Selasa, 03 Feb 2026 06:52 WIB

Wali Kota Eri Kurangi Anggaran Penanganan Banjir Sebesar Rp600 M, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 05 Des 2024 15:20 WIB
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menyebut bahwa Pemerintah Kota anggaran penanganan banjir untuk 2025 tidak mengalami pengurangan, tetapi mengalami penyesuaian. Sehingga harus dipangkas sebesar Rp 600 miliar.

“Cukup banyak faktor yang mempengaruhi penyesuaian ini,” kata Eri, Kamis (4/12/2024).

“Eri menjelaskan meskipun perencanaan awal untuk sumber pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dipatok sebesar 800 miliar dengan estimasi penerimaan 30 persen yang diharapkannya, realisasi yang didapat hanya mencapai 200 miliar.

“Contohnya, PBKB yang sebelumnya diharapkan dapat mencapai 30 persen dengan total target 800 miliar rupiah. Namun, berdasarkan perhitungan awal, saat persentase diproyeksikan mencapai 60 persen, anggaran yang diterima dari Provinsi hanya sebesar 1,1 triliun rupiah. Dengan adanya perubahan tersebut, hanya terdapat tambahan sekitar 200 miliar dari anggaran yang diharapkan," ungkap Eri Cahyadi.

Penyesuaian ini, lanjut Eri, disebabkan oleh sosialisasi mengenai batasan pengeluaran yang ditentukan oleh provinsi, yang pada akhirnya hanya memberikan tambahan 200 miliar setelah menghitung ulang.

“Ketika kami menyusun perencanaan anggaran sebesar 800 miliar, kami ternyata hanya menerima 200 miliar. Maka, kami harus mengurangi anggaran yang direncanakan sebesar 600 miliar,” ungkapnya

Hal ini ejumlah aturan terkait retribusi yang selama ini ada dihapus, yang selanjutnya berdampak pada Penyelenggaraan Anggaran Daerah (PAD). Penyesuaian ini mengharuskan pihaknya untuk melakukan evaluasi terhadap sejumlah program yang tidak dapat dilaksanakan.

“Ini karena ada penyesuaian yang aturan retribusi banyak dihapus harus penyesuaian PAD. Sehingga, PAD kita peritungan tadi ya kudu dikurangi, sesuaikan mana yang tidak dikerjakan. Tapi nanti ketika ada sisa lelang kita kerjakan, akan dialokasikan untuk pelaksanaan program-program yang terpending,” tambahnya.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.