Rabu, 22 Jul 2026 01:30 WIB

Harga Ayam di Surabaya Naik saat Imlek dan Jelang Ramadan, DPRD Minta RPU Dimaksimalkan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 16 Feb 2026 16:28 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Yuga Pratisabda Widyawasta. (Foto: Ade/selalu.id).
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Yuga Pratisabda Widyawasta. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta menyoroti tren kenaikan harga bahan pokok yang mulai terasa pada perayaan Imlek dan menjelang Ramadan 2026.

Ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera mengintensifkan operasi pasar untuk menekan potensi lonjakan harga.

Baca Juga: Waspadai Lonjakan Arus Balik, Polri Imbau Manfaatkan WFA Pasca Idul Fitri 1447 H 

Yuga mengatakan, momentum hari besar keagamaan seperti Imlek dan Ramadan kerap diikuti peningkatan permintaan bahan pangan strategis.

Kondisi tersebut berisiko menekan stok di pasaran dan memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak dini.

“Demand atau permintaan yang terlalu tinggi jangan sampai menyebabkan stok berkurang dan harga melambung. Pengawasan distribusi pangan di Surabaya harus diperketat agar pemenuhan kebutuhan masyarakat tetap mencukupi, apalagi saat Imlek dan Ramadan,” kata Yuga, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, secara umum daya beli masyarakat Surabaya masih relatif kuat. Namun, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan sejumlah komoditas seperti ayam potong dan cabai rawit cenderung mengalami kenaikan harga menjelang hari raya.

Baca Juga: Refleksi Idul Fitri di Balai Kota Surabaya, Wali Kota Eri Ingatkan Persatuan

Karena itu, ia mendorong bagian perekonomian serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP/DPKP) Kota Surabaya untuk aktif menggelar operasi pasar, khususnya untuk komoditas daging ayam dan bahan pokok lainnya.

Yuga mengaku telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional, salah satunya Pasar Keputran yang dikenal sebagai sentra perdagangan bahan pangan di Surabaya. Dari hasil pantauan tersebut, ia mendapati harga ayam mulai merangkak naik.

“Saya sempat ke Keputran malam-malam. Kebetulan istri saya usaha katering, jadi saya ikut memantau. Memang ayam sudah mulai naik,” jelasnya.

Baca Juga: Salat Idul Fitri 1447 H di Islamic Center Raya Jawa Timur, Jamaah Sampai Meluber

Selain operasi pasar, Yuga juga meminta Pemkot memaksimalkan peran Rumah Potong Unggas (RPU) milik pemerintah kota untuk menambah pasokan ayam di pasaran. Dengan penambahan suplai, ia berharap harga dapat lebih terkendali dan tidak membebani masyarakat.

“Pemkot sudah punya RPU, itu harus dimaksimalkan supaya pasokan ke masyarakat bertambah. Dengan begitu, harga bisa lebih terkendali,” tandas politisi PSI tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.