

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.