Senin, 16 Feb 2026 22:35 WIB

Djadoelrek, Kedai Kopi Retro Para Pencinta Nostalgia di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 03 Des 2024 10:17 WIB
Kedai kopi Djadoelrek
Kedai kopi Djadoelrek

selalu.id - Di sudut Jalan Semolowaru Tengah I no 87, Surabaya, berdiri sebuah kedai yang menawarkan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan tempat nongkrong kekinian.

Djadoelrek, sebuah kedai yang menghadirkan nuansa nostalgia lewat koleksi barang retro, kaset pita, hingga permainan video game klasik, menjadi destinasi favorit bagi mereka yang ingin mengingat kembali masa lalu atau sekadar mencari suasana yang hangat dan akrab.

Dhani Kusuma (36), pemilik kedai Djadoelrek, memulai usaha ini dari kondisi yang sulit. Awalnya ingin memulai bisnis kuliner dengan Fudruck, namun terpuruk saat  pandemi COVID-19 di tahun 2020. Dhani pun menceritakan bagaimana ia berjuang mengatasi kebuntuan dan memilih mencari hiburan dengan mengumpulkan barang-barang retro.



“Awalnya koleksi barang-barang nostalgia ini hanya untuk menghibur diri. Saya suka benda-benda jadul seperti tape boombox, turntable, dan memorabilia lainnya. Dari kegagalan itu, saya malah menemukan jalan untuk memulai sesuatu yang baru,” ungkap Dhani, saat ditemui selalu.id, Rabu (3/12/2024).

Dhani memulai hobinya dengan berburu barang retro di pasar loak atau embong di Surabaya. Ia tak hanya mengoleksi, tetapi juga memperbaiki dan merestorasi barang-barang tersebut agar layak digunakan kembali.

“Barang-barang ini bukan hanya pajangan, tapi juga bisa difungsikan kembali. Lewat barang-barang ini, orang bisa mengenang masa lalu, menceritakan pengalaman mereka, dan mengingat kenangan masa kecil,” katanya.

Baca Juga: Buruan Daftar! SIER Gelar Program Mudik 2026, Begini Caranya



Barang-barang yang tersedia di kedai ini cukup beragam, mulai dari piringan hitam, kaset pita, hingga konsol game retro seperti Super Nintendo dan Sega. Dhani mengakui bahwa mendapatkan barang-barang ini tak selalu mudah.

“Kadang barangnya langka, jadi harus cari ke teman atau pasar loak. Tapi saya senang, karena tujuan saya bukan mencari keuntungan besar, melainkan  juga ingin membangkitkan nuasan kenangan masa lalu,” tambahnya.

Nama “Djadoelrek” sendiri mencerminkan identitasnya: “jadul” sebagai representasi barang-barang lawas, dan “rek” representasi orang Surabaya. Dengan konsep sederhana, kedai ini menjadi tempat di mana pengunjung dari berbagai usia berkumpul.

“Rata-rata pengunjungnya berusia 30-50 tahun. Mereka datang untuk mengenang masa muda. Tapi ada juga anak muda yang suka suasana jadul dan menjadikannya tempat foto yang Instagramable,” cerita Dhani.

Baca Juga: Luapan Air Rendam Rel di Grobogan, Sejumlah KA Jarak Jauh Terlambat dan Dialihkan



Selain menghadirkan barang-barang retro, Djadoelrek juga memiliki program podcast audio sederhana. Dhani menjelaskan bahwa podcast ini menjadi ruang tambahan bagi pengunjung untuk berbagi cerita.

“Podcast ini awalnya iseng-iseng, tapi sekarang jadi wadah produktif bagi teman-teman yang ingin curhat atau berbagi pengalaman. Sebenarnya juga untuk menarik pengunjung, siapa tahu ada yang tertarik rekaman di sini,” katanya sambil tersenyum.

Kedai ini juga dirancang ramah keluarga. Sambil menikmati makanan dan minuman, orang tua bisa bernostalgia dengan playlist lagu dari kaset pita, sementara anak-anak bermain konsol game retro yang tersedia di kedai.

Dhani yang juga bekerja sebagai pegawai kantoran ini mengelola kedainya secara mandiri bersama istrinya. Keduanya saling berbagi peran: sang istri menjaga kedai saat Dhani bekerja, dan Dhani melanjutkan tugas sepulang kantor.

Meski dijalankan tanpa pegawai, Dhani tetap memberikan perhatian penuh pada kenyamanan pengunjung. “Di sini pengunjung bisa memilih kaset untuk didengarkan, jadi suasananya lebih personal. Saya ingin membuat kedai ini bukan hanya tempat minum kopi, tapi juga ruang rindu untuk berbagi cerita dan kenangan,” jelas Dhani.

Kedai Djadoelrek kini menjadi persilangan unik antara kafe modern dan warkop tradisional. Suasana yang hangat dan penuh kenangan membuatnya tak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga ruang bagi pengunjung untuk menghidupkan kembali kenangan masa lalu.

“Lewat kedai ini, saya ingin membuktikan bahwa barang-barang lama punya cerita dan nilai yang bisa terus dikenang. Djadoelrek adalah tentang nostalgia yang tetap relevan di tengah modernitas,” pungkas Dhani.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Apa Sih Makna Filosofis Imlek di Tahun Kuda Api 2026, Ini Penjelasan Dosen UK Petra

Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra, Dr Olivia menyebut Imlek sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan mempererat relasi.

Potret Warga Binaan Lapas Mojokerto Bersih-bersih Masjid Sambut Ramadan

Sebanyak 15 pegawai Lapas Kelas IIB Mojokerto diterjunkan, dibantu oleh empat warga binaan yang telah melalui proses pembinaan serta pengawasan yang ketat.

Universitas Muhammad Seruji Jember Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Unggul

Sebanyak 196 mahasiswa dari enam fakultas resmi dikukuhkan sebagai sarjana dalam prosesi yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh rasa syukur.

Harga Ayam di Surabaya Naik saat Imlek dan Jelang Ramadan, DPRD Minta RPU Dimaksimalkan

Kondisi tersebut berisiko menekan stok di pasaran dan memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak dini.

7 Koper Turis Thailand Dicuri saat Liburan ke Gunung Bromo

Pencurian itu terjadi saat rombongan turis asal Thailand sedang parkir di pendopo Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/02/2026).

Kapolres Bima Jadi Tersangka Kasus Narkoba: Sabu, Ekstasi hingga Happy Five Disita

Penetapan ini merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan jaringan narkoba yang sebelumnya melibatkan anggota Polri lain di wilayah NTB.