Selasa, 03 Feb 2026 08:03 WIB

Tak Lagi Banjir, Warga Dukuh Kupang Puas Hasil Pembangunan Box Culvert Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Des 2024 20:25 WIB
Keadaan Dukuh Kupang Barat
Keadaan Dukuh Kupang Barat

selalu.id - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Surabaya pada Rabu (10/12/2024) hari ini, menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan genangan air di sejumlah titik.

Namun, warga Dukuh Kupang Barat kini mulai bisa bernapas lega. Berkat proyek pembangunan box culvert dan gorong-gorong baru, wilayah yang dulu menjadi langganan banjir ini terbukti lebih siap menghadapi curah hujan tinggi.



Ketua RW 8 Putat Jaya, Sawahan, Mikrah, mengatakan bahwa pembangunan gorong-gorong baru membawa perubahan besar bagi lingkungan mereka.

“Saya sudah tanya ke warga, semuanya merasakan ada perubahan. Kalau dulu, hujan deras pasti banjir lama. Sekarang, kalau ada genangan, cepat surut setelah hujan reda,” ujar Mikrah, kepada selalu.id, Rabu (10/12/2024).

Baca Juga: Dalam Hitungan Detik, Motor Karyawan Apotek Di Surabaya Digondol Maling  



Meski demikian, Mikrah mengakui masih ada sedikit kendala luapan air yang terjadi di RT 6, wilayah Dukuh Kupang Barat.

“Di sana ada luapan air dari saluran Dukuh Kupang 15. Airnya mengalir ke RT 6 dan sempat meluap, tapi akhirnya cepat surut. Jadi, ini hanya imbas kecil dari saluran lama, bukan karena gorong-gorong baru,” jelasnya.

Proyek box culvert yang baru dibangun selesai pda Agustus 2024 lalu, terbukti efektif menahan debit air besar selama hujan deras. Mikrah menegaskan, gorong-gorong ini telah berfungsi maksimal tanpa terdampak banjir.

“Saluran baru ini benar-benar membantu warga. Memang masih ada luapan air dari aspal tinggi tak tahu dari mana di sekitar lapangan voli belakang pasar, tapi itu lebih karena kondisi saluran lama,” katanya.

Hujan deras sebelumnya pernah menyebabkan banjir besar pada 4 April 2024 di Dukuh Kupang. Saat itu, genangan air mencapai setinggi dada hingga kepala orang dewasa di RT 4, RW 7. Namun, dengan adanya perbaikan infrastruktur, kondisi tersebut tidak lagi terjadi.

Dukuh Kupang Barat telah menjadi langganan banjir sejak 1991 akibat topografi rendah dan kapasitas saluran air yang terbatas. Namun, perbaikan gorong-gorong menjadi langkah nyata untuk mengurangi dampak banjir di kawasan ini.

“Proyek ini sangat membantu, meskipun masih ada sedikit luapan. Kami berharap pemerintah terus melanjutkan perbaikan, khususnya di saluran-saluran lama seperti di Dukuh Kupang 15,” tutup Mikrah.

Baca Juga: Sidak Banjir di Dukuh Kupang, Eri Cahyadi Tuai Pujian Warga

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.